Postingan

Kue Adat Tamo

Gambar
  Tradisi Pemotongan Kue Adat Tamo  dari Sangihe 1. Hakikat dan Arti Kata Tamo: Simbol Cinta Kasih Gumansalangi dan Sangiang Konda Wulaeng Tradisi Menuwang Tamo (atau Memoto Tamo) merupakan ritual pemotongan kue adat sakral berbentuk kerucut raksasa yang memegang peranan penting dalam peradaban etnis Sangihe. Secara etimologis, sebagian kalangan mengartikan kata Tamo dari istilah Tamolokang, yang didefinisikan sebagai sebuah kelengkapan. Lebih dari sekadar sajian kuliner, Tamo diyakini sebagai simbol pernyataan cinta yang lahir dari kisah percintaan suci antara Gumansalangi dan Sangiang Konda Wulaeng—putri kayangan yang menjadi cikal bakal atau ibu dari orang-orang Sangihe sekaligus pendiri kerajaan di Sangihe. Kue Tamo tradisional terbuat dari komoditas hasil bumi lokal seperti beras, gula merah, dan santan, dengan sebutir telur yang ditancapkan di puncaknya sebagai simbol kehidupan baru yang diamanatkan dalam kisah Konda Wulaeng. Catatan Penting mengenai Tradisi: Berdas...

Meity Kalangi,Kapten Kapal Perempuan Asal Wiau Lapi Tareran

Gambar
  Dr. Meyti Hanna Ester Kalangi, S.Sos ., MM., MMar.: Kapten Kapal Perempuan dari Puncak Bukit Tareran Diihimpun dari berbagai sumber  Oleh : Alffian Walukow Dr. Meyti Hanna Ester Kalangi, S.Sos., MM.,   pemimpin di lingkungan pendidikan tinggi maritim yang sarat akan tradisi kedisiplinan ketat tentu bukan perkara mudah. Namun, bagi Dr. Meyti Hanna Ester Kalangi, S.Sos., MM., MMar., tantangan tersebut justru menjadi ladang pengabdian untuk menorehkan tinta emas. Berasal dari tanah Minahasa, tepatnya dari sejuknya pemandangan di Puncak Bukit Tareran, perjalanan hidup beliau adalah kisah inspiratif tentang ketekunan, ketangguhan, dan dedikasi luar biasa dalam mengarungi samudra kepemimpinan dunia maritim Indonesia. 1. Dari Puncak Bukit Tareran Menuju Luasnya Samudra Lahir dan dibesarkan di kawasan pegunungan Minahasa—tepatnya di daerah Tareran yang dikenal dengan bentang alamnya yang asri dan berbukit—membentuk karakter dasar seorang Meyti Kalangi yang ulet dan tahan b...

Dua Kakak Beradik Berprestasi Asal Sidoarjo: Kebanggaan Wiau Lapi Minahasa Selatan dan Sulawesi Utara Di tengah gemerlapnya

Gambar
  Dua Kakak Beradik Berprestasi Asal Sidoarjo: Kebanggaan Wiau Lapi Minahasa Selatan dan Sulawesi Utara Di tengah gemerlapnya dunia pendidikan dan seni, keluarga besar asal Desa Wiau Lapi, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, patut berbangga. Dua orang kakak beradik berbakat yang kini berdomisili dan menempuh pendidikan di Sidoarjo, Jawa Timur—Alvaro Gavriell Soputan dan adiknya Michaela Bellatrix Soputan (Kayla)—telah menorehkan tinta emas melalui sederet prestasi gemilang di tingkat nasional hingga internasional. Tidak hanya itu, prestasi gemilang kedua kakak beradik ini juga melengkapi kebanggaan keluarga besar karena memiliki hubungan kekerabatan (sepupu) dengan Daniel Yunior Kapoyos, yang dinobatkan sebagai Nyong Sulawesi Utara 2026. 1. Akar Budaya dan Dukungan Keluarga Inspiratif Lahir dari darah Minahasa yang kental, kedua kakak beradik ini mewarisi ketekunan dan mental juara dari kedua orang tuanya: Sang Ibu, Dr.(c) Meyti Hanna Ester Kalangi, ...

KAKAK BERADIK BERPRESTASI DARI WIAU LAPI: Gabriella Ruth Fransien Lasut, S.Tr.M. dan Samuel Frederick Lasut, M.Grad.

Gambar
  KAKAK BERADIK BERPRESTASI DARI WIAU LAPI: Gabriella Ruth Fransien Lasut, S.Tr .M. dan Samuel Frederick Lasut, M.Grad . Anak-anak dari Rosita Somba. Dinamika generasi muda Sulawesi Utara selalu melahirkan figur-figur membanggakan yang memadukan kecerdasan intelektual, ketangguhan mental, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Di antara deretan nama tersebut, kakak beradik Gabriella Ruth Fransien Lasut, S.Tr .M. dan Samuel Frederick Lasut, M.Grad . muncul sebagai representasi cemerlang pemuda daerah asal Wiau Lapi, Minahasa Selatan, yang sukses mengukir prestasi gemilang di kancah regional, nasional, hingga internasional. Darah seni, kecintaan pada dunia pendidikan, dan etos kerja keras yang mengalir dalam diri keduanya tidak terlepas dari latar belakang keluarga. Berasal dari garis keturunan keluarga besar Lasut dan Somba di Desa Wiau Lapi, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, keduanya tumbuh dengan nilai-nilai kemandirian dan semangat untuk terus mengharumkan nama dae...

RIVEN KARUNDENG

Gambar
  Riven Karundeng: Manifestasi Keperawatan Modern yang Menghidupkan Seabad Garis Darah Pengabdian leluhurnya dari WIAU LAPI,Tareran Riven Karundeng telah mengukuhkan namanya sebagai salah satu figur muda paling menjanjikan di dunia keperawatan akademis dan klinis Indonesia. Sebagai seorang pakar yang berfokus pada spesialisasi Keperawatan Onkologi (Kanker) dan Perawatan Paliatif, ia mendedikasikan seluruh keahliannya untuk mendampingi serta memberikan kenyamanan bagi para pasien kanker di fase-fase akhir hidup mereka. Namun, ketulusan empati dan ketajaman klinis yang dimiliki Riven tidak tumbuh begitu saja. Di dalam nadinya, mengalir deras "darah keperawatan" legendaris lintas generasi yang membentang sejak era Hindia Belanda, berpindah dari belantara pedalaman Sulawesi hingga ruang kuliah modern saat ini. Abad ke-20: Kepahlawanan Mantri Cacar Kolonial di Medan Berat Rantai emas pengabdian medis keluarga ini berakar di Wiau Lapi, Minahasa, melalui sosok sang leluhur bern...

Biografi : C.A.S. TAMAWIWY, Pejuang Perintis Kemerdekaan Asal Talaud

Gambar
  PERINTIS KEMERDEKAAN ASAL TALAUD C.A.S. TAMAWIWY   LAYAK   JADI   PAHLAWAN   NAIONAL. Disusun   Ulang   oleh : Alffian   Walukow Berdasarkan artikel   berjudul : Tamawiwy   Marah   Karena   Gadis   Jogya   dihina Sumber : Koran Merdeka edisi Senin, 15 Februari 1988 .   1. Kehidupan Awal dan Masa Muda (1887–1910) Cornelis Aker Sario (C.A.S.) Tamawiwy dilahirkan pada tanggal 12 Desember 1887 di Istana Kerajaan Talaud. Walaupun menyandang predikat sebagai seorang putera raja, sejak kecil ia dididik secara keras oleh kedua orang tua serta kakeknya. Didikan tersebut membentuk kepribadiannya yang tetap membaur dengan masyarakat luas serta senantiasa berperilaku bersahaja dalam sepanjang hidupnya.   Memasuki usia dewasa, pada periode tahun 1908 hingga 1910 , Tamawiwy bekerja di atas kapal Van der Hagen . Di kapal inilah wawasan politiknya mulai terbentuk setelah ia belajar dari Johan Najoan,...

MEDINOS BAND, Legenda Band Manado

Gambar
  Menolak Punah: Menelusuri Jejak Medinos Band, Legenda Musik Pop Manado Era 1970-An Oleh ; Alffian Walukow   MEDINOS BAND NICO MANDEY Bicara soal sejarah musik Indonesia era 1970-an, ingatan kolektif kita sering kali tertuju pada nama-nama besar di Pulau Jawa seperti Koes Plus, God Bless, atau Bimbo. Namun, jika kita menggeser kompas ke arah utara Nusantara, tepatnya di Kota Manado, Sulawesi Utara, terdapat satu nama besar yang gaungnya tidak kalah magis di masanya: Medinos Band. Sebagai pelopor modernisasi musik di Sulawesi Utara, Medinos Group bukan sekadar band penghibur. Mereka adalah perajin identitas budaya yang berhasil membawa warna musik pop daerah melintasi batas-batas geografis, bersanding dengan band-band angkatan pertama luar Jawa lainnya seperti Black Brothers dari Papua atau Golden Wing dari Palembang. 1. GOR Sario 1978: Panggung Saksi Kejayaan Maret 1978 menjadi catatan emas bagi Medinos. Dokumen media cetak nasional pada era tersebut mencatat momen bersejarah...