Postingan

Dalumatehē

Gambar
  DALUMATEHĒ DALAM BAHASA DAN KEBUDAYAAN SANGIHE Kajian Linguistik, Etnolinguistik, dan Transformasi Makna Menjadi Ritual Adat dan Doa Oleh   :   Alffian   Walukow Penganut  Kepercayaan  Sundeng sedang Berdoa Dalumatehē merupakan istilah dalam lingkungan bahasa dan kebudayaan Sangihe yang menarik karena memperlihatkan hubungan antara perubahan makna bahasa dan perkembangan praktik budaya. Dalam penggunaan masyarakat Sangihe masa kini, Dalumatehē dikenal sebagai suatu ritual adat dan doa , terutama dalam konteks menghadapi keadaan luar biasa, termasuk bencana alam. Sementara itu, sumber leksikografis lama memperlihatkan bentuk dalumatehē yang dirujukkan kepada lumatehē dan patehē . Pada kelompok patehē ditemukan medan makna yang berkaitan dengan melihat, mengamati, memperkirakan, menerka, dan meramal. Pada sumber yang sama terdapat pula leksem pate yang berarti mati atau membunuh, dengan bentuk turunan mamate, papate, tahapate, dan mĕtumpate ....

Prof. Dr. Jeffrey Oswald Wotulo, M.Th., Ph.D.

Gambar
  Pdt. Prof. Dr. Jeffrey Oswald Wotulo, M.Th., Ph.D.: Putra Wiau Lapi dalam Sejarah Pelayanan Pantekosta, Pendidikan Teologi, Fotografi, dan Seni Minahasa. Oleh ; Alffian W.P. Walukow Pdt. Prof. Dr. Jeffrey Oswald Wotulo, M.Th., Ph.D. merupakan figur terkemuka yang memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Desa Wiau Lapi, Kecamatan Tareran, Minahasa Selatan, serta perkembangan pelayanan Gereja Pantekosta di Sulawesi Utara. Perjalanan hidupnya memperlihatkan persinggungan unik antara kehidupan masyarakat pedesaan, pertanian, pendidikan, fotografi, seni musik tradisional, pelayanan gereja, dan pendidikan teologi. Keterangan mengenai dirinya didukung oleh kombinasi sumber sejarah lokal, dokumentasi keorganisasian gereja, serta silsilah keluarga pelayanan. 1. Akar Keluarga dan Silsilah Pelayanan Keluarga Besar Wotulo Desa Wiau Lapi memegang tempat penting dalam perjalanan hidup Oswald Wotulo. Berdasarkan dokumentasi sejarah lokal mengenai awal perkembangan Pantekosta di desa ter...

Kue Adat Tamo

Gambar
  Tradisi Pemotongan Kue Adat Tamo  dari Sangihe 1. Hakikat dan Arti Kata Tamo: Simbol Cinta Kasih Gumansalangi dan Sangiang Konda Wulaeng Tradisi Menuwang Tamo (atau Memoto Tamo) merupakan ritual pemotongan kue adat sakral berbentuk kerucut raksasa yang memegang peranan penting dalam peradaban etnis Sangihe. Secara etimologis, sebagian kalangan mengartikan kata Tamo dari istilah Tamolokang, yang didefinisikan sebagai sebuah kelengkapan. Lebih dari sekadar sajian kuliner, Tamo diyakini sebagai simbol pernyataan cinta yang lahir dari kisah percintaan suci antara Gumansalangi dan Sangiang Konda Wulaeng—putri kayangan yang menjadi cikal bakal atau ibu dari orang-orang Sangihe sekaligus pendiri kerajaan di Sangihe. Kue Tamo tradisional terbuat dari komoditas hasil bumi lokal seperti beras, gula merah, dan santan, dengan sebutir telur yang ditancapkan di puncaknya sebagai simbol kehidupan baru yang diamanatkan dalam kisah Konda Wulaeng. Catatan Penting mengenai Tradisi: Berdas...

Meity Kalangi,Kapten Kapal Perempuan Asal Wiau Lapi Tareran

Gambar
  Dr. Meyti Hanna Ester Kalangi, S.Sos ., MM., MMar.: Kapten Kapal Perempuan dari Puncak Bukit Tareran Diihimpun dari berbagai sumber  Oleh : Alffian Walukow Dr. Meyti Hanna Ester Kalangi, S.Sos., MM.,   pemimpin di lingkungan pendidikan tinggi maritim yang sarat akan tradisi kedisiplinan ketat tentu bukan perkara mudah. Namun, bagi Dr. Meyti Hanna Ester Kalangi, S.Sos., MM., MMar., tantangan tersebut justru menjadi ladang pengabdian untuk menorehkan tinta emas. Berasal dari tanah Minahasa, tepatnya dari sejuknya pemandangan di Puncak Bukit Tareran, perjalanan hidup beliau adalah kisah inspiratif tentang ketekunan, ketangguhan, dan dedikasi luar biasa dalam mengarungi samudra kepemimpinan dunia maritim Indonesia. 1. Dari Puncak Bukit Tareran Menuju Luasnya Samudra Lahir dan dibesarkan di kawasan pegunungan Minahasa—tepatnya di daerah Tareran yang dikenal dengan bentang alamnya yang asri dan berbukit—membentuk karakter dasar seorang Meyti Kalangi yang ulet dan tahan b...