Postingan

MEMORABILIA MUSIK MANADO GRUP BAND PARADISE DAN MAMBOSSA JAZZ BAND.

Gambar
MEMORABILIA MUSIK MANADO GRUP BAND PARADISE DAN MAMBOSSA JAZZ BAND. Oleh : Ratman Asrar 1. Grup Band "Paradise" Pendirian dan Sejarah: Didirikan di Manado pada tahun 1980 oleh Abdul Manaf Asrar ("Papa"). Grup ini aktif selama satu dekade sebelum akhirnya bubar pada akhir 1980-an. Sepeninggal "Paradise", estafet musik dilanjutkan oleh Om Leng di Lorong Sompo dengan peralihan genre ke musik modern. Genre Musik: Membawakan berbagai aliran musik, mencakup lagu-lagu Hawaiian, Keroncong, serta Pop Barat dan Indonesia dari era 60-an, 70-an, dan 80-an. Anggota Tim (yang masih teringat): Gitar Hawaiian: Litol dan Piet. Gitar Pengiring dan Vokal: Hans dan Yones. Bass Gitar dan Vokal: Manaf dan Edward. Drum dan Perkusi: Robert dan Mato. Keroncong: Saiful dan Cau. Gitar Melodi: Huan. Aktivitas Pentas: Sering tampil dalam berbagai acara, antara lain resepsi perkawinan, undangan instansi, dan acara televisi di TVRI Manado. Salah satu momen penting adalah...

Pendiri Taman Safari

Gambar
 Diaspora Nusa Utara dari Pulau Sangihe : HADI MANANSANG  (MIZU TJOA KIM HIAN) Dihimpun oleh : Alffian Walukow Dari Penyintas Badai Laut Utara hingga Pelopor Konservasi Indonesia. Pendiri  Oriental Sircus Indonesia dan Taman Safari. Masa Muda dan Pergolakan di Daratan China (1916–1940-an) Lahir di Shanghai, China, pada tahun 1916, pemuda bernama asli Mizu Tjoa Kim Hian ini tumbuh dengan memiliki keahlian khusus di bidang seni akrobat. Namun, kehidupan di tanah kelahirannya berubah drastis akibat pergolakan politik pasca-Perang Dunia II dan berkecamuknya perang saudara di daratan China. Demi menyambung hidup dan menghindari konflik, ia terpaksa bergabung dalam gelombang pengungsian besar-besaran ke Asia Tenggara pada pertengahan abad ke-20. Pelarian Ganas dan Penyelamatan di Kepulauan Sangir Perjalanan mencari suaka ini dipenuhi dengan marabahaya. Setelah sempat terdampar dan bertahan hidup di Filipina, situasi perairan yang kian gawat memaksanya untuk kembali melarikan di...

Tagonggong dan Klong Yao

Gambar
  Eksplorasi Komparatif Sejarah dan Peran Klong Yao serta Tagonggong dalam Pusaran Tradisi Nusantara dan Asia Tenggara Oleh : Alffian Walukow Klong Yao dari Thailand dan Tagonggong dari Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merepresentasikan dua warisan instrumen musik membranofon yang tidak hanya berfungsi sebagai alat penghasil bunyi, tetapi juga sebagai penjaga memori kolektif, identitas kultural, dan medium ritual masyarakat pendukungnya. Asal-Usul Historis dan Akar Peradaban Akar historis Klong Yao terbentang jauh ke masa kejayaan Kerajaan Ayutthaya di Siam (Thailand) antara tahun 1351 hingga 1767. Selain menjadi bagian dari tradisi seni komunal, instrumen gendang panjang ini dulunya terikat dengan struktur kemiliteran serta interaksi kultural dengan wilayah tetangga seperti Burma. Di sisi lain, Tagonggong di Kepulauan Sangihe memiliki periodisasi etnomusikologi yang berakar sejak abad ke-11. Pada masa lampau, instrumen ini menjadi fondasi spiritual dalam sistem kepercayaan a...

GUSTAF ADOLF MALONDA (1923–1982)

Gambar
  GUSTAF ADOLF MALONDA (1923–1982 ) Pelukis Minahasa yang Terlupakan dalam Sejarah Seni Rupa Sulawesi Utara Ada nama-nama seniman yang masuk dalam buku sejarah, tercatat dalam katalog pameran, diberitakan media, dan karyanya tersimpan di museum. Namun, ada pula seniman yang berkarya dalam diam. Karyanya tersimpan di rumah keluarga, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan namanya lebih banyak hidup dalam ingatan keluarga daripada dalam buku-buku sejarah seni. Salah satu sosok tersebut adalah Gustaf Adolf Malonda (1923–1982 ), seorang putra Minahasa yang dikenal sebagai pelukis, juru gambar (draftsman), dan tenaga teknis yang berkaitan dengan pekerjaan perencanaan dan pembangunan. Kini, setelah puluhan tahun berlalu, sejumlah lukisannya masih menjadi bagian dari warisan keluarga. Beberapa di antaranya pernah disimpan di rumah tua keluarga di Liningaan, Tondano. Salah satu karya bahkan kembali didokumentasikan oleh cucunya dan dibagikan melalui media sosial. Kis...

SIAPAKAH YANG LAYAK DISEBUT TONA'AS?

Gambar
  SIAPAKAH YANG LAYAK DISEBUT TONA'AS? Oleh ;Alffian Walukow. "Dia berpakaian sederhana dan tidak meninggikan diri" Di tengah kebangkitan kembali identitas budaya Minahasa, istilah Tona'as semakin sering terdengar. Gelar tersebut digunakan dalam berbagai kegiatan adat, organisasi kebudayaan, komunitas masyarakat, bahkan untuk menyebut tokoh-tokoh tertentu. Fenomena ini melahirkan sebuah pertanyaan yang sebenarnya sangat penting bagi sejarah dan kebudayaan Minahasa: Siapakah yang sesungguhnya layak disebut Tona'as? Apakah Tona'as adalah gelar yang dapat diwariskan berdasarkan garis keturunan? Apakah seseorang otomatis menjadi Tona'as karena berasal dari keluarga pemimpin adat? Apakah Tona'as adalah gelar kehormatan yang dapat diberikan kepada siapa saja yang dianggap berjasa? Ataukah Tona'as pada hakikatnya merupakan sebuah kedudukan yang lahir dari kemampuan, pengabdian, kepemimpinan, dan pengakuan masyarakat? Untuk menjawab pertanyaan ters...

BRAM MAKAHEKUM, SENIMAN ASAL SANGIHE, PENDIRI GRUP MUSIK KAMPUNGAN

Gambar
 Mengenal Kaum Diaspora Nusa Utara.  BRAM MAKAHEKUM.  kedekatannya dengan W.S. RENDRA, SETIAWAN DJODI, IWAN FALS DAN SAWUNG JABO. Oleh  :  Alffian  Walukow Bram Makahekum Musisi, Aktor, Penyair, Dramawan, Pendiri Kelompok Kampungan Bram Makahekum adalah seniman multidisiplin Indonesia asal Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Namanya dikenal sebagai musisi, penyair, aktor teater, aktor film, pencipta lagu, serta pendiri dan pemimpin Kelompok Kampungan, kelompok musik yang menjadi pelopor perpaduan musik rakyat, sastra, teater, dan kritik sosial di Indonesia. Bersama kelompok tersebut, Bram melahirkan karya-karya yang berpengaruh dalam perkembangan musik alternatif Indonesia sejak akhir 1970-an. Latar Belakang dan Keluarga Bram Makahekum lahir di Sangir (kini Kepulauan Sangihe), Sulawesi Utara. Menurut riwayat keluarga, ia berasal dari keturunan bangsawan Kerajaan Manganitu. Marga Makahekum merupakan salah satu marga yang memiliki kedudukan penting dalam struk...

SENIMAN MUSIK INDONESIA ; ANGGOMAN BERSAUDARA ASAL PULAU SIAU, SULAWESI UTARA

Gambar
  SENIMAN   MUSIK   INDONESIA ; ANGGOMAN BERSAUDARA ASAL   PULAU   SIAU, SULAWESI   UTARA Oleh   : Alffian   Walukow   1. Nyong Anggoman: Sang Inovator Pop Kreatif, Arsitek Vokal, dan Pelopor Modernisasi Pop Manado Nyong Anggoman menempati posisi terhormat dalam lembaran sejarah musik tanah air sebagai salah satu dari 100 Keyboardist Indonesia. Dedikasi musikalitasnya bercabang dua dengan kualitas yang sama besarnya: ia adalah performer yang sangat adaptif di panggung industri sekuler nasional Jakarta, sekaligus bertindak sebagai kurator dan konduktor utama yang mengangkat derajat musik daerah Sulawesi Utara ke tingkat estetika yang jauh lebih tinggi. A. Transformasi Pop Kreatif di Kancah Nasional Jejak profesional Nyong Anggoman di ibu kota menguji ketangkasannya di atas tuts keyboard dalam genre yang menuntut kedisiplinan groove tinggi: Era Emas Bersama The Rollies: Nyong dipercaya mengisi pos instrumen keyboard unt...