KAJIAN TOPONIMI DAN ONOMASTIK “MONANGO LABO”, “WENANG”, DAN “MANADO” BERDASARKAN KAJIAN HISTORIOGRAFI, LINGUISTIK, DAN KAMUS BAHASA DAERAH SULAWESI UTARA Oleh : Alffian Walukow Kajian ini berangkat dari tulisan berjudul Historiografi “Wenang”: Membedakan Wenang dari Manado Tua dan Manado karya Denni H.R. Pinontoan. Tulisan tersebut menekankan pentingnya membedakan tiga entitas historis yang selama ini sering dipertukarkan secara tidak tepat, yaitu Wenang, Manado Tua, dan Manado. Dalam historiografi lokal Sulawesi Utara, nama “Wenang” dipahami sebagai nama asli kawasan daratan yang kini menjadi Kota Manado. Nama ini merujuk pada pemukiman tua di pesisir Minahasa yang berhubungan dengan keberadaan pohon wenang ( Macaranga hispida ). Sementara itu, “Manado” pada awalnya lebih berkaitan dengan pulau di Teluk Manado yang sekarang dikenal sebagai Manado Tua atau Babontehu. Tulisan Denni H.R. Pinontoan juga mengangkat istilah “Monango Labo” sebagai bagian pent...