Postingan

PENOLAKAN RENOVASI GEREJA RUMOONG ATAS OLEH PENDUDUK HUTAN

Gambar
  PENOLAKAN RENOVASI GEREJA RUMOONG ATAS OLEH PENDUDUK HUTAN DAN DOKUMEN SURAT PERMANDIAN TAHUN 1940 I. Rencana Renovasi Gereja Rumoong Atas dan Penolakan Sebagian Penduduk (1869–1872) Rencana renovasi Gereja Rumoong Atas telah muncul sejak lama. Bahkan, menurut laporan tahun 1872, persiapan kayu untuk pembangunan sudah tersedia. Namun, rencana tersebut sempat mendapat penolakan dari sebagian penduduk, khususnya penduduk Bosch (penduduk yang masih tinggal di wilayah hutan). Mereka menginginkan agar kayu yang telah disiapkan itu digunakan untuk pembangunan pasar di depan gereja, bukan untuk renovasi gereja. Perbedaan pandangan ini menyebabkan tertundanya pelaksanaan pembangunan. Padahal, rencana renovasi tersebut telah dibicarakan selama bertahun-tahun. Pejabat pemerintah seperti HAPPÉ datang dan menyetujui renovasi. Warga VAN DEINSE juga menyatakan persetujuan bahwa pekerjaan pertukangan akan dilakukan, meskipun diminta sedikit waktu lagi. Namun, warga pada waktu itu masih ...

Tata Upacara Adat Tulude 2026

Gambar
 Tata Upacara Adat Tulude dan HUT Sangihe ke 601 Tahun

Tari Perang Maluku, Minahasa dan Sangihe

Gambar
  Episentrum Ksatria Timur: Sintesis Sejarah, Seni Rupa, dan Linguistik dalam Tari Perang Maluku, Minahasa, dan Sangihe. Artikel ini mengeksplorasi sintesis sejarah, seni rupa, dan linguistik pada tarian perang di Nusantara Timur, khususnya Cakalele (Maluku), Kabasaran (Minahasa), serta Salo dan Alabadiri (Sangihe). Secara historis, tarian-tarian ini berevolusi dari ritual ksatria purba menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme. Dari perspektif linguistik, terjadi pelapisan makna pada istilah seperti Caka (roh) dan Upase (pengawal), yang mencerminkan adaptasi bahasa lokal terhadap pengaruh asing. Dalam aspek seni rupa, penggunaan warna merah dan geometri perisai Salawaku serta Pata melambangkan kosmologi perlindungan dan keberanian. Kajian ini menyimpulkan bahwa meskipun kolonial Belanda menggeneralisasi tarian ini sebagai "Cakalele," masing-masing memiliki genealogi unik yang memperkokoh identitas kultural maritim. English This article explores the synthesis of hist...

Dokumentasi Perayaan HUT Ke-1 Kabupaten Minahasa Selatan

Gambar
  "Menolak Lupa! Kemeriahan Ikonik saat Kabupaten Minahasa Selatan Baru Berdiri. Dokumentasi Perayaan HUT Ke-1 Kabupaten Minahasa Selatan 1. Kue Ulang Tahun Raksasa (Tinggi 5 Meter) Bupati pertama Minahasa Selatan berpose di depan Kue Ulang Tahun ikonik yang dirancang khusus oleh Alffian Walukow . Kue setinggi 5 meter ini merupakan instalasi seni kuliner berbentuk kerucut yang menyatukan ragam penganan tradisional khas Minahasa Selatan. Penyusunan kue ini dilakukan oleh Alffian Walukow bersama tim selama tiga hari tiga malam, menggunakan lebih dari 1.500 bungkus kudapan dan kuliner khas, di antaranya: Kue Tradisional: Panada, Apang, Cucur, Bagea, Bangket, dan Halua. Camilan & Lauk: Kacang Goyang, Nasi Jaha, Dodol, Roa Gepe, dan Ikan Alus. Sebagai simbol perayaan, di puncak kue diletakkan obor yang terbuat dari bambu ( bulu tambelang ), yang kemudian dinyalakan secara resmi oleh Bapak dan Ibu Bupati. 2. Dodol Raksasa Sepanjang 12 Meter Selain k...

Kedatuan Luwu - Propinsi Tanah Luwu

Gambar
  Kedatuan Luwu bakal PROPINSI LUWU Kedatuan Luwu menempati posisi sentral sebagai "Negara Ibu" dalam kosmologi Bugis di Sulawesi Selatan. Eksistensinya tidak hanya terekam dalam ingatan kolektif melalui mitologi, tetapi juga telah diformalisasikan secara hukum sebagai entitas sejarah yang memiliki hari jadi resmi. Kajian ini membedah Luwu melalui tiga lensa: literasi kuno, transformasi politik, dan proses penentuan periodisasi sejarahnya. Secara linguistik, Kedatuan Luwu adalah pemilik epik Sureq Galigo, salah satu karya sastra terpanjang di dunia. Bahasa Bugis Kuno: Naskah Galigo menggunakan bahasa Bugis kuno (Basa Torilangi) yang secara morfologis memiliki perbedaan signifikan dengan bahasa Bugis modern. Penggunaan diksi dalam naskah ini mencerminkan struktur sosial yang sangat teratur. Transmisi Oral ke Tulis: Penulisan naskah ini dalam aksara Lontara menunjukkan transisi dari tradisi lisan ke tradisi tulis yang mapan di Luwu sejak abad ke-14, menandakan tingkat intel...

Karnaval Seni Budaya di Menado tahun 1923.

Gambar
  Skenario : Karnaval   Seni   Budaya di Menado tahun 1923. Hari Sabtu 1 September 1923. Dalam rangka peringatan 25 tahun pemerintahan Yang Mulia Ratu Wilhelmina. RATU  WILLHELMINA 1. Era Pra-Kolonial dan Legenda (Asal-usul) Meskipun tidak memiliki angka tahun pasti, bagian awal ini merujuk pada masa purba Minahasa pasca "Banjir Besar". Penyatuan Mina-esa: Legenda Pingkan dan Matindas yang menjadi simbol lahirnya persatuan suku-suku menjadi nama "Minahassa". Watu Pinawetengan: Pembagian wilayah menjadi empat suku utama di sebuah batu besar di Kawangkoan. 2. Era Kontak Eropa Pertama (Abad 16 - 17) Tahun 1538: Kedatangan Antonio Galvano, Gubernur Portugis di Maluku, yang memulai jejak hubungan dengan bangsa Eropa. Tahun 1640: Awal masa pertengahan ( middentijd ) yang ditandai dengan perkenalan masyarakat Minahasa dengan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC). Tahun 1654: Kunjungan Sersan Koningge k...