Postingan

TARERAN DULU DAN KINI

Gambar
  JALUR MIGRASI DAN GEOPOLITIK TONTEMBOAN : DARI PETA TARERAN 1857 MENUJU KESEPAHAMAN LAHIRNYA MINAHASA SELATAN                           Sumber   Primer                             Peta   Tareran Tua   1. Analisis Spasial Peta Graafland 1857: Akar Teritorial Berdasarkan peta N. Graafland (1857) , kawasan Tareran digambarkan sebagai titik temu penting yang memiliki struktur pemukiman mapan. Deskripsi peta ini menunjukkan dua kutub besar yang dipisahkan secara sosiokultural: Jalur   Persebaran Garis Biru (Batas Komunitas): Merupakan garis demarkasi antara Komunitas Kawangkoan dan Komunitas Sonder . Batas ini bukan sekadar garis administratif, melainkan pembatas loyalitas Walak dan pelayanan gereja mula-mula. Komunitas Kawangkoan : Meliputi   Rumoong Atas, Lansot, Wiau,...

Prasasti Masahar (juga dikenal sebagai Prasasti Gemekan).

Gambar
Prasasti Masahar (Prasasti Gemekan) Tahun 930 Masehi 1. Identitas Prasasti Berdasarkan sumber primer yang Anda unggah, berikut adalah identitas dasarnya: Tokoh Utama: Dikeluarkan oleh Mpu Sindok, yang memiliki beberapa variasi nama dan gelar resmi dalam teks: Sri Isanawikrama Dharmmotunggadewa: Gelar penobatan resmi (abhisheka). Sri Maharaja Rakai Hino Pu Sindok: Gelar penguasa tertinggi. Sri Isanawatunggadewa: Penegasan sebagai pendiri Dinasti Isana. Rakai Hino Mpu Sindok: Nama saat menjabat sebagai pejabat tinggi sebelum naik takhta. Waktu: Tertulis angka tahun 852 Saka, atau sekitar 7 Oktober 930 Masehi. Bahasa & Aksara: Menggunakan bahasa Jawa Kuno dan aksara Kawi. 2. Analisis Multidisipliner A. Kajian Arkeologi Penemuan: Ditemukan pada 9 Februari 2022 di Situs Gemekan, Mojokerto, pada kedalaman 130 cm. Material dan Dimensi: Terbuat dari batu andesit berbentuk prisma dengan tinggi 91 cm, lebar 88 cm, dan tebal 21 cm. Konteks Situs: Ditemukan in situ di dekat rerun...

MANUSKRIP PUSTAHA LAKLAK Dari BATAK

Gambar
  KAJIAN MANUSKRIP PUSTAH LAKLAK A LAKLAK  1. Kajian Arkeologi (Materialitas & Teknik) Melalui foto close-up, kita dapat melihat karakteristik fisik yang lebih spesifik: Identifikasi Material: Serat kayu yang kasar dan berpori mengonfirmasi penggunaan kulit pohon Alim (Aquilaria malaccensis) yang diproses tanpa melalui tahap fermentasi panjang, sehingga tekstur alaminya masih sangat terlihat. Alat Gores: Ketebalan garis pada aksara dan ilustrasi menunjukkan penggunaan panggul atau alat tulis dari lidi pohon aren. Tinta tampak meresap ke dalam serat kayu, menandakan kualitas tinta tradisional yang tinggi (campuran jelaga dan getah). Jejak Lipatan: Pada foto kedua, terlihat jelas sisa-sisa lipatan akordeon yang menunjukkan bahwa naskah ini dirancang untuk dapat dibawa dengan mudah oleh seorang Datu dalam perjalanan. 2. Kajian Filologi (Diagram & Makna Tekstual) Detail pada foto pertama memperlihatkan struktur "Buku Mantra" yang sangat teratur: Diagram Geometris:...

REKONSTRUKSI VISUAL DAN SOSIO-SPASIAL KOMPLEKS MISI LANGOWAN 1847: KAJIAN INTERDISIPLINER ATAS LITOGRAFI J.G. SCHWARZ DALAM DISKURSUS MODERNITAS MINAHASA

Gambar
REKONSTRUKSI VISUAL DAN SOSIO-SPASIAL KOMPLEKS MISI LANGOWAN 1847: KAJIAN INTERDISIPLINER ATAS LITOGRAFI J.G. SCHWARZ DALAM DISKURSUS MODERNITAS MINAHASA Oleh :  Alffian  Walukow   KATA PENGANTAR Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya laporan penelitian mandiri yang berjudul "Rekonstruksi Visual dan Sosio-Spasial Kompleks Misi Langowan: Kajian Interdisipliner atas Litografi J.G. Schwarz 1847 dalam Diskursus Modernitas Minahasa". Penelitian ini merupakan bentuk dedikasi pribadi untuk menggali kembali akar sejarah dan kekayaan seni rupa yang tersimpan dalam lembaran artefak masa lalu yang sering kali terlupakan oleh arus zaman. Objek penelitian ini, sebuah litografi dari tahun 1847, bukan sekadar gambar cetak tua yang kehilangan maknanya. Ia adalah jendela visual yang membawa kita kembali ke masa di mana "fajar baru" pendidikan dan peradaban modern mulai menyingsing di tanah Langowan. Melalui kacamata seni rupa, penelitian ini berupaya ...

Perbedaan kata SMOKOL Sangihe dan Minahasa

Gambar
  Smokol dalam Perspektif Budaya dan Linguistik: Transformasi Makna, Stratifikasi Bahasa, dan Identitas Sosial di Sulawesi Utara Oleh  :  Alffian W.P.  Walukow Sagu  Bakar  Sangihe Jenis "Lau Wango" Dalam khazanah bahasa di Sulawesi Utara, kata Smokol (atau Semokol ) merupakan salah satu fenomena linguistik yang memperlihatkan dinamika lintas bahasa, lintas sejarah, dan lintas makna. Kata ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas makan, tetapi juga merekam jejak kolonialisme, proses adaptasi fonologis, stratifikasi sosial, hingga pembentukan identitas budaya lokal. Fenomena Smokol memperlihatkan bagaimana sebuah kosakata dapat melakukan perjalanan dari bahasa kolonial ke bahasa lokal, mengalami perubahan bunyi dan makna, lalu hidup sebagai simbol kebersamaan masyarakat. Dalam konteks ini, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang negosiasi budaya dan sejarah. Akar Etimologi dan Pergeseran Makna Secara historis, kata Smokol dalam baha...

PENOLAKAN RENOVASI GEREJA RUMOONG ATAS OLEH PENDUDUK HUTAN

Gambar
  PENOLAKAN RENOVASI GEREJA RUMOONG ATAS OLEH PENDUDUK HUTAN DAN DOKUMEN SURAT PERMANDIAN TAHUN 1940 I. Rencana Renovasi Gereja Rumoong Atas dan Penolakan Sebagian Penduduk (1869–1872) Rencana renovasi Gereja Rumoong Atas telah muncul sejak lama. Bahkan, menurut laporan tahun 1872, persiapan kayu untuk pembangunan sudah tersedia. Namun, rencana tersebut sempat mendapat penolakan dari sebagian penduduk, khususnya penduduk Bosch (penduduk yang masih tinggal di wilayah hutan). Mereka menginginkan agar kayu yang telah disiapkan itu digunakan untuk pembangunan pasar di depan gereja, bukan untuk renovasi gereja. Perbedaan pandangan ini menyebabkan tertundanya pelaksanaan pembangunan. Padahal, rencana renovasi tersebut telah dibicarakan selama bertahun-tahun. Pejabat pemerintah seperti HAPPÉ datang dan menyetujui renovasi. Warga VAN DEINSE juga menyatakan persetujuan bahwa pekerjaan pertukangan akan dilakukan, meskipun diminta sedikit waktu lagi. Namun, warga pada waktu itu masih ...