MAKNA ZIARAH DALAM KEBUDAYAAN SANGIHE
KAJIAN ETNOLINGGUISTIK: KONSEP KUNJUNGAN DALAM KOSAKATA SANGIHE DAN PERGESERAN MAKNA ZIARAH TRADISIONAL Dalam kebudayaan tua suku Sangihe, konsep mengenai mobilitas fisik untuk menemui atau mendatangi suatu objek tidak dipandang sekadar sebagai perpindahan tempat yang profan. Berdasarkan analisis semantik terhadap kosakata kuno Sangihe-Belanda yang disajikan, kata "ziarah" dalam kosmologi kuno Sangihe memiliki akar filosofis yang berbeda dengan konsep ziarah modern (yang sering kali diartikan sebagai perjalanan khusus ke pemakaman umum atau tempat keramat yang jauh). Dalam kebudayaan tua suku Sangihe, secara historis tidak ada tradisi berziarah ke makam atau kuburan. Hal ini dikarenakan karakteristik penguburan masa lalu masyarakat Sangihe tidak dipusatkan di lahan pemakaman umum yang terpisah. Sebagian besar kubur orang Sangihe di masa lalu berada di lingkungan domestik—terletak di dekat rumah, di samping rumah, di bawah kolong rumah, bahkan ada yang berada di dalam r...