Postingan

penetapan 168 orang PENGUASA PRIBUMI UTAMA Nusantara. Dokumen Hindia Belanda 1871

Gambar
Penetapan 168  orang PENGUASA PRIBUMI  UTAMA  Nusantara Sumber  :  Dokumen Hinda  Belanda  tahun 1871 Tahun 1871 : Tahun ini merupakan masa yang sangat penting dalam sejarah kolonial karena: Berlakunya UU Agraria 1870 (Agrarische Wet): Setahun sebelum 1871, Belanda mulai menghapus sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) dan membuka keran bagi modal swasta asing untuk masuk ke Hindia Belanda. Era Liberal: Tahun 1871 adalah puncak dari dimulainya era liberal, di mana perkebunan besar (seperti kopi, gula, dan tembakau) mulai dikelola oleh perusahaan swasta, bukan lagi monopoli pemerintah atau kongsi dagang seperti VOC.   Berikut adalah daftar nama-nama kerajaan, wilayah kekuasaan, atau kadipaten yang disebutkan dalam seluruh dokumen tersebut, disusun secara sistematis berdasarkan pengelompokan wilayahnya:   I. Jawa Soerakarta (Surakarta) Djokjakarta (Yogyakarta) Mangkunegaran ...

“Oetusan K.P.M Bangsa Tondano – Djokjakarta, 18 Desember 1938”

Gambar
  Cerita   kecil   yang   tidak harus   ada   dalam   Sejarah. Foto “Oetusan K.P.M Bangsa Tondano – Djokjakarta, 18 Desember 1938” Milik. H.A. Sambur Kajian Seni Rupa Fotografi dan Konteks Sejarah Kongres Kerapatan Panyambung Minahasa Oleh  : Alffian  Walukow Fotografi pada masa Hindia Belanda tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai medium representasi identitas sosial, politik, dan kultural suatu kelompok masyarakat. Dalam kajian seni rupa fotografi, foto dipahami sebagai artefak visual yang mengandung unsur estetika sekaligus konteks historis. Melalui komposisi gambar, pose subjek, busana, serta atribut yang muncul di dalamnya, sebuah foto dapat merepresentasikan identitas sosial dan jaringan organisasi masyarakat pada zamannya. Salah satu foto penting dalam konteks sejarah Minahasa adalah foto kelompok yang memuat tulisan pada papan identitas: “18-12-1938” “Oetusan K.P.M Bangsa Tondano” “Djokjakart...

JEJAK SPIRITUAL NUSANTARA DALAM MANUSKRIP MANILA 1590

Gambar
  JEJAK SPIRITUAL NUSANTARA DALAM MANUSKRIP MANILA 1590: BATHALA, RITUAL, DAN RAHASIA ALAM (Religi Tua Filipina yang juga pernah dipraktikkan di Sulawesi pada masa silam) Oleh  :  Alffian  Walukow Pada akhir abad ke-16, ketika kekuasaan kolonial Spanyol mulai mengukuhkan dirinya di kepulauan Filipina, para penulis kolonial mencatat berbagai pengamatan tentang kehidupan masyarakat lokal. Salah satu sumber penting adalah Manuskrip Manila tahun 1590, sebuah dokumen yang menggambarkan sistem kepercayaan masyarakat di Luzon, Panay, dan Cebu sebelum proses kristenisasi berlangsung sepenuhnya. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun masyarakat di wilayah-wilayah ini berbicara dalam bahasa yang berbeda, mereka memiliki struktur kosmologi dan praktik religius yang sangat serupa. Dunia spiritual mereka memandang alam semesta sebagai ruang yang dipenuhi oleh hubungan antara manusia, roh leluhur, dan kekuatan ilahi. Dalam perspektif antropologi sejarah, manuskrip ini ...