Postingan

BENCANA LESABE MANALU 1913

Gambar
  Tragedi Gempa & Longsor Sangihe 1913: Kampung Lesabe Lenyap, 117 Warga Tertimbun Hidup-Hidup Tragedi ini menjadi awal Lahirnya Kampung Malamenggu dan Bulude oleh pengungsi dari kampung sekitar Lesabe. Oleh; Alffian Walukow TABUKAN, KEPULAUAN SANGIHE — Sebuah laporan memilukan dari arsip kolonial awal abad ke-20 membuka kembali tabir salah satu bencana alam paling mematikan di utara Sulawesi (Celebes). Pada 14 Maret 1913, gempa tektonik dahsyat yang memicu pergeseran tanah skala besar mengguncang Kepulauan Sangihe dan Talaud. Bencana ini meratakan permukiman warga dan menelan ratusan korban jiwa. Berdasarkan telegram resmi otoritas setempat, dampak terparah berpusat di Pulau Sangihe Besar, tepatnya di wilayah kedatuan (landschap) Tabukan. Kesaksian Mencekam dari Lokasi Bencana Kontrolir Sipil pemerintah Hindia Belanda yang bertugas saat itu, J. J. C. van Dijk, menggambarkan situasi mencekam saat pertama kali tiba di lokasi. Distrik Menalu—salah satu kawasan terpadat saat ...

Kampung Talengen sejak 1904

 TALENGEN SANGIHE — Menelusuri sejarah perbatasan utara Nusantara seolah membuka kembali lembaran-lembaran arsip kolonial yang berdebu. Salah satu wilayah yang menyimpan rekam jejak historis yang kuat adalah Talengen, sebuah kampung yang kini terletak di Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Berdasarkan investigasi dokumen primer abad ke-20, Talengen tercatat bukan sekadar pemukiman biasa. Di masa lalu, wilayah dengan lanskap lembah berbatuan ini merupakan salah satu episentrum penting dalam konstelasi birokrasi, ekonomi perkebunan, hingga pelayanan sosial di Pulau Sangihe Besar. Berikut adalah rekonstruksi jurnalisme sejarah mengenai dinamika perkembangan Talengen dari masa ke masa: Awal Abad ke-20: Masuk dalam Administrasi Kolonial dan Jalur Laut Nama Talengen secara resmi mulai muncul dalam dokumen tata negara Hindia Belanda pada tahun 1904 melalui kitab Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië. Saat itu, Talengen dicatat bersanding dengan w...

MAKNA ZIARAH DALAM KEBUDAYAAN SANGIHE

Gambar
  KAJIAN ETNOLINGGUISTIK: KONSEP KUNJUNGAN  DALAM KOSAKATA SANGIHE DAN PERGESERAN MAKNA ZIARAH TRADISIONAL Dalam kebudayaan tua suku Sangihe, konsep mengenai mobilitas fisik untuk menemui atau mendatangi suatu objek tidak dipandang sekadar sebagai perpindahan tempat yang profan. Berdasarkan analisis semantik terhadap kosakata kuno Sangihe-Belanda yang disajikan, kata "ziarah" dalam kosmologi kuno Sangihe memiliki akar filosofis yang berbeda dengan konsep ziarah modern (yang sering kali diartikan sebagai perjalanan khusus ke pemakaman umum atau tempat keramat yang jauh). Dalam kebudayaan tua suku Sangihe, secara historis tidak ada tradisi berziarah ke makam atau kuburan. Hal ini dikarenakan karakteristik penguburan masa lalu masyarakat Sangihe tidak dipusatkan di lahan pemakaman umum yang terpisah. Sebagian besar kubur orang Sangihe di masa lalu berada di lingkungan domestik—terletak di dekat rumah, di samping rumah, di bawah kolong rumah, bahkan ada yang berada di dalam r...

KEPULAUAN TALAUD DALAM JALUR KUASA DAN MONOPOLI VOC ABAD KE-17 HINGGA AWAL ABAD KE-18

Gambar
  KEPULAUAN TALAUD DALAM JALUR KUASA DAN MONOPOLI VOC ABAD KE-17 HINGGA AWAL ABAD KE-18 Oleh : Alffian   Walukow Kajian ini merekonstruksi kondisi geografis, demografis, tata politik, militer, serta dinamika sosial-keagamaan di Kepulauan Talaud pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. Dengan mengandalkan sumber primer kolonial, terutama mahakarya François Valentyn, Oud en Nieuw Oost-Indië (1724), serta laporan ekspedisi militer-sipil VOC, studi ini menunjukkan bahwa Talaud bukanlah wilayah pinggiran yang pasif. Sebaliknya, Kepulauan Talaud merupakan arena kontestasi geopolitik yang dinamis antara kerajaan-kerajaan lokal (Tabukan, Taruna, Manganitu, Siau, dan Tagulandang), Kesultanan Ternate, Kesultanan Maguindanao di Filipina Selatan, dan VOC yang agresif dalam memaksakan monopoli rempah-rempah melalui kebijakan ekstirpasi. BAB I: GEOGRAFI MARITIM DAN PETA DEMOGRAFI KEPULAUAN TALAUD 1. Letak Spesifik dan Signifikansi Navigasi Dalam konstelasi geopolitik marit...