RIVEN KARUNDENG
Riven Karundeng: Manifestasi Keperawatan Modern yang Menghidupkan Seabad Garis Darah Pengabdian leluhurnya dari WIAU LAPI,Tareran
Riven Karundeng telah mengukuhkan namanya sebagai salah satu figur muda paling menjanjikan di dunia keperawatan akademis dan klinis Indonesia. Sebagai seorang pakar yang berfokus pada spesialisasi Keperawatan Onkologi (Kanker) dan Perawatan Paliatif, ia mendedikasikan seluruh keahliannya untuk mendampingi serta memberikan kenyamanan bagi para pasien kanker di fase-fase akhir hidup mereka.
Namun, ketulusan empati dan ketajaman klinis yang dimiliki Riven tidak tumbuh begitu saja. Di dalam nadinya, mengalir deras "darah keperawatan" legendaris lintas generasi yang membentang sejak era Hindia Belanda, berpindah dari belantara pedalaman Sulawesi hingga ruang kuliah modern saat ini.
Abad ke-20: Kepahlawanan Mantri Cacar Kolonial di Medan Berat
Rantai emas pengabdian medis keluarga ini berakar di Wiau Lapi, Minahasa, melalui sosok sang leluhur bernama Yunus Palar Sinaulan. Pada dekade 1930-an hingga 1940-an, kakek Yunus mengemban tugas berat dari dinas kesehatan kolonial sebagai seorang Mantri Cacar (Vaccinateur). Di era ketika wabah cacar menjadi pembunuh massal yang menakutkan, kakek Yunus harus menembus hutan belantara yang belum terjamah dan menyeberangi pedalaman Donggala hingga Sulawesi Barat demi menyukseskan program vaksinasi.
Perjalanan yang bertaruh nyawa itu tidak ia lalui sendiri. Ia didampingi oleh nenek buyut Riven, Justintje Walukow Sinaulan. Perempuan tangguh ini setia mendampingi Pamannya Yunus di garis depan, menembus medan geografis yang ekstrem, mengatasi keterbatasan logistik, hingga menghadapi tantangan kultural masyarakat demi memutus rantai penularan wabah.
Dari ketabahan pasangan perintis kesehatan inilah lahir sang kakek, Nyong Walukow. Melanjutkan misi mulia orang tuanya, kakek Nyong mengabdi sebagai tenaga medis di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, menjadi salah satu pilar yang membangun fondasi awal layanan kesehatan masyarakat pasca-kemerdekaan di tanah Minahasa.
Pondasi Keluarga Modern di Manado
Nilai-nilai edukasi, literasi, dan pelayanan yang telah mengakar selama hampir satu abad dipelihara dengan sangat baik oleh generasi berikutnya di Manado. Ayah Riven, Steven N. Karundeng (lahir 23 Agustus 1971), merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang mendedikasikan hidupnya sebagai Guru di SMP Negeri 7 Manado. Latar belakang pendidikannya di IKIP Negeri Manado / Universitas Negeri Manado (UNIMA) menanamkan disiplin akademik yang kuat pada anak-anaknya. Di ranah digital, sang ayah juga dikenal luas sebagai seorang kreator digital.
Di sisi lain, sang ibu, Rinny Walukow (lahir 15 Maret 1973)—yang membawa marga luhur Walukow—menjadi jangkar emosional terpenting bagi keluarga. Hubungan keluarga yang harmonis dan penuh dukungan moril menjadi bahan bakar utama yang membentuk takdir Riven Karundeng untuk kembali meneruskan estafet pelayanan medis leluhurnya.
Lompatan Akademis dan Jejak Pendidikan di Amerika Serikat
Memulai langkah awalnya di Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado, Riven lulus meraih gelar Sarjana Keperawatan dengan predikat Cum Laude dan langsung dipercaya menjadi asisten dosen sepanjang tahun 2017–2023. Dedikasinya yang besar membawanya terbang ke Ibu Kota untuk menempuh pendidikan tingkat lanjut di Universitas Indonesia (UI). Di UI, ia kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih gelar Magister Keperawatan Onkologi (Cum Laude) dan melanjutkan program Spesialis Keperawatan Onkologi / Advanced Practice Registered Nurse (APRN).
Untuk memperluas cakrawala sains medisnya di kancah global, Riven Karundeng juga mengikuti pendidikan keprofesian di Amerika Serikat. Ia menempuh pelatihan intensif dan meraih sertifikasi internasional Oncology Patient Navigator - Certified Generalist (OPN-CG) langsung dari The George Washington University Cancer Center, Washington D.C. Pendidikan dan pelatihan di Amerika Serikat ini membekalinya kemampuan navigasi pasien kanker berstandar global, memungkinkannya memandu pasien melewati labirin pengobatan kanker yang kompleks dan multidimensional.
Kontribusi Abad ke-21: Sains Bertemu dengan Jiwa
Kini, Riven mendedikasikan ilmunya sebagai Dosen (Lecturer) di Institut Tarumanagara, Jakarta Selatan. Riset ilmiahnya berfokus penuh pada aspek psikologis dan spiritual pasien kanker lewat penerapan Peaceful End of Life Theory menggunakan terapi remediasi (reminiscence therapy). Keahliannya diakui secara luas, didukung oleh sertifikasi Certified Basic Counseling (CBC) serta Good Clinical Practice dari NIDA Clinical Trials Network.
Tidak hanya aktif di ruang perawatan dan laboratorium, Riven juga aktif dalam organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) serta pernah mengemban amanah sosial sebagai Co-Lead gerakan lingkungan World Cleanup Day Indonesia di Kota Manado.
Epilog: Rantai Emas yang Tak Terputus
Dari Mantri Cacar Yunus Palar Sinaulan yang membawa tabung vaksin menembus belantara Donggala tahun 1930, diteruskan oleh Justintje Walukow dan kakek Nyong Walukow, hingga akhirnya termanifestasi pada studi global dan pencapaian akademik Riven Karundeng di abad ke-21. Sejarah mencatat bahwa keluarga ini tidak sekadar memilih profesi, melainkan merawat peradaban.
Melalui profil profesionalnya yang dapat dilihat di LinkedIn Riven Karundeng, Riven membuktikan kebenaran dari prinsip hidupnya: bahwa praktik keperawatan terbaik terjadi ketika sains modern bertemu dengan ketulusan jiwa.
