Jendral TNI, Keturunan Sulawesi Utara

 

NAPAS JUANG NYIUR MELAMBAI

Jejak Para Jenderal, Laksamana, Marsekal dan Perwira Tinggi TNI Asal Sulawesi Utara Pengawal Kedaulatan Ibu Pertiwi


Sulawesi Utara memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Tentara Nasional Indonesia. Dari Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow hingga Kepulauan Sangihe, daerah ini telah melahirkan prajurit-prajurit yang kemudian mencapai pangkat tinggi dan menduduki jabatan strategis dalam sejarah pertahanan Republik Indonesia.

Mereka hadir dalam berbagai generasi.

Ada yang berjuang sejak masa revolusi kemerdekaan. Ada yang menjadi panglima teritorial pada masa awal Republik. Ada yang membangun pasukan khusus. Ada yang menjadi Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Badan Intelijen Strategis, Panglima Divisi Kostrad, Pangdam, gubernur akademi militer, hingga pejabat strategis pertahanan negara.

Karena itu, tulisan ini menggunakan pengertian “asal Sulawesi Utara” secara geografis dan genealogis yang hati-hati. Tokoh yang lahir di wilayah Sulawesi Utara atau secara jelas disebut berasal dari daerah Sulawesi Utara dimasukkan ke dalam daftar utama.

Sementara tokoh yang lahir di luar Sulawesi Utara tetapi memiliki garis keturunan Sulawesi Utara ditempatkan dalam bagian tersendiri.

Dengan cara itu, sejarah tidak mencampurkan antara tempat lahir, daerah asal keluarga, dan garis keturunan.


I. GENERASI PERINTIS

1. Laksamana Muda TNI (Anumerta) John Lie — Jahja Daniel Dharma

Image

Image

Image

John Lie, atau Jahja Daniel Dharma, lahir di Manado pada 9 Maret 1911.

Ia merupakan salah satu putra Manado yang memainkan peranan penting dalam perjuangan mempertahankan Republik Indonesia melalui jalur laut.

Pada masa revolusi, John Lie menjalankan operasi laut menembus blokade Belanda. Kapal yang digunakannya membawa berbagai kebutuhan perjuangan, termasuk persenjataan. Keberaniannya membuat ia dikenal dengan julukan “The Outlaw.”

Kariernya kemudian membawa dirinya menjadi perwira tinggi TNI Angkatan Laut dengan pangkat Laksamana Muda.

John Lie ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.

Kisahnya menempatkan Manado dan Sulawesi Utara dalam sejarah perjuangan maritim Republik Indonesia.


2. Letjen TNI (Purn.) Alexander Evert Kawilarang

Image

Image

Alexander Evert Kawilarang merupakan salah satu tokoh militer terpenting dari generasi awal Republik.

Ia berasal dari keluarga Minahasa dan menjadi salah satu perwira yang dipercaya memimpin Tentara dan Teritorium III/Siliwangi.

Nama Kawilarang juga tidak dapat dipisahkan dari sejarah kelahiran pasukan khusus TNI AD yang kemudian berkembang menjadi Kopassus.

Sejarah jenderal-jenderal Minahasa mencatat Kawilarang sebagai salah satu perwira Sulawesi Utara yang memperoleh kepercayaan besar pada masa awal Republik. (TNI AU)


3. Jacob Frederik “Joop” Warouw

Joop Warouw merupakan tokoh militer Minahasa dari generasi awal Republik.

Ia pernah menjabat Panglima Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur, sebuah wilayah komando yang sangat luas.

Warouw termasuk salah satu putra Minahasa yang memperoleh kepercayaan memimpin struktur militer Indonesia pada masa negara masih berada dalam tahap konsolidasi.

Sejarah militer Minahasa menempatkan Warouw bersama Kawilarang sebagai dua figur penting generasi awal. (TNI AU)


4. Letjen TNI (Purn.) Herman Nicolas “Ventje” Sumual

Image

Image

Image

Ventje Sumual lahir di Remboken, Minahasa, pada 11 Juni 1923.

Ia pernah menjadi Panglima Tentara dan Teritorium VII/Wirabuana.

Namanya kemudian sangat terkait dengan Permesta. Pada 1957 ia menjadi salah satu tokoh utama dalam pergolakan tersebut.

Dalam sejarah Sulawesi Utara, Ventje Sumual merupakan figur militer penting yang harus ditempatkan secara objektif: ia merupakan perwira Minahasa yang memiliki posisi tinggi dalam TNI, tetapi kemudian mengambil jalan politik-militer yang berkonfrontasi dengan pemerintah pusat.


5. Mayor Daan Mogot — Elias Daniel Mogot

Image

Image

Image

Daan Mogot lahir di Manado pada 28 Desember 1928.

Ia merupakan salah satu perwira muda yang menjadi simbol pengorbanan generasi awal Republik.

Pada 25 Januari 1946, Daan Mogot gugur dalam Pertempuran Lengkong ketika memimpin taruna dan pasukan Indonesia.

Ia gugur dalam usia yang sangat muda.

Walaupun tidak mencapai pangkat jenderal, namanya tetap layak berada dalam narasi ini karena ia menunjukkan bahwa kontribusi putra Sulawesi Utara terhadap perjuangan Republik dimulai bahkan sejak usia sangat muda.


II. PUTRA SANGIHE DALAM SEJARAH MILITER INDONESIA

6. Mayor Jenderal TNI (Purn.) Daniel Ambat

Daniel Ambat merupakan salah satu nama terpenting untuk menampilkan dimensi Kepulauan Sangihe dalam sejarah militer Indonesia.

Ia lahir pada 1 Desember 1956 di Kalegaseng, Manganitu, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Ia dibesarkan dalam keluarga petani di wilayah Sangihe dan menyelesaikan pendidikan SMA di Tahuna. (Universitas STEKOM Semarang)

Daniel kemudian masuk Akabri dan lulus sebagai perwira TNI AD pada 1983. Kariernya berkembang terutama di lingkungan Kopassus.

Ia pernah menjabat antara lain Dansat-81/Gultor Kopassus dan kemudian Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Salah satu episode yang terkenal dalam kariernya adalah keberhasilannya menangani pembebasan sandera di Papua melalui pendekatan tanpa pertumpahan darah. (Universitas STEKOM Semarang)

Daniel Ambat pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.

Bagi sejarah Sulawesi Utara, ia mempunyai arti khusus: putra Sangihe yang mencapai pangkat bintang dua dan memimpin salah satu divisi utama TNI AD.


7. Laksamana Madya TNI (Purn.) Soleman B. Ponto

Image

Image

Image

Image

Soleman B. Ponto merupakan tokoh penting lainnya dari Kepulauan Sangihe.

Ia lahir di Sangir-Tahuna, Sulawesi Utara, 6 November 1955.

Ia merupakan lulusan Akabri Laut 1978. Kariernya dimulai sebagai perwira Angkatan Laut, kemudian berkembang ke bidang intelijen strategis.

Sejak 1996 ia bertugas di Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI).

Puncak kariernya adalah ketika dipercaya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis TNI (Kabais).

Ia pensiun pada Desember 2013 dengan pangkat Laksamana Madya TNI. (Soleman Ponto)

Setelah pensiun, ia tetap aktif menulis dan memberikan pandangan mengenai pertahanan, keamanan, intelijen dan persoalan strategis nasional.

Dengan demikian, Sangihe memberikan kontribusi bukan hanya melalui pasukan tempur, tetapi juga melalui kepemimpinan intelijen strategis TNI.


III. BOLAANG MONGONDOW

8. Letjen TNI (Purn.) Ahmad Yunus Mokoginta

Ahmad Yunus Mokoginta, yang lebih dikenal sebagai A.Y. Mokoginta, lahir di Kotamobagu pada 28 April 1921.

Ia berasal dari keluarga aristokrat Bolaang Mongondow. Ayahnya, Abraham Patra Mokoginta, merupakan Jogugu atau perdana menteri Kerajaan Bolaang Mongondow. (Mongondow)

Mokoginta menjadi salah satu perwira penting pada masa revolusi.

Ia kemudian mencapai pangkat Letnan Jenderal TNI dan pernah menjadi Panglima Teritorium VII/Indonesia Timur.

Ia juga merupakan salah satu tokoh awal Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD).

Kisah A.Y. Mokoginta membuktikan bahwa Bolaang Mongondow memiliki tempat penting dalam sejarah pembentukan kepemimpinan militer Indonesia.


9. Marsda TNI (Purn.) Muhammad Arief Damopolii

Muhammad Arief Damopolii merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang berasal dari Bolaang Mongondow Raya.

Ia mencapai pangkat Marsekal Muda TNI dan pernah menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara.

Ia merupakan putra Jambat Arsyad Damopolii, mantan Bupati Bolaang Mongondow.

Namanya memperluas jejak daerah Bolaang Mongondow dalam sejarah perwira tinggi TNI lintas matra.


IV. GENERASI JENDERAL MINAHASA

10. Mayjen TNI Hein Victor Worang

Image

Image

Hein Victor Worang merupakan salah satu tokoh terpenting dalam sejarah militer Sulawesi Utara.

Historia mencatat Worang sebagai orang Minahasa pertama yang mencapai pangkat jenderal.

Ia menjadi Brigadir Jenderal pada 1965–1967 dan kemudian dipercaya sebagai Gubernur Sulawesi Utara 1967–1978.

Ia pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal.


11. Mayjen TNI Willy Lasut

Willy Lasut lahir di Tondano, Minahasa.

Ia mencapai pangkat Mayor Jenderal dan kemudian dipercaya menjadi Gubernur Sulawesi Utara.

Ia merupakan bagian dari kesinambungan antara tradisi kepemimpinan militer dan pemerintahan daerah.


12. Frans Eddy Thanos Kaunang

Frans Eddy Thanos Kaunang merupakan bagian dari generasi perwira tinggi Minahasa setelah Hein Worang.

Sejarah jenderal-jenderal Minahasa mencatat Kaunang bersama Willy Lasut sebagai penerus generasi Worang. (TNI AU)


V. JENDERAL SULAWESI UTARA ERA MODERN

13. Letjen TNI (Purn.) Arie Jeffry Kumaat

Arie Jeffry Kumaat lahir di Lansot, Sulawesi Utara, 20 Mei 1944.

Ia merupakan lulusan AMN 1966 dan kemudian mencapai pangkat Letnan Jenderal.

Salah satu jabatan terpentingnya adalah sebagai Kepala Badan Intelijen Negara pada masa awal perubahan BAKIN menjadi BIN.

Ia menjadi salah satu putra Sulawesi Utara yang mencapai posisi strategis dalam bidang intelijen nasional.


14. Letjen TNI (Purn.) Johny Josephus Lumintang

Johny Josephus Lumintang lahir di Noongan, Minahasa.

Lulusan Akabri 1970 ini menjalani karier panjang di TNI AD.

Ia pernah menjadi Pangkostrad dan menduduki sejumlah jabatan strategis lainnya.

Namanya termasuk dalam generasi jenderal Minahasa yang berpengaruh setelah masa Hein Worang.


15. Letjen TNI (Purn.) Evert Ernest Mangindaan

Image

Image

Image

Image

Evert Ernest Mangindaan lahir di Solo, tetapi berasal dari keluarga Minahasa.

Ia pernah menjadi Pangdam VIII/Trikora dan kemudian Gubernur Sulawesi Utara.

Kariernya kemudian berkembang ke tingkat nasional sebagai menteri dan anggota lembaga legislatif.

Karena tempat kelahirannya bukan Sulawesi Utara, Mangindaan secara metodologis lebih tepat disebut tokoh berdarah Minahasa yang memiliki hubungan sangat kuat dengan Sulawesi Utara, bukan “lahir di Sulut”.


16. Letjen TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus

Image

Image

Image

Image

Lodewijk Freidrich Paulus lahir di Manado pada 27 Juli 1957.

Lulusan Akabri 1981 ini merupakan salah satu tokoh penting Kopassus.

Ia pernah menjabat Danjen Kopassus, Pangdam I/Bukit Barisan dan Dankodiklat TNI AD.

Karena lahir di Manado, Paulus termasuk dalam kategori utama perwira tinggi asal Sulawesi Utara.


17. Letjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung

Image

Image

Image

Lodewyk Pusung lahir di Manado pada 27 September 1960.

Ia merupakan lulusan Akmil 1985.

Dalam kariernya ia pernah menjabat Pangdivif 1/Kostrad, Pangdam I/Bukit Barisan dan Asops Panglima TNI. Ia pensiun pada 2018 dengan pangkat Mayor Jenderal. (detikcom)

Setelah pensiun, ia kemudian mendapat kepercayaan menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan memperoleh pangkat kehormatan Letnan Jenderal.


18. Mayjen TNI (Purn.) Albert Cornelius Jacobus Daniel Inkiriwang

Albert Inkiriwang lahir di Tanah Wajo, Minahasa, 19 September 1949.

Ia merupakan lulusan terbaik Adhi Makayasa AKABRI 1972.

Ia kemudian menjadi Pangdam XVII/Trikora pertama dan menduduki sejumlah jabatan strategis TNI.


VI. TOKOH TNI ANGKATAN LAUT ASAL SULAWESI UTARA

19. Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh

Image

Image

Image

Bernard Kent Sondakh lahir di Tobelo, Maluku Utara.

Karena itu, jika kriterianya benar-benar “lahir di Sulawesi Utara”, ia tidak termasuk daftar utama.

Namun sumber biografis mencatatnya sebagai keturunan Minahasa. Karena itu ia lebih tepat ditempatkan sebagai tokoh berdarah Sulawesi Utara, bukan tokoh yang berasal dari Sulawesi Utara secara geografis.

Ia pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Laut dengan pangkat Laksamana TNI.


VII. TOKOH TNI ANGKATAN UDARA ASAL SULAWESI UTARA

20. Marsda TNI Donald Kasenda

Image

Image

Image

Donald Kasenda lahir di Minahasa pada 8 Oktober 1970.

Ia merupakan lulusan AAU 1991 dan berkarier sebagai penerbang TNI AU.

Pada 31 Juli 2025 ia dilantik sebagai Gubernur Akademi Angkatan Udara, dan hingga 2026 masih tercatat dalam jabatan tersebut. (TNI AU)

Donald merupakan contoh jelas generasi baru perwira tinggi asal Minahasa yang mencapai posisi strategis dalam pendidikan calon pemimpin TNI AU.


21. Marsda TNI Jorry S. Koloay

Image

Image

Image

Jorry S. Koloay lahir di Minahasa pada 3 Januari 1971.

Ia merupakan lulusan AAU 1992 dan kemudian mencapai pangkat Marsekal Muda TNI.

Ia dipercaya menjadi Danseskoau, salah satu lembaga pendidikan strategis TNI AU.


22. Marsda TNI (Purn.) Hesly Paat

Hesly Paat merupakan perwira tinggi TNI AU asal Sulawesi Utara.

Ia pernah menjadi Danlanud Sam Ratulangi dan menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI AU.

Pada masa akhir kariernya ia menjadi Tenaga Ahli Pengajar Lemhannas.


23. Marsda TNI Ferdinand Roring

Ferdinand Roring merupakan perwira tinggi TNI AU asal keluarga Minahasa.

Ia mencapai pangkat Marsekal Muda TNI dan pada 2026 tercatat sebagai Kepala Pusat Geospasial TNI AU.


VIII. GENERASI PERWIRA TINGGI KONTEMPORER

24. Letjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Denny Tuejeh lahir di Tataaran, Minahasa.

Ia lulusan Akmil 1988 dan pernah menjadi Pangdam XIII/Merdeka serta Inspektur Jenderal TNI AD.

Ia kemudian memasuki masa purnabakti.


25. Letjen TNI Steverly Christmas Parengkuan

Steverly Christmas Parengkuan merupakan perwira tinggi TNI AD yang mencapai pangkat Letnan Jenderal.

Sejak 2025 ia dipercaya menjadi Inspektur Utama BIN.


26. Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar

Image

Image

Image

Image

Image

Rano Tilaar lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tetapi berasal dari keluarga Kawanua.

Karena itu, ia tidak termasuk kategori “lahir di Sulawesi Utara”, tetapi masuk dalam kategori tokoh berdarah Sulawesi Utara.

Ia menjadi Gubernur Akademi Militer setelah mencapai pangkat Mayor Jenderal.


27. Mayjen TNI Izak Pangemanan

Image

Image

Image

Image

Image

Izak Pangemanan merupakan perwira tinggi TNI AD yang pernah menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih.

Dalam konteks asal Sulawesi Utara, penyebutannya perlu menggunakan kategori berdarah Kawanua, bukan semata-mata berdasarkan tempat lahir.


28. Mayjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang

Image

Image

Image

Image

Image

Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang lahir di Surabaya pada 5 April 1977.

Karena itu, ia bukan kelahiran Sulawesi Utara, tetapi marganya menunjukkan hubungan Minahasa: Wenas dan Inkiriwang. (Universitas STEKOM Semarang)

Dengan demikian ia lebih tepat dimasukkan pada bagian tokoh berdarah Minahasa, bukan daftar utama “lahir di Sulawesi Utara”.


IX. TOKOH ASAL SULAWESI UTARA LAINNYA

29. Brigjen TNI Denny Rusano Indrayana Masengi

Denny Masengi lahir di Manado pada 10 Juni 1967.

Lulusan Akmil 1990 ini pernah menjabat Irdam XIII/Merdeka dan berbagai posisi strategis TNI AD.

Ia meninggal dunia pada 2 April 2024.


30. Brigjen TNI Djonne Ricky Lumintang

Djonne Ricky Lumintang lahir di Kawangkoan, Minahasa.

Lulusan Akmil 1994 ini pernah menduduki jabatan Direktur Pendidikan Akmil dan kemudian bertugas di Lemhannas.


31. Brigjen TNI Richard Arnold Y. Sangari

Richard Arnold Y. Sangari lahir di Tomohon.

Ayahnya berasal dari Kalawiran, Kombi, Minahasa, sedangkan ibunya berasal dari Rerer.

Ia lulusan Akmil 2000 dan mencapai pangkat Brigjen TNI. Ia kemudian dipercaya sebagai Komandan Grup 6 Kopassus.


32. Brigjen TNI Frans Dicky Tamara

Frans Dicky Tamara lahir di Manado pada 16 Desember 1966.

Ia menjalani karier militer hingga mencapai pangkat Brigadir Jenderal TNI.

Setelah pensiun, ia melanjutkan pengabdian di bidang korporasi.


X. TOKOH YANG HARUS DITEMPATKAN DALAM KATEGORI “BERDARAH SULAWESI UTARA”

Prabowo Subianto

Image

Image

Image

Image

Prabowo Subianto tidak lahir di Sulawesi Utara. Karena itu, jika judul artikel benar-benar dibatasi pada “tokoh asal Sulawesi Utara” dalam pengertian tempat lahir, ia tidak boleh dimasukkan ke daftar utama.

Namun ia sangat penting sebagai tokoh berdarah Sulawesi Utara.

Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Ibunya, Dora Marie Sigar, lahir di Manado dan berasal dari keluarga Minahasa-Langowan. Tirto menelusuri keluarga Dora Sigar hingga Langowan dan menyebut kedua orang tuanya berasal dari etnis Minahasa. (tirto.id)

Dalam kunjungannya ke Langowan pada 5 Februari 2024, Prabowo sendiri menyatakan:

“Setengah darah saya adalah Minahasa. Ibu saya lahir dan besar di sini, di Langowan.” (YouTube)

Karena itu, Prabowo paling tepat ditulis sebagai:

“Mantan perwira tinggi TNI berdarah Minahasa dari Langowan, Sulawesi Utara.”

Ia bukan “jenderal yang lahir di Sulawesi Utara”, tetapi merupakan salah satu tokoh nasional paling besar yang memiliki garis keturunan Minahasa.


XI. CATATAN METODOLOGIS

Perubahan istilah dari “berdarah Sulawesi Utara” menjadi “asal Sulawesi Utara” menghasilkan konsekuensi penting.

Tokoh seperti:

John Lie — Manado
Daan Mogot — Manado
Daniel Ambat — Manganitu, Sangihe
Soleman B. Ponto — Sangir/Tahuna
A.Y. Mokoginta — Kotamobagu
Arie Jeffry Kumaat — Lansot
Lodewijk Paulus — Manado
Lodewyk Pusung — Manado
Albert Inkiriwang — Tanah Wajo, Minahasa
Donald Kasenda — Minahasa
dan tokoh-tokoh yang benar-benar lahir atau secara jelas berasal dari wilayah Sulawesi Utara dapat ditempatkan dalam daftar utama.

Sedangkan:

Prabowo Subianto — Jakarta
Evert Mangindaan — Solo
Bernard Kent Sondakh — Tobelo
Rano Tilaar — Banjarmasin
Frega Wenas Inkiriwang — Surabaya

lebih tepat berada pada daftar khusus tokoh berdarah Sulawesi Utara, karena hubungan mereka dengan Sulut berasal dari garis keluarga, bukan tempat kelahiran.

Prinsip ini penting agar artikel sejarah tidak menggunakan istilah “asal Sulawesi Utara” secara terlalu longgar.


XII. PENUTUP

Dari Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow dan Sangihe untuk Indonesia

Sejarah militer Sulawesi Utara ternyata jauh lebih luas daripada sekadar daftar beberapa nama jenderal.

Di laut ada John Lie.

Di medan perjuangan generasi pertama ada Kawilarang, Warouw dan Ventje Sumual.

Di tanah Minahasa muncul Hein Worang dan Willy Lasut.

Dari Bolaang Mongondow muncul A.Y. Mokoginta.

Dari Kepulauan Sangihe muncul Daniel Ambat dan Soleman B. Ponto.

Dari Manado dan Minahasa muncul generasi berikutnya seperti Arie Jeffry Kumaat, Johny Lumintang, Lodewijk Paulus, Lodewyk Pusung, Albert Inkiriwang, Denny Tuejeh, Donald Kasenda, Jorry Koloay dan para perwira tinggi lainnya.

Mereka menjalani jalan yang berbeda.

Ada yang mengawal laut Republik.

Ada yang memimpin pasukan khusus.

Ada yang memimpin kodam dan divisi.

Ada yang menjadi panglima.

Ada yang memimpin intelijen strategis.

Ada yang mendidik generasi baru perwira.

Tetapi semuanya memiliki satu titik temu: pengabdian kepada Indonesia.

Sulawesi Utara tidak hanya memberikan prajurit kepada Republik.

Sulawesi Utara memberikan pemimpin militer.

Dan melalui jejak mereka, nama Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow dan Sangihe ikut tertulis dalam sejarah panjang pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari tanah Nyiur Melambai, mereka berangkat. Untuk Indonesia mereka mengabdi.

Berikut daftar nama tokoh militer asal Sulawesi Utara yang dapat dimasukkan ke dalam tulisan, dengan pemisahan antara asal/putra daerah Sulawesi Utara dan berdarah Sulawesi Utara tetapi lahir di luar Sulut.

A. Asal/Putra Daerah Sulawesi Utara

  1. Laksamana Muda TNI (Anumerta) John Lie — Manado
  2. Letjen TNI (Anumerta) A.E. Kawilarang — Minahasa
  3. Mayjen TNI (Anumerta) Jacob Frederik “Joop” Warouw — Minahasa
  4. Letjen TNI (Purn.) H.N. Ventje Sumual — Remboken, Minahasa
  5. Mayor (Anumerta) Daan Mogot — Manado
  6. Mayjen TNI (Purn.) Daniel Ambat — Kalegaseng, Manganitu, Sangihe
  7. Laksdya TNI (Purn.) Soleman B. Ponto — Sangir/Tahuna
  8. Letjen TNI (Purn.) Ahmad Yunus Mokoginta — Kotamobagu, Bolaang Mongondow
  9. Mayjen TNI (Purn.) Hein Victor Worang — Minahasa
  10. Brigjen TNI (Purn.) Willy Lasut — Tondano, Minahasa
  11. Brigjen TNI (Purn.) Frans Eddy Thanos Kaunang — Minahasa
  12. Letjen TNI (Purn.) Arie Jeffry Kumaat — Lansot, Sulawesi Utara
  13. Letjen TNI (Purn.) Johny Josephus Lumintang — Minahasa
  14. Letjen TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus — Manado
  15. Mayjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung — Manado
  16. Mayjen TNI (Purn.) Albert Cornelius Jacobus Daniel Inkiriwang — Minahasa
  17. Marsda TNI Donald Kasenda — Minahasa
  18. Marsda TNI Jorry S. Koloay — Minahasa
  19. Marsda TNI (Purn.) Hesly Paat — Manado
  20. Letjen TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh — Minahasa
  21. Letjen TNI Steverly Christmas Parengkuan — Sulawesi Utara
  22. Brigjen TNI (Purn.) Denny Rusano Indrayana Masengi — Manado
  23. Brigjen TNI Djonne Ricky Lumintang — Kawangkoan, Minahasa
  24. Brigjen TNI Richard Arnold Y. Sangari — Tomohon
  25. Brigjen TNI (Purn.) Frans Dicky Tamara — Manado
  26. Mayjen TNI Erdy Jammy Lumintang — Kanonang, Minahasa
  27. Mayjen TNI Ivan Ronald Pelealu — Minahasa

B. Tokoh Militer Berdarah/Keturunan Sulawesi Utara, tetapi Lahir di Luar Sulut

  1. Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean — lahir Jakarta; keturunan Minahasa
  2. Letjen TNI (Purn.) Evert Ernest Mangindaan — lahir Solo; keluarga Minahasa
  3. Laksamana TNI (Purn.) Bernard Kent Sondakh — lahir Tobelo; keturunan Minahasa
  4. Mayjen TNI (Purn.) Rano Maxim Adolf Tilaar — lahir Banjarmasin; berdarah Kawanua
  5. Mayjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang — lahir Surabaya; keturunan Minahasa
  6. Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Lumbaa — lahir Tana Toraja; memiliki garis keluarga Minahasa/Kakas
  7. Marsda TNI Ferdinand Roring — lahir Ujung Pandang/Makassar; putra berdarah Minahasa
  8. Prabowo Subianto — lahir Jakarta; ibunya, Dora Marie Sigar, berasal dari Manado/Langowan, Minahasa

 

Postingan populer dari blog ini

DR. SUZANNE EMILIE HOUTMAN, Isteri Pertama dari Sam Ratulangie.

MEDINOS BAND, Legenda Band Manado

Connie Constantia