Jendral TNI, Keturunan Sulawesi Utara
NAPAS JUANG
NYIUR MELAMBAI
Jejak Para
Jenderal, Laksamana, Marsekal dan Perwira Tinggi TNI Asal Sulawesi Utara
Pengawal Kedaulatan Ibu Pertiwi
Sulawesi Utara memiliki sejarah panjang dalam perjalanan
Tentara Nasional Indonesia. Dari Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow hingga
Kepulauan Sangihe, daerah ini telah melahirkan prajurit-prajurit yang kemudian
mencapai pangkat tinggi dan menduduki jabatan strategis dalam sejarah
pertahanan Republik Indonesia.
Mereka hadir dalam berbagai generasi.
Ada yang berjuang sejak masa revolusi kemerdekaan. Ada
yang menjadi panglima teritorial pada masa awal Republik. Ada yang membangun
pasukan khusus. Ada yang menjadi Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Badan
Intelijen Strategis, Panglima Divisi Kostrad, Pangdam, gubernur akademi
militer, hingga pejabat strategis pertahanan negara.
Karena itu, tulisan ini menggunakan pengertian “asal
Sulawesi Utara” secara geografis dan genealogis yang hati-hati. Tokoh yang
lahir di wilayah Sulawesi Utara atau secara jelas disebut berasal dari daerah
Sulawesi Utara dimasukkan ke dalam daftar utama.
Sementara tokoh yang lahir di luar Sulawesi Utara tetapi
memiliki garis keturunan Sulawesi Utara ditempatkan dalam bagian tersendiri.
Dengan cara itu, sejarah tidak mencampurkan antara tempat
lahir, daerah asal keluarga, dan garis keturunan.
I. GENERASI PERINTIS
1. Laksamana Muda TNI (Anumerta) John Lie — Jahja Daniel
Dharma
John Lie, atau Jahja Daniel Dharma, lahir di Manado pada
9 Maret 1911.
Ia merupakan salah satu putra Manado yang memainkan
peranan penting dalam perjuangan mempertahankan Republik Indonesia melalui
jalur laut.
Pada masa revolusi, John Lie menjalankan operasi laut
menembus blokade Belanda. Kapal yang digunakannya membawa berbagai kebutuhan
perjuangan, termasuk persenjataan. Keberaniannya membuat ia dikenal dengan
julukan “The Outlaw.”
Kariernya kemudian membawa dirinya menjadi perwira tinggi
TNI Angkatan Laut dengan pangkat Laksamana Muda.
John Lie ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.
Kisahnya menempatkan Manado dan Sulawesi Utara dalam
sejarah perjuangan maritim Republik Indonesia.
2. Letjen TNI (Purn.) Alexander Evert Kawilarang
Alexander Evert Kawilarang merupakan salah satu tokoh
militer terpenting dari generasi awal Republik.
Ia berasal dari keluarga Minahasa dan menjadi salah satu
perwira yang dipercaya memimpin Tentara dan Teritorium III/Siliwangi.
Nama Kawilarang juga tidak dapat dipisahkan dari sejarah
kelahiran pasukan khusus TNI AD yang kemudian berkembang menjadi Kopassus.
Sejarah jenderal-jenderal Minahasa mencatat Kawilarang
sebagai salah satu perwira Sulawesi Utara yang memperoleh kepercayaan besar
pada masa awal Republik. (TNI AU)
3. Jacob Frederik “Joop” Warouw
Joop Warouw merupakan tokoh militer Minahasa dari
generasi awal Republik.
Ia pernah menjabat Panglima Tentara dan Teritorium
VII/Indonesia Timur, sebuah wilayah komando yang sangat luas.
Warouw termasuk salah satu putra Minahasa yang memperoleh
kepercayaan memimpin struktur militer Indonesia pada masa negara masih berada
dalam tahap konsolidasi.
Sejarah militer Minahasa menempatkan Warouw bersama
Kawilarang sebagai dua figur penting generasi awal. (TNI AU)
4. Letjen TNI (Purn.) Herman Nicolas “Ventje” Sumual
Ventje Sumual lahir di Remboken, Minahasa, pada 11 Juni
1923.
Ia pernah menjadi Panglima Tentara dan Teritorium
VII/Wirabuana.
Namanya kemudian sangat terkait dengan Permesta. Pada
1957 ia menjadi salah satu tokoh utama dalam pergolakan tersebut.
Dalam sejarah Sulawesi Utara, Ventje Sumual merupakan
figur militer penting yang harus ditempatkan secara objektif: ia merupakan
perwira Minahasa yang memiliki posisi tinggi dalam TNI, tetapi kemudian
mengambil jalan politik-militer yang berkonfrontasi dengan pemerintah pusat.
5. Mayor Daan Mogot — Elias Daniel Mogot
Daan Mogot lahir di Manado pada 28 Desember 1928.
Ia merupakan salah satu perwira muda yang menjadi simbol
pengorbanan generasi awal Republik.
Pada 25 Januari 1946, Daan Mogot gugur dalam Pertempuran
Lengkong ketika memimpin taruna dan pasukan Indonesia.
Ia gugur dalam usia yang sangat muda.
Walaupun tidak mencapai pangkat jenderal, namanya tetap
layak berada dalam narasi ini karena ia menunjukkan bahwa kontribusi putra
Sulawesi Utara terhadap perjuangan Republik dimulai bahkan sejak usia sangat
muda.
II. PUTRA SANGIHE DALAM SEJARAH MILITER INDONESIA
6. Mayor Jenderal TNI (Purn.) Daniel Ambat
Daniel Ambat merupakan salah satu nama terpenting untuk
menampilkan dimensi Kepulauan Sangihe dalam sejarah militer Indonesia.
Ia lahir pada 1 Desember 1956 di Kalegaseng, Manganitu,
Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Ia dibesarkan dalam keluarga petani di
wilayah Sangihe dan menyelesaikan pendidikan SMA di Tahuna. (Universitas STEKOM Semarang)
Daniel
kemudian masuk Akabri dan lulus sebagai perwira TNI AD pada 1983. Kariernya
berkembang terutama di lingkungan Kopassus.
Ia pernah
menjabat antara lain Dansat-81/Gultor Kopassus dan kemudian Panglima Divisi
Infanteri 1/Kostrad.
Salah satu
episode yang terkenal dalam kariernya adalah keberhasilannya menangani
pembebasan sandera di Papua melalui pendekatan tanpa pertumpahan darah. (Universitas STEKOM Semarang)
Daniel Ambat
pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.
Bagi sejarah
Sulawesi Utara, ia mempunyai arti khusus: putra Sangihe yang mencapai pangkat
bintang dua dan memimpin salah satu divisi utama TNI AD.
7. Laksamana Madya TNI (Purn.) Soleman B. Ponto
Soleman B. Ponto merupakan tokoh penting lainnya dari
Kepulauan Sangihe.
Ia lahir di Sangir-Tahuna, Sulawesi Utara, 6 November
1955.
Ia merupakan lulusan Akabri Laut 1978. Kariernya dimulai
sebagai perwira Angkatan Laut, kemudian berkembang ke bidang intelijen
strategis.
Sejak 1996 ia
bertugas di Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI).
Puncak
kariernya adalah ketika dipercaya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis TNI
(Kabais).
Ia pensiun pada Desember 2013 dengan pangkat Laksamana
Madya TNI. (Soleman Ponto)
Setelah
pensiun, ia tetap aktif menulis dan memberikan pandangan mengenai pertahanan,
keamanan, intelijen dan persoalan strategis nasional.
Dengan
demikian, Sangihe memberikan kontribusi bukan hanya melalui pasukan tempur,
tetapi juga melalui kepemimpinan intelijen strategis TNI.
III. BOLAANG MONGONDOW
8. Letjen TNI (Purn.) Ahmad Yunus Mokoginta
Ahmad Yunus Mokoginta, yang lebih dikenal sebagai A.Y.
Mokoginta, lahir di Kotamobagu pada 28 April 1921.
Ia berasal dari keluarga aristokrat Bolaang Mongondow.
Ayahnya, Abraham Patra Mokoginta, merupakan Jogugu atau perdana menteri
Kerajaan Bolaang Mongondow. (Mongondow)
Mokoginta menjadi salah satu perwira penting pada masa
revolusi.
Ia kemudian mencapai pangkat Letnan Jenderal TNI dan
pernah menjadi Panglima Teritorium VII/Indonesia Timur.
Ia juga merupakan salah satu tokoh awal Sekolah Staf dan
Komando Angkatan Darat (SSKAD).
Kisah A.Y. Mokoginta membuktikan bahwa Bolaang Mongondow
memiliki tempat penting dalam sejarah pembentukan kepemimpinan militer
Indonesia.
9. Marsda TNI (Purn.) Muhammad Arief Damopolii
Muhammad Arief Damopolii merupakan salah satu perwira
tinggi TNI Angkatan Udara yang berasal dari Bolaang Mongondow Raya.
Ia mencapai pangkat Marsekal Muda TNI dan pernah menjadi
Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara.
Ia merupakan putra Jambat Arsyad Damopolii, mantan Bupati
Bolaang Mongondow.
Namanya memperluas jejak daerah Bolaang Mongondow dalam
sejarah perwira tinggi TNI lintas matra.
IV. GENERASI JENDERAL MINAHASA
10. Mayjen TNI Hein Victor Worang
Hein Victor Worang merupakan salah satu tokoh terpenting
dalam sejarah militer Sulawesi Utara.
Historia mencatat Worang sebagai orang Minahasa pertama
yang mencapai pangkat jenderal.
Ia menjadi Brigadir Jenderal pada 1965–1967 dan kemudian
dipercaya sebagai Gubernur Sulawesi Utara 1967–1978.
Ia pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal.
11. Mayjen TNI Willy Lasut
Willy Lasut lahir di Tondano, Minahasa.
Ia mencapai pangkat Mayor Jenderal dan kemudian dipercaya
menjadi Gubernur Sulawesi Utara.
Ia merupakan bagian dari kesinambungan antara tradisi
kepemimpinan militer dan pemerintahan daerah.
12. Frans Eddy Thanos Kaunang
Frans Eddy Thanos Kaunang merupakan bagian dari generasi
perwira tinggi Minahasa setelah Hein Worang.
Sejarah jenderal-jenderal Minahasa mencatat Kaunang
bersama Willy Lasut sebagai penerus generasi Worang. (TNI AU)
V. JENDERAL SULAWESI UTARA ERA MODERN
13. Letjen TNI (Purn.) Arie Jeffry Kumaat
Arie Jeffry Kumaat lahir di Lansot, Sulawesi Utara, 20
Mei 1944.
Ia merupakan
lulusan AMN 1966 dan kemudian mencapai pangkat Letnan Jenderal.
Salah satu
jabatan terpentingnya adalah sebagai Kepala Badan Intelijen Negara pada masa
awal perubahan BAKIN menjadi BIN.
Ia menjadi salah satu putra Sulawesi Utara yang mencapai
posisi strategis dalam bidang intelijen nasional.
14. Letjen TNI (Purn.) Johny Josephus Lumintang
Johny Josephus Lumintang lahir di Noongan, Minahasa.
Lulusan Akabri 1970 ini menjalani karier panjang di TNI
AD.
Ia pernah menjadi Pangkostrad dan menduduki sejumlah
jabatan strategis lainnya.
Namanya termasuk dalam generasi jenderal Minahasa yang
berpengaruh setelah masa Hein Worang.
15. Letjen TNI
(Purn.) Evert Ernest Mangindaan
Evert Ernest Mangindaan lahir di Solo, tetapi berasal
dari keluarga Minahasa.
Ia pernah menjadi Pangdam VIII/Trikora dan kemudian
Gubernur Sulawesi Utara.
Kariernya kemudian berkembang ke tingkat nasional sebagai
menteri dan anggota lembaga legislatif.
Karena tempat kelahirannya bukan Sulawesi Utara,
Mangindaan secara metodologis lebih tepat disebut tokoh berdarah Minahasa yang
memiliki hubungan sangat kuat dengan Sulawesi Utara, bukan “lahir di Sulut”.
16. Letjen TNI
(Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus
Lodewijk Freidrich Paulus lahir di Manado pada 27 Juli
1957.
Lulusan Akabri 1981 ini merupakan salah satu tokoh
penting Kopassus.
Ia pernah menjabat Danjen Kopassus, Pangdam I/Bukit
Barisan dan Dankodiklat TNI AD.
Karena lahir di Manado, Paulus termasuk dalam kategori
utama perwira tinggi asal Sulawesi Utara.
17. Letjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung
Lodewyk Pusung lahir di Manado pada 27 September 1960.
Ia merupakan lulusan Akmil 1985.
Dalam kariernya ia pernah menjabat Pangdivif 1/Kostrad,
Pangdam I/Bukit Barisan dan Asops Panglima TNI. Ia pensiun pada 2018 dengan
pangkat Mayor Jenderal. (detikcom)
Setelah pensiun, ia kemudian mendapat kepercayaan menjadi
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan memperoleh pangkat kehormatan Letnan
Jenderal.
18. Mayjen TNI (Purn.) Albert Cornelius Jacobus Daniel
Inkiriwang
Albert Inkiriwang lahir di Tanah Wajo, Minahasa, 19
September 1949.
Ia merupakan
lulusan terbaik Adhi Makayasa AKABRI 1972.
Ia kemudian menjadi Pangdam XVII/Trikora pertama dan
menduduki sejumlah jabatan strategis TNI.
VI. TOKOH TNI ANGKATAN LAUT ASAL SULAWESI UTARA
19. Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh
Bernard Kent Sondakh lahir di Tobelo, Maluku Utara.
Karena itu, jika kriterianya benar-benar “lahir di
Sulawesi Utara”, ia tidak termasuk daftar utama.
Namun sumber biografis mencatatnya sebagai keturunan
Minahasa. Karena itu ia lebih tepat ditempatkan sebagai tokoh berdarah Sulawesi
Utara, bukan tokoh yang berasal dari Sulawesi Utara secara geografis.
Ia pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Laut dengan
pangkat Laksamana TNI.
VII. TOKOH TNI ANGKATAN UDARA ASAL SULAWESI UTARA
20. Marsda TNI Donald Kasenda
Donald Kasenda
lahir di Minahasa pada 8 Oktober 1970.
Ia merupakan
lulusan AAU 1991 dan berkarier sebagai penerbang TNI AU.
Pada 31 Juli
2025 ia dilantik sebagai Gubernur Akademi Angkatan Udara, dan hingga 2026 masih
tercatat dalam jabatan tersebut. (TNI AU)
Donald
merupakan contoh jelas generasi baru perwira tinggi asal Minahasa yang mencapai
posisi strategis dalam pendidikan calon pemimpin TNI AU.
21. Marsda TNI Jorry S. Koloay
Jorry S. Koloay lahir di Minahasa pada 3 Januari 1971.
Ia merupakan
lulusan AAU 1992 dan kemudian mencapai pangkat Marsekal Muda TNI.
Ia dipercaya menjadi Danseskoau, salah satu lembaga
pendidikan strategis TNI AU.
22. Marsda TNI (Purn.) Hesly Paat
Hesly Paat merupakan perwira tinggi TNI AU asal Sulawesi
Utara.
Ia pernah menjadi Danlanud Sam Ratulangi dan menduduki
berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI AU.
Pada masa akhir kariernya ia menjadi Tenaga Ahli Pengajar
Lemhannas.
23. Marsda TNI Ferdinand Roring
Ferdinand Roring merupakan perwira tinggi TNI AU asal
keluarga Minahasa.
Ia mencapai pangkat Marsekal Muda TNI dan pada 2026
tercatat sebagai Kepala Pusat Geospasial TNI AU.
VIII. GENERASI PERWIRA TINGGI KONTEMPORER
24. Letjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh
Denny Tuejeh lahir di Tataaran, Minahasa.
Ia lulusan Akmil 1988 dan pernah menjadi Pangdam
XIII/Merdeka serta Inspektur Jenderal TNI AD.
Ia kemudian memasuki masa purnabakti.
25. Letjen TNI Steverly Christmas Parengkuan
Steverly Christmas Parengkuan merupakan perwira tinggi
TNI AD yang mencapai pangkat Letnan Jenderal.
Sejak 2025 ia
dipercaya menjadi Inspektur Utama BIN.
26. Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar
Rano Tilaar lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,
tetapi berasal dari keluarga Kawanua.
Karena itu, ia tidak termasuk kategori “lahir di Sulawesi
Utara”, tetapi masuk dalam kategori tokoh berdarah Sulawesi Utara.
Ia menjadi Gubernur Akademi Militer setelah mencapai
pangkat Mayor Jenderal.
27. Mayjen TNI Izak Pangemanan
Izak Pangemanan merupakan perwira tinggi TNI AD yang
pernah menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih.
Dalam konteks asal Sulawesi Utara, penyebutannya perlu
menggunakan kategori berdarah Kawanua, bukan semata-mata berdasarkan tempat
lahir.
28. Mayjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang
Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang lahir di Surabaya pada 5
April 1977.
Karena itu, ia bukan kelahiran Sulawesi Utara, tetapi
marganya menunjukkan hubungan Minahasa: Wenas dan Inkiriwang. (Universitas
STEKOM Semarang)
Dengan demikian ia lebih tepat dimasukkan pada bagian
tokoh berdarah Minahasa, bukan daftar utama “lahir di Sulawesi Utara”.
IX. TOKOH ASAL SULAWESI UTARA LAINNYA
29. Brigjen TNI Denny Rusano Indrayana Masengi
Denny Masengi lahir di Manado pada 10 Juni 1967.
Lulusan Akmil
1990 ini pernah menjabat Irdam XIII/Merdeka dan berbagai posisi strategis TNI
AD.
Ia meninggal dunia pada 2 April 2024.
30. Brigjen TNI Djonne Ricky Lumintang
Djonne Ricky Lumintang lahir di Kawangkoan, Minahasa.
Lulusan Akmil 1994 ini pernah menduduki jabatan Direktur
Pendidikan Akmil dan kemudian bertugas di Lemhannas.
31. Brigjen TNI Richard Arnold Y. Sangari
Richard Arnold Y. Sangari lahir di Tomohon.
Ayahnya berasal dari Kalawiran, Kombi, Minahasa,
sedangkan ibunya berasal dari Rerer.
Ia lulusan
Akmil 2000 dan mencapai pangkat Brigjen TNI. Ia kemudian dipercaya
sebagai Komandan Grup 6 Kopassus.
32. Brigjen TNI Frans Dicky Tamara
Frans Dicky Tamara lahir di Manado pada 16 Desember 1966.
Ia menjalani karier militer hingga mencapai pangkat
Brigadir Jenderal TNI.
Setelah pensiun, ia melanjutkan pengabdian di bidang
korporasi.
X. TOKOH YANG
HARUS DITEMPATKAN DALAM KATEGORI “BERDARAH SULAWESI UTARA”
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto tidak lahir di Sulawesi Utara. Karena
itu, jika judul artikel benar-benar dibatasi pada “tokoh asal Sulawesi Utara”
dalam pengertian tempat lahir, ia tidak boleh dimasukkan ke daftar utama.
Namun ia sangat penting sebagai tokoh berdarah Sulawesi
Utara.
Prabowo lahir
di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Ibunya, Dora Marie Sigar, lahir di
Manado dan berasal dari keluarga Minahasa-Langowan. Tirto menelusuri keluarga
Dora Sigar hingga Langowan dan menyebut kedua orang tuanya berasal dari etnis
Minahasa. (tirto.id)
Dalam kunjungannya ke Langowan pada 5 Februari 2024,
Prabowo sendiri menyatakan:
“Setengah darah saya adalah Minahasa. Ibu saya lahir dan
besar di sini, di Langowan.” (YouTube)
Karena itu, Prabowo paling tepat ditulis sebagai:
“Mantan perwira tinggi TNI berdarah Minahasa dari
Langowan, Sulawesi Utara.”
Ia bukan “jenderal yang lahir di Sulawesi Utara”, tetapi
merupakan salah satu tokoh nasional paling besar yang memiliki garis keturunan
Minahasa.
XI. CATATAN METODOLOGIS
Perubahan istilah dari “berdarah Sulawesi Utara” menjadi
“asal Sulawesi Utara” menghasilkan konsekuensi penting.
Tokoh seperti:
John Lie — Manado
Daan Mogot — Manado
Daniel Ambat — Manganitu, Sangihe
Soleman B. Ponto — Sangir/Tahuna
A.Y. Mokoginta — Kotamobagu
Arie Jeffry Kumaat — Lansot
Lodewijk Paulus — Manado
Lodewyk Pusung — Manado
Albert Inkiriwang — Tanah Wajo, Minahasa
Donald Kasenda — Minahasa
dan tokoh-tokoh yang benar-benar lahir atau secara jelas berasal dari wilayah
Sulawesi Utara dapat ditempatkan dalam daftar utama.
Sedangkan:
Prabowo Subianto — Jakarta
Evert Mangindaan — Solo
Bernard Kent Sondakh — Tobelo
Rano Tilaar — Banjarmasin
Frega Wenas Inkiriwang — Surabaya
lebih tepat berada pada daftar khusus tokoh berdarah
Sulawesi Utara, karena hubungan mereka dengan Sulut berasal dari garis
keluarga, bukan tempat kelahiran.
Prinsip ini penting agar artikel sejarah tidak
menggunakan istilah “asal Sulawesi Utara” secara terlalu longgar.
XII. PENUTUP
Dari Manado, Minahasa, Bolaang Mongondow dan Sangihe
untuk Indonesia
Sejarah militer Sulawesi Utara ternyata jauh lebih luas
daripada sekadar daftar beberapa nama jenderal.
Di laut ada John Lie.
Di medan
perjuangan generasi pertama ada Kawilarang, Warouw dan Ventje Sumual.
Di tanah Minahasa muncul Hein Worang dan Willy Lasut.
Dari Bolaang Mongondow muncul A.Y. Mokoginta.
Dari Kepulauan Sangihe muncul Daniel Ambat dan Soleman B.
Ponto.
Dari Manado dan Minahasa muncul generasi berikutnya
seperti Arie Jeffry Kumaat, Johny Lumintang, Lodewijk Paulus, Lodewyk Pusung,
Albert Inkiriwang, Denny Tuejeh, Donald Kasenda, Jorry Koloay dan para perwira
tinggi lainnya.
Mereka
menjalani jalan yang berbeda.
Ada yang mengawal laut Republik.
Ada yang
memimpin pasukan khusus.
Ada yang
memimpin kodam dan divisi.
Ada yang
menjadi panglima.
Ada yang
memimpin intelijen strategis.
Ada yang
mendidik generasi baru perwira.
Tetapi semuanya memiliki satu titik temu: pengabdian
kepada Indonesia.
Sulawesi Utara tidak hanya memberikan prajurit kepada
Republik.
Sulawesi Utara memberikan pemimpin militer.
Dan melalui jejak mereka, nama Manado, Minahasa, Bolaang
Mongondow dan Sangihe ikut tertulis dalam sejarah panjang pertahanan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Dari tanah
Nyiur Melambai, mereka berangkat. Untuk Indonesia mereka mengabdi.
Berikut daftar
nama tokoh militer asal Sulawesi Utara yang dapat dimasukkan ke dalam tulisan,
dengan pemisahan antara asal/putra daerah Sulawesi Utara dan berdarah Sulawesi
Utara tetapi lahir di luar Sulut.
A. Asal/Putra Daerah Sulawesi Utara
- Laksamana
Muda TNI (Anumerta) John Lie — Manado
- Letjen
TNI (Anumerta) A.E. Kawilarang — Minahasa
- Mayjen TNI (Anumerta) Jacob Frederik
“Joop” Warouw — Minahasa
- Letjen
TNI (Purn.) H.N. Ventje Sumual — Remboken, Minahasa
- Mayor
(Anumerta) Daan Mogot — Manado
- Mayjen
TNI (Purn.) Daniel Ambat — Kalegaseng, Manganitu, Sangihe
- Laksdya
TNI (Purn.) Soleman B. Ponto — Sangir/Tahuna
- Letjen
TNI (Purn.) Ahmad Yunus Mokoginta — Kotamobagu, Bolaang Mongondow
- Mayjen
TNI (Purn.) Hein Victor Worang — Minahasa
- Brigjen
TNI (Purn.) Willy Lasut — Tondano, Minahasa
- Brigjen
TNI (Purn.) Frans Eddy Thanos Kaunang — Minahasa
- Letjen
TNI (Purn.) Arie Jeffry Kumaat — Lansot, Sulawesi Utara
- Letjen
TNI (Purn.) Johny Josephus Lumintang — Minahasa
- Letjen
TNI (Purn.) Lodewijk Freidrich Paulus — Manado
- Mayjen
TNI (Purn.) Lodewyk Pusung — Manado
- Mayjen
TNI (Purn.) Albert Cornelius Jacobus Daniel Inkiriwang — Minahasa
- Marsda
TNI Donald Kasenda — Minahasa
- Marsda
TNI Jorry S. Koloay — Minahasa
- Marsda
TNI (Purn.) Hesly Paat — Manado
- Letjen
TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh — Minahasa
- Letjen
TNI Steverly Christmas Parengkuan — Sulawesi Utara
- Brigjen
TNI (Purn.) Denny Rusano Indrayana Masengi — Manado
- Brigjen
TNI Djonne Ricky Lumintang — Kawangkoan, Minahasa
- Brigjen
TNI Richard Arnold Y. Sangari — Tomohon
- Brigjen
TNI (Purn.) Frans Dicky Tamara — Manado
- Mayjen
TNI Erdy Jammy Lumintang — Kanonang, Minahasa
- Mayjen
TNI Ivan Ronald Pelealu — Minahasa
B. Tokoh Militer Berdarah/Keturunan Sulawesi Utara,
tetapi Lahir di Luar Sulut
- Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries
Tendean — lahir Jakarta; keturunan Minahasa
- Letjen
TNI (Purn.) Evert Ernest Mangindaan — lahir Solo; keluarga Minahasa
- Laksamana
TNI (Purn.) Bernard Kent Sondakh — lahir Tobelo; keturunan Minahasa
- Mayjen
TNI (Purn.) Rano Maxim Adolf Tilaar — lahir Banjarmasin; berdarah Kawanua
- Mayjen
TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang — lahir Surabaya; keturunan Minahasa
- Mayjen
TNI (Purn.) Yulius Selvanus Lumbaa — lahir Tana Toraja; memiliki garis
keluarga Minahasa/Kakas
- Marsda
TNI Ferdinand Roring — lahir Ujung Pandang/Makassar; putra berdarah
Minahasa
- Prabowo
Subianto — lahir Jakarta; ibunya, Dora Marie Sigar, berasal dari
Manado/Langowan, Minahasa