Pelukis,Perupa Bersaudara; Jerry Manus dan Jimmy Manus

 

MANUS BERSAUDARA DAN JEJAK PELUKIS/PERUPA BERMARGA MANUS 

DI SULAWESI UTARA

Jerry Manus, Jimmy Manus




Fam atau nama keluarga (marga) merupakan salah satu unsur penting dalam menelusuri sejarah sosial masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Nama fam tidak hanya berfungsi sebagai identitas personal, tetapi juga menjadi penanda untuk menelusuri hubungan kekerabatan, asal-usul keluarga, persebaran penduduk, serta keterlibatan para leluhur dalam berbagai lini kehidupan—mulai dari pemerintahan, pendidikan, agama, hingga sejarah seni dan kebudayaan.

 

Dalam penelusuran sejarah fam Manus, penting untuk membedakan tiga ranah utama:

  1. Etimologi dan Arti Nama Manus (Kajian linguistik dan budaya).
  2. Kajian Biografis Tokoh dalam ranah literasi dan sejarah Minahasa.
  3. Rekam Jejak Seniman/Pelukis dalam dinamika seni rupa Sulawesi Utara.

 

Ketiga ranah ini memberikan gambaran mengenai kontribusi individu bermarga Manus, meskipun tidak selalu menunjukkan hubungan kekerabatan (genealogis) dari satu garis keturunan yang sama tanpa didukung dokumen silsilah resmi.



2. Etimologi dan Penafsiran Arti Nama Manus

A. Penafsiran Tradisional & Sumber Sekunder

Dalam sejumlah daftar arti fam Minahasa yang beredar secara umum (seperti pada Sumlang Family Site serta berbagai kompilasi silsilah Kawanua kontemporer), nama Manus kerap ditafsitkan memiliki arti "Taruhan".



  • Makna Filosofis: Dalam konteks sosial-budaya Minahasa masa lalu (termasuk pakasaan Toulour maupun Tountemboan), penamaan bermakna "taruhan" berkaitan dengan harapan keberanian seorang Waraney (ksatria) yang menjadi tumpuan/ujung tombak keluarga dalam membuka Wanua (negeri baru) maupun mempertahankan kehormatan komunitasnya.

 

B. Kajian Etimologis & Morfologis (Kamus Tountemboan J. Alb. T. Schwarz, 1908)

Secara leksikografis, kata Manus tidak ditemukan sebagai entri tunggal dalam Tontemboansch-Nederlandsch Woordenboek karya J. Alb. T. Schwarz (1908) karena sistem penyusunannya berbasis kata dasar (root word), bukan kata berimbuhan. Namun, keterkaitan bentuk kata Manus dapat ditinjau melalui proses morfofonemik (pengimbuhan prefiks verbal m- / ma-) dari tiga akar kata utama:

  1. Akar Kata Anu / Anus (Kepemilikan & Kekuasaan)
    • Proses Formasi: Prefiks ma- + anu / anus  manu / manus.
    • Bukti Kamus: Mencatat bentuk manu / maanu (tindakan spesifik/pemberian isyarat), maanu-anu (memberi petunjuk/isyarat), dan makaanu (memiliki, menguasai; contoh: si makaanu in tjětěr = pemegang kekuasaan).
    • Relevansi: Perubahan dari anu menjadi manu/manus menunjukkan karakteristik seseorang yang memiliki wewenang, kuasa atas kepemilikan (makaanu), atau penunjuk arah.

 

  1. Akar Kata Tu'is (Tanda, Penunjuk, & Arah)
    • Proses Formasi: Prefiks m- / manu- + tu'is  manu'is.

 

    • Bukti Kamus: Mencatat bentuk tumu'is (menusuk/menuding) dan manu'is (manu'is rowar ěm beně' = bulir padi meruncing ke atas).
    • Relevansi: Dalam bahasa Austronesia, fonem  mengalami nasalisasi menjadi  saat bertemu prefiks ma- (tu'is  manu'is  manus), bermakna "yang menunjuk", "perintis", atau "pemimpin/penunjuk jalan".

 

  1. Akar Kata Tu'ul (Penamaan & Pengukuhan)
    • Proses Formasi: Prefiks ma- + tu'ul  manu'ul.
    • Bukti Kamus: manu'ul (upacara persembahan/pengukuhan) dan patu'ulĕn / ipatu'ul (dinamakan, ditetapkan penamaannya).
    • Relevansi: Perubahan nasal bertahap dari manu'ul ke manus menggambarkan seseorang yang dikukuhkan atau diikat dalam suatu perjanjian ritual.

 

 

3. Tokoh Manus dalam Sejarah, Sastra, dan Literasi

Selain dalam ranah seni rupa, rekam jejak tokoh bermarga Manus juga tercatat dalam penulisan sejarah dan kebudayaan Minahasa:

 

A. Hersevien Manus Taulu (1903–1984)

Hersevien Manus Taulu lahir di Kawangkoan pada 19 Juli 1903 dan wafat di Manado pada 4 Maret 1984. Beliau dikenal sebagai penulis dan pengkaji sejarah serta kebudayaan Minahasa. Karya-karyanya meliputi novel/sastra sejarah seperti Bintang Minahasa serta berbagai dokumentasi mengenai tradisi lokal Minahasa. Kehadirannya menjadi bukti keterlibatan figur bermarga Manus dalam dokumentasi kebudayaan daerah.



B. M. P. B. Manus

Nama M. P. B. Manus tercatat sebagai penulis buku biografi Maria Walanda Maramis: Pahlawan Nasional, yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1976 (dan dicetak ulang pada 1985). Karya ini menjadi rujukan penting dalam mendokumentasikan perjuangan tokoh pergerakan wanita asal Minahasa.



Catatan: Keterlibatan Hersevien Manus Taulu dan M. P. B. Manus memperlihatkan sumbangsih intelektual figur bermarga Manus. Namun, hubungan genealogis antara keduanya maupun dengan keluarga Manus lainnya masih memerlukan penelitian silsilah lebih lanjut.

 

4. Rekam Jejak Pelukis Bermarga Manus di Sulawesi Utara

Dalam ranah seni lukis dan seni rupa Sulawesi Utara, nama Manus muncul melalui beberapa generasi dan jalur penciptaan:



A. Jerry Manus: Akademisi dan Pengkaji Seni Rupa

Drs. Jerry Manus, M.Sn., merupakan salah satu seniman dan akademisi yang berperan penting dalam peta seni rupa Sulawesi Utara. Namanya mulai tercatat sejak dekade 1980-an, termasuk dalam pameran keliling Seniman Muda Sulawesi Utara tahun 1984.

  • Pendidikan & Pengabdian: Menempuh pendidikan seni rupa di IKIP Manado (kini Universitas Negeri Manado / UNIMA) dan mengabdi sebagai dosen di Fakultas Bahasa dan Seni UNIMA.
  • Fokus Keahlian: Fokus pada kritik seni rupa, apresiasi seni, seni cetak, serta teknik penciptaan relief media semen.
  • Kajian Budaya: Banyak meneliti warisan budaya Minahasa, salah satunya kajian mengenai makna dan motif ornamen pada Waruga (sarkofagus khas Minahasa).

B. Jimmy Manus: Pelukis Profesional dari Kakas

Jimmy Manus, S.Pd. (lahir di Kakas, 11 April 1962), merupakan pelukis profesional lulusan Jurusan Seni Rupa FPBS IKIP Manado. Beliau aktif mengikuti berbagai pameran seni rupa tingkat daerah hingga nasional:

  • Pameran Transgenerasi di Manado (2007).
  • Pameran Seni Rupa Nusantara "Menilik Akar" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2009), menampilkan karya lukis cat minyak berjudul Fatal Velocity. Karya terkenal lainnya antara lain Red for Fighting dan Legend of the Fall.

 

Hubungan Kekerabatan: Jerry Manus dan Jimmy Manus merupakan kakak-beradik yang memilih jalur pengabdian berbeda: Jerry berfokus pada ranah akademis dan pengkajian seni, sedangkan Jimmy menekuni jalur penciptaan karya lukis secara profesional.

 

C. Jongke Manus: Pelukis Otodidak

Jongke Manus (dalam beberapa dokumen/katalog tercatat sebagai Yongke Manus) merupakan pelukis otodidak yang mewarnai sejarah seni lukis daerah bersama nama-nama seperti Sonny Lengkong, Jaya Masloman, Frans Towoliu, dan Hendrik Mamahit.

  • Nama Jongke/Yongke Manus tercatat dalam daftar peserta Pameran Lukisan Keliling Sulawesi Utara di Kotamobagu (30 Oktober – 4 November 1995) dalam rangka peringatan 50 Tahun Indonesia Merdeka.

Catatan Kekerabatan: Jongke Manus bukan saudara kandung dari Jerry dan Jimmy Manus. Kehadirannya menunjukkan bahwa perkembangan seni lukis di Sulawesi Utara dibentuk oleh sinergi antara seniman berpendidikan formal dan seniman otodidak.

 

D. Generasi Penerus: Jejak Seni Keluarga Jimmy Manus

Selain kiprah Jimmy Manus, terdapat informasi bahwa salah seorang putranya turut menekuni bidang seni lukis. Lingkungan keluarga yang dekat dengan aktivitas menggambar, wacana seni, dan ruang pameran menjadi wadah alih generasi (transfer of knowledge) dalam mengasah bakat artistik. Pendokumentasian karya dan riwayat pameran generasi penerus ini akan melengkapi catatan sejarah kesenian dalam keluarga Manus.



Nama Manus memiliki rekam jejak yang kaya di Sulawesi Utara, mencakup bidang literasi sejarah, sastra, hingga seni rupa:

  • Pengabdian Akademis & Kajian: Diberikan oleh figur seperti Drs. Jerry Manus, M.Sn., Hersevien Manus Taulu, dan M. P. B. Manus.
  • Praktik Seni Lukis & Pameran: Diwakili oleh Jimmy Manus, S.Pd. di tingkat nasional.
  • Jalur Otodidak & Dinamika Lokal: Diwakili oleh Jongke Manus.

 

Meskipun berbagi marga yang sama, tidak semua figur tersebut berada dalam satu garis keturunan langsung. Namun, kontribusi mereka secara kolektif memperkaya khazanah sejarah, budaya, dan perkembangan seni rupa di Sulawesi Utara.



Sumber dan Kepustakaan

  • Biennialsulut’s Blog. "Tentang Pelukis." https://biennialsulut.wordpress.com/tentang-pelukis/
  • Galeri Nasional Indonesia. (2020). Katalog Pameran Arus Timur. Jakarta: Kemendikbud.
  • Ganap, Gidion David Christopher. (2021). Disertasi Doktor. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
  • Schwarz, J. Alb. T. (1908). Tontemboansch-Nederlandsch Woordenboek & Nederlandsch-Tontemboansch Register. E. J. Brill.
  • Tulus, Arie. (2016). Pelukis-Pelukis Sulawesi Utara dan Karya-Karyanya. Tondano: LP2AI Universitas Negeri Manado.
  • Tulus, Arie. (2017). "Sekilas Pelukis Sulawesi Utara dan Kehadirannya." ArieTulus & SENI (Blog).

 

 

Postingan populer dari blog ini

DR. SUZANNE EMILIE HOUTMAN, Isteri Pertama dari Sam Ratulangie.

MEDINOS BAND, Legenda Band Manado

Connie Constantia