Postingan

Taman Robert Wolter Monginsidi

Gambar
  Taman : ROBERT WOLTER MONGISIDI (BOTE) Patung Robert Wolter Monginsidi yang berdiri kokoh di Lapangan Bantik, Malalayang, tampil sebagai monumen yang memancarkan kewibawaan sekaligus kedekatan emosional dengan tanah kelahirannya. Sosok pahlawan nasional ini digambarkan dalam posisi berdiri tegak. Tatapan matanya dibuat tajam menghadap ke arah pemukiman warga, seolah sedang mengawasi dan menjaga semangat patriotisme masyarakat asli Malalayang. Patung ini diletakkan di atas landasan beton yang cukup tinggi, di mana biasanya terpahat kutipan legendaris "Setia hingga akhir dalam keyakinan" sebagai pengingat akan keteguhan prinsip beliau sebelum dieksekusi di Makassar. Keberadaan monumen ini di tengah Lapangan Bantik menjadikannya jantung dari aktivitas sosial dan budaya masyarakat setempat. Lingkungan di sekitarnya yang relatif tenang dengan pepohonan rindang menciptakan suasana yang khidmat, berbeda dengan monumen formal di pusat kota yang penuh hiruk pikuk kendaraan. Area i...

Taman Kelong Tomohon

Gambar
  Taman Kelong: Dari Bisikan Burung Imam Karema hingga "New Zealand" di Jantung Tomohon Pernahkah Anda menyeruput kopi hangat di tepi kolam yang tenang, sembari menatap kemegahan Gunung Lokon yang berselimut kabut? Jika sedang berada di Tomohon, kemungkinan besar Anda sedang berada di Taman Kelong. Destinasi yang terletak di Kakaskasen Dua, Tomohon Utara ini, belakangan viral dan dijuluki sebagai "New Zealand-nya Sulawesi" karena hamparan hijaunya yang asri. Namun, di balik keindahan estetisnya yang kekinian, tersimpan sebuah narasi tua yang membawa kita kembali ke masa awal peradaban Minahasa. Sebuah Nama yang Lahir dari "Penolakan" Langit Nama "Kelong" bukanlah sekadar nama tanpa makna. Merujuk pada catatan Pdt. Prof. Dr. W. A. Roeroe dalam Sejarah Manusia Pertama Di Minahasa, alkisah Imam Karema memanjatkan doa kepada Empung Wailan Wangko (Tuhan Yang Maha Besar). Namun, semesta memberi jawaban berbeda. Melalui suara burung yang dianggap ...

KAWASARAN, OTORITAS BUDAYA, DAN “TRADISI YANG DICIPTAKAN KEMBALI”

Gambar
  KAWASARAN, OTORITAS BUDAYA, DAN “TRADISI YANG DICIPTAKAN KEMBALI” Polemik atas Narasi Kebudayaan dalam Artikel “Taroreh, Mahsasau dan Tradisi Kawasaran” sumber :  https://kelung.co.id/taroreh-mahsasau-dan-tradisi-kawasaran/  9 Desember 2025 Artikel “Taroreh, Mahsasau dan Tradisi Kawasaran” yang ditulis oleh Rikson Karundeng menghadirkan narasi mengenai kebangkitan Kawasaran melalui figur Rinto Taroreh. Dalam narasi tersebut, Taroreh digambarkan sebagai penjaga tradisi, pelestari ritus Mahsasau, sekaligus figur kunci yang menghidupkan kembali Kawasaran di Minahasa. Namun jika dibaca secara kritis, tulisan tersebut tidak hanya sekadar menceritakan proses pelestarian budaya. Ia juga membangun konstruksi otoritas budaya yang problematis: seolah-olah pemahaman tentang Kawasaran yang berasal dari satu komunitas lokal dapat mewakili keseluruhan kebudayaan Minahasa. Tulisan ini berargumen bahwa narasi tersebut tidak hanya lemah secara metodologis, tetapi juga berkontri...
Gambar
  Pemukiman di Minahasa Tahun 1869: Ilustrasi lithografi   “Wachthuis – oude stijl (Minahassa)” (Kajian Seni Rupa) Oleh : Alffian  Walukow Karya Lithografi Foto   adaptasi Ilustrasi ithigrafi berjudul “Wachthuis – oude stijl (Minahassa)” merupakan salah satu gambar yang menggambarkan kehidupan kampung di wilayah Minahasa pada paruh kedua abad ke-19. Gambar ini dikenal sebagai adaptasi dari ilustrasi litografi yang dicetak oleh percetakan Belanda S. Lankhout & Co. yang berkedudukan di kota The Hague. Ilustrasi tersebut dimuat dalam buku etnografi abad ke-19 berjudul De Minahasa yang ditulis oleh misionaris Belanda Nicolaas Graafland, sebuah karya yang mendokumentasikan kehidupan masyarakat Minahasa pada masa kolonial awal di wilayah Dutch East Indies. Judul ilustrasi tersebut berasal dari bahasa Belanda. Kata wachthuis berarti rumah jaga atau pos penjagaan, sedangkan oude stijl berarti gaya lama. Dengan demikian, judul tersebut dapat dipahami sebagai “ruma...

penetapan 168 orang PENGUASA PRIBUMI UTAMA Nusantara. Dokumen Hindia Belanda 1871

Gambar
Penetapan 168  orang PENGUASA PRIBUMI  UTAMA  Nusantara Sumber  :  Dokumen Hinda  Belanda  tahun 1871 Tahun 1871 : Tahun ini merupakan masa yang sangat penting dalam sejarah kolonial karena: Berlakunya UU Agraria 1870 (Agrarische Wet): Setahun sebelum 1871, Belanda mulai menghapus sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) dan membuka keran bagi modal swasta asing untuk masuk ke Hindia Belanda. Era Liberal: Tahun 1871 adalah puncak dari dimulainya era liberal, di mana perkebunan besar (seperti kopi, gula, dan tembakau) mulai dikelola oleh perusahaan swasta, bukan lagi monopoli pemerintah atau kongsi dagang seperti VOC.   Berikut adalah daftar nama-nama kerajaan, wilayah kekuasaan, atau kadipaten yang disebutkan dalam seluruh dokumen tersebut, disusun secara sistematis berdasarkan pengelompokan wilayahnya:   I. Jawa Soerakarta (Surakarta) Djokjakarta (Yogyakarta) Mangkunegaran ...