Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Dokumentasi Perayaan HUT Ke-1 Kabupaten Minahasa Selatan

Gambar
  "Menolak Lupa! Kemeriahan Ikonik saat Kabupaten Minahasa Selatan Baru Berdiri. Dokumentasi Perayaan HUT Ke-1 Kabupaten Minahasa Selatan 1. Kue Ulang Tahun Raksasa (Tinggi 5 Meter) Bupati pertama Minahasa Selatan berpose di depan Kue Ulang Tahun ikonik yang dirancang khusus oleh Alffian Walukow . Kue setinggi 5 meter ini merupakan instalasi seni kuliner berbentuk kerucut yang menyatukan ragam penganan tradisional khas Minahasa Selatan. Penyusunan kue ini dilakukan oleh Alffian Walukow bersama tim selama tiga hari tiga malam, menggunakan lebih dari 1.500 bungkus kudapan dan kuliner khas, di antaranya: Kue Tradisional: Panada, Apang, Cucur, Bagea, Bangket, dan Halua. Camilan & Lauk: Kacang Goyang, Nasi Jaha, Dodol, Roa Gepe, dan Ikan Alus. Sebagai simbol perayaan, di puncak kue diletakkan obor yang terbuat dari bambu ( bulu tambelang ), yang kemudian dinyalakan secara resmi oleh Bapak dan Ibu Bupati. 2. Dodol Raksasa Sepanjang 12 Meter Selain k...

Kedatuan Luwu - Propinsi Tanah Luwu

Gambar
  Kedatuan Luwu bakal PROPINSI LUWU Kedatuan Luwu menempati posisi sentral sebagai "Negara Ibu" dalam kosmologi Bugis di Sulawesi Selatan. Eksistensinya tidak hanya terekam dalam ingatan kolektif melalui mitologi, tetapi juga telah diformalisasikan secara hukum sebagai entitas sejarah yang memiliki hari jadi resmi. Kajian ini membedah Luwu melalui tiga lensa: literasi kuno, transformasi politik, dan proses penentuan periodisasi sejarahnya. Secara linguistik, Kedatuan Luwu adalah pemilik epik Sureq Galigo, salah satu karya sastra terpanjang di dunia. Bahasa Bugis Kuno: Naskah Galigo menggunakan bahasa Bugis kuno (Basa Torilangi) yang secara morfologis memiliki perbedaan signifikan dengan bahasa Bugis modern. Penggunaan diksi dalam naskah ini mencerminkan struktur sosial yang sangat teratur. Transmisi Oral ke Tulis: Penulisan naskah ini dalam aksara Lontara menunjukkan transisi dari tradisi lisan ke tradisi tulis yang mapan di Luwu sejak abad ke-14, menandakan tingkat intel...

Karnaval Seni Budaya di Menado tahun 1923.

Gambar
  Skenario : Karnaval   Seni   Budaya di Menado tahun 1923. Hari Sabtu 1 September 1923. Dalam rangka peringatan 25 tahun pemerintahan Yang Mulia Ratu Wilhelmina. RATU  WILLHELMINA 1. Era Pra-Kolonial dan Legenda (Asal-usul) Meskipun tidak memiliki angka tahun pasti, bagian awal ini merujuk pada masa purba Minahasa pasca "Banjir Besar". Penyatuan Mina-esa: Legenda Pingkan dan Matindas yang menjadi simbol lahirnya persatuan suku-suku menjadi nama "Minahassa". Watu Pinawetengan: Pembagian wilayah menjadi empat suku utama di sebuah batu besar di Kawangkoan. 2. Era Kontak Eropa Pertama (Abad 16 - 17) Tahun 1538: Kedatangan Antonio Galvano, Gubernur Portugis di Maluku, yang memulai jejak hubungan dengan bangsa Eropa. Tahun 1640: Awal masa pertengahan ( middentijd ) yang ditandai dengan perkenalan masyarakat Minahasa dengan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC). Tahun 1654: Kunjungan Sersan Koningge k...