ANITA CAROLINA MOHEDE Asal Pulau Siau, Sulawesi Utara
ANITA CAROLINA
MOHEDE
Asal Pulau
Siau, Sulawesi Utara
Oleh ;
Alffian Walukow
Anita Carolina Mohede
(atau yang juga dikenal dengan nama panggung Anita Carolina) adalah
seorang aktris dan penyanyi senior multitalenta asal Indonesia yang sangat
populer pada era akhir 1970-an hingga 1980-an. Bakat seninya mengalir kuat
karena ia merupakan bagian dari keluarga Mohede—sebuah rumpun keluarga yang
juga melahirkan talenta musik besar Indonesia lainnya di generasi setelahnya,
seperti mendiang penyanyi Mike Mohede.
Anita Carolina memulai jejaknya
di industri layar lebar sejak akhir dekade 1970-an. Salah satu catatan awal
keterlibatannya di dunia film ada pada proyek Satu Malam Dua Cinta
(1978), sebuah produksi yang sempat diwarnai kericuhan dan kendala akibat
penolakan kerja sama antara sutradara Indonesia dan sutradara asing. Setahun
setelahnya, ia resmi membintangi film Pelajaran Cinta (1979) dengan
berperan sebagai Indri.
Memasuki awal 1980-an, karier
akting Anita melesat tajam dan menjadikannya sebagai salah satu aktris papan atas.
Ia kerap dipercaya memegang peran utama wanita, salah satunya saat dipasangkan
dengan aktor legendaris Rano Karno. Duet romantis mereka yang sangat diingat
publik dapat disaksikan melalui film drama melodrama Yang Kembali Bersemi
(1980), di mana ia memainkan karakter Maya, serta film Mawar Cinta Berduri
Duka (1981) sebagai Kiki.
Selama masa produktifnya, Anita
menunjukkan kemampuan akting yang fleksibel di berbagai genre, mulai dari drama
percintaan hingga film laga. Beberapa judul film yang sukses ia bintangi
sepanjang kariernya antara lain:
- Senyummu adalah Tangisku (1980) sebagai
Erena
- Dalam Lingkaran Cinta (1981)
- Detik-Detik Cinta Menyentuh (1981)
- Kabut Ungu di Bibir Pantai (1981)
- Simphony yang Indah (1981) sebagai Dian
- Hukum Karma (1982)
- Duel Naga Wulung (1982)
- Tangkuban Perahu (1982)
- Tirai Kasih (1984)
- Bunga Pramuria (1984)
- Screen of Love
Meskipun masa keemasannya berada
di era 1980-an, kecintaannya pada dunia akting membuatnya kembali terlibat
dalam industri perfilman modern, salah satunya dengan membintangi film berjudul
Peti Mati pada tahun 2002.
Di samping bakatnya yang luar
biasa di depan kamera, Anita Carolina juga diakui sebagai salah satu penyanyi
berbakat yang mewarnai belantika musik pop Indonesia. Ia dikenal luas melalui
kolaborasi emasnya bersama musisi legendaris Fariz RM. Suara khas Anita berpadu
sempurna dalam proyek album legendaris Sakura yang dirilis tahun 1980,
di mana mereka berduet lewat lagu-lagu populer bernuansa pop romantis seperti Nada
dan Cinta, Mega Buana, dan Malam Kesembilan yang diproduksi
di bawah label Akurama Records.
Karier musik solonya juga
terbilang sukses. Publik mengenal karya-karya solonya melalui beberapa
perilisan piringan hitam dan kaset, termasuk sebuah album penuh (Full Album)
yang bertajuk Jangan Kau Bermimpi.
Sebagai salah satu penyanyi papan
atas pada masanya, Anita sering tampil menghibur masyarakat Indonesia melalui
layar kaca. Salah satu penampilannya yang paling ikonik dan membekas di ingatan
para pemirsa lintas generasi adalah saat ia membawakan lagu hits ciptaan musisi
besar A. Riyanto yang berjudul Sepasang Merpati (1982) dalam acara musik
legendaris TVRI, Aneka Ria Safari. Penampilan panggungnya di acara
tersebut dinilai sangat berkesan dan terus dikenang oleh para penikmat musik
lawas hingga puluhan tahun kemudian.
