SEJARAH LAGU NATAL " KESUKAAN BESAR " "African-American Spiritual Song"
SEJARAH LAGU
KESUKAAN BESAR
Simfoni Pembebasan: Evolusi "Go Tell It on the
Mountain" dari Mississippi hingga Tanah Batak
Lagu Natal "Kesukaan Besar" (atau "Go
Tell It on the Mountain") bukan sekadar nyanyian liturgis musiman. Ia
adalah dokumen sejarah hidup yang merekam jejak penderitaan, pelestarian
budaya, dan adaptasi lintas benua. Dari rahim perbudakan Amerika hingga menjadi
standar paduan suara di tangan komposer Batak, lagu ini membawa pesan universal
tentang keberanian.
I. Akar Spiritual: Musik sebagai Senjata dan Doa (Abad
ke-19)
Secara historis, lagu ini dikategorikan sebagai "African-American
Spiritual". Berbeda dengan Himne Eropa yang tertulis rapi, lagu
spiritual lahir dari tradisi lisan budak-budak Afrika di Amerika Serikat bagian
selatan sebelum Perang Saudara (pre-1865).
- Makna
Tersembunyi: Bagi para budak, "gunung" sering kali merupakan
kode dalam Underground Railroad (jalur pelarian budak) atau simbol
tempat tinggi di mana suara kebebasan bisa terdengar tanpa gangguan
pengawas perkebunan.
- Pola
Musik: Menggunakan pola Call and Response (Panggil dan Jawab).
Pola ini merupakan warisan struktur musik tradisional Afrika Barat yang
kemudian menjadi fondasi musik Blues, Jazz, dan Gospel.
II. John Wesley Work Jr. dan Penyelamatan Literasi (1907)
Lagu ini mungkin akan hilang jika tidak ada upaya kodifikasi
dari John Wesley Work Jr. (1871–1925). Ia adalah direktur musik di Fisk
University, Nashville, dan merupakan pionir pengumpul musik rakyat kulit hitam.
- Publikasi
Kunci: Bersama saudaranya, Frederick J. Work, ia menerbitkan buku "New
Jubilee Songs as Sung by the Fisk Jubilee Singers" pada tahun 1907.
Dalam buku inilah untuk pertama kalinya "Go Tell It on the
Mountain" muncul dalam notasi musik modern.
- Kontribusi
Kreatif: Work Jr. sering kali dianggap sebagai penulis bait-bait
(stanzas) yang menceritakan detail Alkitab (kisah para gembala), sementara
bagian refrainnya ia ambil dari tradisi lisan yang sudah ada sejak era
perbudakan.
III. Jembatan Budaya: Dari Fisk ke Indonesia
Bagaimana lagu ini sampai ke Indonesia? Jalurnya melalui
misi pekabaran Injil dan penyebaran buku nyanyian gereja global di awal abad
ke-20. Namun, lagu ini menemukan "rumah kedua" yang sangat cocok di Tanah
Batak.
- Kesesuaian
Tipografi: Secara geografis, wilayah Tapanuli yang berbukit-bukit
membuat lirik "Siarkan di gunung" terasa sangat
kontekstual bagi jemaat Batak dibandingkan jemaat di dataran rendah.
- N.
Simanungkalit dan Standarisasi Paduan Suara: Nortier Simanungkalit
(1929–2012) memainkan peran krusial. Dalam berbagai kumpulan
aransemennya untuk paduan suara (seperti dalam buku-buku terbitan
Yamuger), ia mengadaptasi ritme spiritual yang dinamis ini ke dalam
harmoni SATB yang megah. Simanungkalit memahami bahwa vokal orang Batak
memiliki tessitura (jangkauan suara) yang tinggi dan bertenaga,
sangat cocok dengan klimaks lagu ini pada bagian refrain.
IV. Analisis
Musikalitas Batak-Spiritual
Komponis Batak
sering kali memberikan interpretasi "Gospel" yang unik:
- Sinkopasi: Ketukan yang tidak teratur (up-beat) pada
lagu ini menyerupai pola ritme Gondang Sabangunan, sehingga jemaat
Batak dapat menyanyikannya dengan alunan tubuh yang natural.
- Harmoni: Penggunaan akor-akor dominan ketujuh
(dominant 7th) yang sering muncul dalam musik Gospel Amerika diadopsi
secara alami dalam aransemen paduan suara Batak, menciptakan nuansa
kemenangan.
V. Sumber Literatur dan Referensi
Untuk melacak sejarah lagu ini lebih lanjut, berikut adalah
referensi kunci yang digunakan dalam studi musikologi gereja:
|
Sumber Literatur |
Penulis/Editor |
Tahun Terbit |
Fokus Bahasan |
|
New Jubilee Songs as Sung by the Fisk Jubilee Singers |
John Wesley Work Jr. |
1907 |
Publikasi
pertama notasi musik lagu ini. |
|
The Spirituals and the Blues: An Interpretation |
James H. Cone |
1972 |
Analisis teologis dan sejarah perlawanan dalam lagu
spiritual. |
|
Kidung Jemaat (KJ) No. 120 |
Yamuger (Yayasan Musik Gereja) |
1984 |
Adaptasi lirik dan melodi ke dalam Bahasa Indonesia. |
|
Karya Musik Gerejawi N. Simanungkalit |
N. Simanungkalit |
Berbagai Edisi |
Koleksi aransemen paduan suara yang mempopulerkan lagu ini
di Indonesia. |
|
Encyclopedia of African American Music |
Emmett G. Price III, dkk. |
2010 |
Sejarah evolusi musik spiritual menjadi musik populer. |
Frederick Jerome Work (sekitar 1878/1879 – 1942) adalah
seorang kolektor, penyusun (arranger), dan komposer musik Amerika yang
memiliki peran vital dalam pelestarian lagu-lagu spiritual Afrika-Amerika. Ia
merupakan adik dari John Wesley Work Jr. dan paman dari John Wesley Work III.
Berikut adalah sejarah hidup dan kontribusi Frederick J.
Work:
1. Kehidupan Awal dan Pendidikan
Frederick Jerome Work lahir di Nashville, Tennessee. Ia
berasal dari keluarga musisi; ayahnya adalah seorang direktur paduan suara
gereja di Nashville. Frederick menempuh pendidikan di Fisk University, sebuah
institusi bersejarah bagi warga kulit hitam, dan lulus di bidang musik pada
tahun 1903.
2. Kolektor Lagu Spiritual di Lapangan
Berbeda dengan banyak akademisi saat itu, Frederick
terjun langsung ke lapangan untuk mendokumentasikan musik rakyat.
- Transkripsi
Lapangan: Pada musim panas tahun 1900 dan 1901, ia dibayar oleh Fisk
University untuk menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah (camp meetings)
dan mencatat serta mentranskripsikan lagu-lagu spiritual yang dinyanyikan
oleh masyarakat umum.
- Keaslian
Aransemen: Ia dikenal karena kemampuannya menyusun aransemen yang tetap
menjaga keaslian bentuk asli lagu-lagu tersebut, di saat banyak orang lain
mencoba mengubahnya agar terdengar lebih modern atau kebarat-baratan.
3. Publikasi Monumental
Frederick J. Work menerbitkan beberapa koleksi penting
yang menjadi sumber rujukan dunia untuk lagu spiritual:
- New
Jubilee Songs (1902): Buku ini disusun dan diharmonisasikan oleh Frederick
saat ia masih sangat muda. Edisi keduanya diterbitkan pada tahun 1904.
- Folk
Songs of the American Negro (1907): Buku ini disusun bersama kakaknya,
John Wesley Work Jr. Dalam buku inilah lagu "Go Tell It on the
Mountain" pertama kali diterbitkan secara resmi dalam bentuk notasi
musik.
4. Karier sebagai Pendidik dan Dirigen
Sepanjang hidupnya, Frederick adalah seorang pendidik
musik yang berdedikasi:
- Ia
mengajar musik di berbagai sekolah menengah dan memimpin paduan suara
pemuda yang diakui kualitasnya di Nashville, Kansas City, dan Pine Bluff.
- Selama
20 tahun terakhir kariernya, ia mengajar di Bordentown, New Jersey, hingga
ia wafat pada Januari 1942.
5. Warisan bagi "Go Tell It on the Mountain"
Meskipun John Wesley Work Jr. sering disebut sebagai
tokoh utama, Frederick J. Work adalah orang yang melakukan harmonisasi teknis
pada musiknya. Tanpa ketelitian Frederick dalam mentranskripsikan melodi-melodi
dari tradisi lisan menjadi lembaran musik, lagu-lagu Natal yang kita kenal
sekarang mungkin tidak akan pernah mencapai standar internasional.
Ringkasan Data Sejarah:
- Nama
Lengkap: Frederick Jerome Work
- Lahir:
11 Agustus 1878 (atau 1879) di Nashville, Tennessee.
- Wafat:
24 Januari 1942 di Bordentown, New Jersey.
- Karya
Kunci: New Jubilee Songs (1902), Folk Songs of the American
Negro (1907).
John Wesley Work Jr. (1871–1925) adalah tokoh sentral
dalam sejarah musik Amerika yang menjembatani kesenjangan antara tradisi lisan
budak Afrika-Amerika dengan dunia musik akademis. Ia dikenal sebagai sarjana,
kolektor, dan komposer kulit hitam pertama yang secara sistematis melestarikan
lagu-lagu spiritual agar tidak punah.
Berikut adalah sejarah hidup dan dedikasi John Wesley Work
Jr.:
1. Latar Belakang dan Pendidikan
Lahir pada 6 Agustus 1871 di Nashville, Tennessee, John
Wesley Work Jr. tumbuh di lingkungan yang kental dengan musik. Ayahnya adalah
seorang pemimpin paduan suara gereja yang sering menulis lagu untuk
kelompok-kelompok vokal profesional.
Work Jr. menempuh pendidikan di Fisk University,
sebuah institusi sejarah bagi warga kulit hitam (HBCU) di Nashville. Ia lulus
pada tahun 1895 dengan gelar di bidang Bahasa Latin dan Sejarah, namun hasrat
utamanya selalu tertuju pada musik rakyat kaumnya.
2. Penyelamat Lagu-Lagu Spiritual
Setelah lulus, Work Jr. mengajar di Fisk University, tetapi
ia menghabiskan waktu luangnya untuk meneliti lagu-lagu yang dinyanyikan oleh
para budak di perkebunan-perkebunan Selatan.
Pada masa itu, banyak warga kulit hitam yang telah merdeka
ingin melupakan lagu-lagu spiritual karena dianggap sebagai pengingat masa
perbudakan yang pahit. Namun, Work Jr. memiliki visi berbeda: ia melihat
lagu-lagu tersebut sebagai karya seni agung dan identitas spiritual yang
harus dihormati.
3. Karya Monumental: "New Jubilee Songs" (1907)
Bersama saudaranya, Frederick J. Work, John Wesley
menerbitkan buku-buku yang sangat penting bagi sejarah musik dunia:
- New
Jubilee Songs as Sung by the Fisk Jubilee Singers (1907): Di sinilah
lagu "Go Tell It on the Mountain" (Kesukaan Besar)
pertama kali dibakukan dalam bentuk notasi musik modern.
- Folk
Songs of the American Negro (1915): Buku ini adalah salah satu studi
sosiologis dan musikologis pertama mengenai musik Afrika-Amerika.
Tanpa upaya kodifikasi dari Work Jr., melodi-melodi seperti Go
Tell It on the Mountain, Swing Low, Sweet Chariot, dan Steal Away
mungkin akan hilang seiring berjalannya waktu.
4. Direktur Fisk Jubilee Singers
Work Jr. menjabat sebagai direktur Fisk Jubilee Singers,
kelompok paduan suara yang bertugas menggalang dana untuk universitas. Di bawah
kepemimpinannya, kelompok ini menjadi terkenal secara internasional.
Ia tidak hanya melatih mereka secara vokal, tetapi juga
mengajarkan martabat dan sejarah di balik setiap nada yang mereka nyanyikan. Ia
memastikan bahwa lagu spiritual tidak dinyanyikan sebagai hiburan
"minstrel" (komedi ejekan), melainkan sebagai nyanyian iman yang
khidmat.
5. Warisan dan Akhir Hayat
John Wesley Work Jr. meninggal pada 7 September 1925.
Meskipun ia menghadapi banyak tantangan rasial pada masanya, warisannya tetap
hidup melalui:
- Pelestarian Budaya: Ia membuktikan bahwa musik
Afrika-Amerika memiliki nilai akademis dan teologis yang setara dengan
musik klasik Eropa.
- Inspirasi Komposer: Karyanya menjadi fondasi bagi
komposer-komposer masa depan di seluruh dunia (termasuk para maestro di
Indonesia) dalam menyusun aransemen paduan suara yang berbasis pada musik
rakyat.
- Tradisi Keluarga: Dedikasinya diteruskan oleh
putranya, John Wesley Work III, yang juga menjadi komposer ternama
dan melanjutkan penelitian musik ayahnya.
Ringkasan Profil
- Nama:
John Wesley Work Jr.
- Lahir:
6 Agustus 1871 (Nashville, USA).
- Wafat:
7 September 1925.
- Peran
Utama: Kolektor musik rakyat, Komposer, Profesor Latin.
- Kontribusi
Terbesar: Membukukan lagu "Go Tell It on the Mountain" ke
dalam literatur musik dunia.
Nortier Simanungkalit (1929–2012), atau yang lebih
dikenal sebagai N. Simanungkalit, adalah sosok fenomenal yang dijuluki
sebagai "Bapak Paduan Suara Indonesia". Beliau adalah tokoh
yang memberikan "identitas" pada musik paduan suara di Indonesia,
menggabungkan teknik vokal Barat dengan jiwa musik Nusantara.
Berikut adalah sejarah lengkap perjalanan hidup dan dedikasi
N. Simanungkalit:
1. Latar Belakang dan Masa Kecil
Nortier Simanungkalit lahir pada 17 Desember 1929 di Tarutung,
Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Tumbuh di tanah Batak yang kental dengan
tradisi menyanyi di gereja (HKBP) menjadi fondasi utama musikalitasnya.
Bakatnya sudah menonjol sejak kecil, di mana ia sangat peka terhadap harmoni
suara.
2. Pendidikan dan Awal Karier
Meskipun dikenal sebagai maestro musik, latar belakang
pendidikan formalnya sebenarnya adalah bidang pendidikan. Ia menempuh
pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun, gairahnya pada
musik tak terbendung. Ia belajar
musik secara otodidak dan melalui kursus-kursus, hingga akhirnya mendalami
teknik komposisi dan dirigen.
3. Kontribusi
Terbesar: Komposisi dan Aransemen
N. Simanungkalit
adalah orang yang paling berjasa dalam menyusun standar paduan suara di
Indonesia. Beberapa kontribusi utamanya meliputi:
- Aransemen
Lagu Rakyat: Beliau menggubah lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia
(seperti Anju Au, O Ina Ni Keke, Yamko Rambe Yamko)
ke dalam format empat suara (SATB—Sopran, Alto, Tenor, Bass). Hal ini
membuat lagu daerah naik kelas dari sekadar lagu rakyat menjadi karya seni
yang layak dipentaskan di panggung internasional.
- Lagu-Lagu
Patriotik dan Mars: Beliau adalah pencipta banyak mars dan himne untuk
institusi negara, termasuk Mars Pemilu ("Pemilihan umum telah
memanggil kita...") yang sangat ikonik sejak era Orde Baru hingga
sekarang.
- Paduan
Suara Gerejawi: Sebagai orang Batak, pengaruhnya di musik gereja
sangat besar. Ia banyak menerjemahkan dan mengaransemen lagu Natal dunia
(seperti "Kesukaan Besar" atau "Go Tell It on the
Mountain") ke dalam gaya yang bisa diterima oleh telinga
masyarakat Indonesia, khususnya jemaat di Sumatera Utara.
4. Kiprah di Tingkat Nasional dan Internasional
- Pelatih
Tim Nasional: Beliau sering dipercaya memimpin paduan suara raksasa
pada upacara bendera 17 Agustus di Istana Merdeka.
- Diplomasi
Budaya: Melalui paduan suara, ia membawa nama Indonesia ke kancah
dunia. Ia sering menjadi juri di berbagai kompetisi paduan suara
internasional dan membawa delegasi Indonesia meraih penghargaan.
- Penulisan
Buku: Ia menulis buku panduan teknik vokal dan paduan suara yang
hingga kini masih menjadi referensi utama bagi para pelatih paduan suara
di seluruh Indonesia. Salah satu bukunya yang terkenal adalah Teknik
Paduan Suara.
5. Ciri Khas Aransemen
Aransemen N. Simanungkalit memiliki ciri khas:
- Megah dan Gagah: Sering menggunakan harmoni yang
tegas dan dinamika yang kuat.
- Karakter Vokal yang Kuat: Ia memahami bahwa vokal orang
Indonesia (terutama Batak) memiliki kekuatan pada power dan
kejernihan, sehingga ia sering menulis bagian Tenor dan Sopran yang cukup
menantang namun indah.
- Nasionalisme:
Hampir seluruh karyanya bernapaskan kecintaan pada tanah air dan Tuhan.
6. Akhir Hayat dan Penghargaan
N. Simanungkalit wafat pada 9 Maret 2012 di Jakarta
dalam usia 82 tahun. Atas jasa-jasanya, ia menerima berbagai penghargaan dari
pemerintah, termasuk Satyalancana Kebudayaan.
Sumber Literatur dan Referensi:
- Buku:
Teknik Paduan Suara oleh N. Simanungkalit (Penerbit
Gramedia/Yamuger).
- Jurnal
Musik: Analisis Aransemen Paduan Suara N. Simanungkalit dalam
berbagai tesis musikologi di ISI Yogyakarta dan Universitas Negeri Medan.
- Arsip Nasional: Koleksi lagu-lagu Mars Pemilu dan
dokumentasi Upacara Kemerdekaan RI.
- Ensiklopedia
Musik Indonesia: Catatan mengenai tokoh-tokoh musik nasional.
Hubungan
dengan Lagu "Kesukaan Besar"
Dalam konteks tulisan
sebelumnya, N. Simanungkalit adalah "jembatan" yang mempertemukan
sejarah John Wesley Work Jr. dengan telinga pendengar di Indonesia.
Aransemennya untuk lagu-lagu Natal spiritual membuat pesan kebebasan
dari Amerika tersebut bergema dengan jiwa patriotik dan religiusitas lokal
Indonesia.



