Gereja Protestan Rumoong Atas
Gereja Protestan Rumoong Atas
Secara genealogis dan administratif, Rumoong Atas merupakan bagian integral dari sejarah pemukiman di wilayah Minahasa Selatan yang berakar pada Distrik Tombasian. Rumoong Tua berdiri di atas tiga pilar persebaran penduduk:
Rumoong Lowian: Kelompok masyarakat awal di dataran rendah.
Rumoong di Lansot: Kelompok yang menetap di wilayah Lansot lama.
Rumoong di Wiau: Sebaran masyarakat yang menjangkau wilayah kampung Wiau (kini Wiau Lapo)
Pada tahun 1840, pemerintah kolonial mengakui Rumoong sebagai desa mandiri di wilayah hukum Tareran. Hal ini memicu migrasi penduduk ke dataran yang lebih tinggi untuk pembukaan lahan perkebunan, yang kemudian membentuk komunitas Rumoong Atas.
Perjalanan iman jemaat di Rumoong Atas dapat dilacak melalui transformasi fisik gedung gerejanya:
A. Era Konstruksi Kayu (1840 – 1898)
Sejak pekabaran Injil oleh misionaris NZG seperti K.T. Herrmann (1840) dan S. Van der Velde van Cappellen (1851), jemaat mula-mula beribadah di gedung dengan konstruksi kayu murni. Gedung ini berfungsi ganda sebagai tempat ibadah dan sekolah zending (Zendingsschool).
B. Era Semi-Permanen "Bulu Taki" (1898 – 1970-an)
Pada tahun 1898, dirintis pembangunan gedung baru yang lebih representatif dengan teknik arsitektur hibrida:
Struktur: Rangka utama menggunakan kayu keras pilihan.
Dinding: Beton semi-permanen yang unik, di mana bagian dalam dinding menggunakan anyaman bulu taki (bambu kecil) sebagai penguat semen (pre-kursor teknik beton bertulang modern).
Lonceng Perak: Dipasangnya lonceng bertuliskan "Paumungan Mesihi Rumo’ong Langsot 1898", simbol persatuan jemaat Lansot dan Rumoong Atas. Bangunan ini bertahan hingga masa lahirnya jemaat GMIM Taar Era. Pengurus GMIM Taar Era berperan penting menghancurkan tinggalan sejarah tersebut untuk memperkuat filosofi Tareran dalam versi Rumoong Atas.
Gedung ibadah yang dibangun tahun 1898 mengalami beberapa kali renovasi. Pada pembangunan awal tahun 1900 mengalami hambatan. Beberapa tua adat tidak lagi mengijinkan pendirian bangunan ibadah di tempat tersebut dengan alasan di depan Gereja terdapat pasar (kini rumah Kel. Sambur Kumaat) orang tua dari om Calvein dan Selvi Sambur.
Tetapi perselisihan itu diselesaikan oleh pemerintah Belanda.
Akibat pergeseran pusat pemukiman ke tengah kampung, dibangunlah gedung baru secara swadaya murni.
Peresmian: 19 Oktober 1978 oleh Bupati Minahasa B.G. Lapian, BA.
Identitas Baru: Gedung ini diberi nama GMIM "Imanuel" Rumoong Atas.
Garis Waktu Kepemimpinan Pendeta (Era GMIM)
Berdasarkan catatan blog jemaat dan arsip sinode, berikut adalah para pelayan Tuhan yang mengawal masa transisi dan pertumbuhan jemaat:
Periode
Nama Pendeta
Peristiwa Penting
1974 – 1977
Pdt. W.R. Rondonuwu
Perintisan dan pembangunan gedung Imanuel.
Pada masa ini:
*Ini gedung GMIM Rumoong Lansot; sejak 1 Juni 1975 terjadi pemekaran menjadi 2 jemaat, GMIM Rumoong Atas & GMIM Lansot". ( sumber : John Rumerung_fb)
1982 – 1985
Pdt. Johanis Ruus, SmTh
Konsolidasi jemaat pasca-peresmian gedung baru.
1986 – 1994
Pdt. S. Lumingkewas
Pelayanan dua periode; masa pertumbuhan pesat.
1990 – 1994
Pdt. A. Turangan
Melayani bersama Pdt. Lumingkewas hingga pemekaran.
Pendeta periode selanjutnya (Modern): Pdt. Ny. J. Ch. Rarumangkay-L., Pdt. Ny. J.S. Sumayku-P., Pdt. Ny. M.O. Sual-K., Pdt. Fentje J. Pongantung, S.Th., dan Pdt. Daud S. Kaunang, S.Th.
4. Kutipan Historis
"Gedung gereja semi-permanen tahun 1898 dengan anyaman bulu taki di dindingnya bukan sekadar bangunan, melainkan manifestasi kearifan lokal masyarakat Rumoong dalam memadukan material alam dengan teknologi beton masa itu."
— Arsip Digital Jemaat Rumoong Atas
Daftar Pustaka
Sumber Buku:
Graafland, N. (1898). De Minahassa: Haar Natuur, haar Bevolking en haar Toestanden. Batavia: Landsdrukkerij. (Menjelaskan kondisi geografi dan sosiologi distrik-distrik di Minahasa).
Wenas, Jessy. (2007). Sejarah dan Kebudayaan Minahasa. Manado: Institut Seni Budaya Sulawesi Utara.
Schouten, M. (1998). Leadership and Social Mobility in a Southeast Asian Society: Minahasa, 1677-1983. KITLV Press.
Sumber Arsip & Digital:
Arsip Delpher (Belanda): Laporan Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) mengenai kemajuan Zendingsschool di Distrik Rumoong (Periode 1900-1920).
Walukow, Alffian. (2020-2023). Catatan Sejarah Minahasa: Silsilah dan Sebaran Masyarakat Rumoong. (Media Sosial & Blog Budaya).
Scribd Document (601229000): Sejarah Jemaat GMIM Rumoong Lansot - Tareran, Minahasa.
Blog Resmi Jemaat: Sejarah Perjalanan Iman Jemaat Imanuel Rumoong Atas.
Dokumen Primer:
Inskripsi Lonceng Perak Tahun 1898 (Paumungan Mesihi Rumo’ong Langsot).
Prasasti Peresmian Gedung Gereja GMIM Imanuel, 19 Oktober 1978 oleh Bupati B.G. Lapian.


