Pendeta Bernadus Merukh,Tokoh GMIT
Mengenal Tokoh Gereja Masehi Injili Timor
BERNADUS MEROEKH
Bernadus Meroekh dilahirkan pada 15 Juni 1915 di Nggauk-Thie, Rote Barat Daya, dalam keluarga Protestan suku Rote. Perjalanan hidupnya dimulai dengan menamatkan pendidikan dasar di Rote pada tahun 1926, yang kemudian dilanjutkan ke sekolah guru di Kalabahi, Alor hingga tahun 1929. Karier awalnya dedikasikan sebagai guru bantu di beberapa wilayah di Alor, seperti Peito dan Kolana, sebelum akhirnya dipindahkan ke Baun, Amarasi, Kabupaten Kupang pada tahun 1931. Di Baun, ia menanjak menjadi Kepala Sekolah sekaligus Guru Jemaat hingga tahun 1945. Selama periode ini, ia juga memperluas wawasannya dengan mengikuti kursus bahasa Belanda di Bandung (1936-1939) dan menempuh pendidikan di Sekolah Theologia di Soe (1942-1948).
Setelah menyelesaikan pendidikan teologinya, Bernadus diangkat menjadi pendeta di Camplong hingga tahun 1951, sebelum akhirnya menetap di Kupang untuk memegang berbagai posisi strategis di Sinode Gereja Masehi Injili Timor (GMIT). Jabatan yang pernah diembannya antara lain Sekretaris Majelis Sinode, Bendahara Majelis Sinode, Ketua Klasis Kota Kupang, hingga menjadi wakil ketua dan Acting Ketua Sinode GMIT pada tahun 1975. Selain aktif di gereja, ia juga menjabat sebagai pejabat khusus Pencatatan Sipil Perkawinan Kristen, Bendahara Yayasan Dana Pensiun GMIT, serta Pendeta Honorer Angkatan Darat di Korem 161 Kupang. Dedikasinya tidak hanya terbatas di NTT, tetapi juga meluas ke tingkat nasional dan internasional, seperti mengikuti sidang Diakonia DGI di Jakarta, konferensi di Singapura, hingga menghadiri pekabaran Injili sedunia di Swiss pada tahun 1974.
Dalam silsilah keluarga, tokoh politisi dan pengusaha Jusuf Merukh serta Mathias Merukh merupakan cucu dari Bernadus Meroekh. Keluarga Merukh ini memiliki jejak aktivitas yang signifikan di Makassar (dahulu Ujung Pandang). Kota Makassar menjadi lokasi krusial bagi generasi cucunya dalam menempuh pendidikan tinggi, terutama di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas). Di kota tersebut, mereka aktif dalam pergerakan organisasi mahasiswa seperti GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) yang menjadi kawah candradimuka dalam membentuk karakter kepemimpinan, intelektualitas, dan jaringan politik sebelum akhirnya berkiprah di panggung nasional. Dengan demikian, keluarga Merukh merepresentasikan perpaduan kuat antara nilai-nilai religiusitas yang ditanamkan oleh Bernadus Meroekh dengan kontribusi sosial-politik yang diteruskan oleh keturunannya.
Sumber : Sonny Pelokila
Tahun 1966 : Pendeta Misionaris di Kupang




