Prasasti Masahar (juga dikenal sebagai Prasasti Gemekan).

Prasasti Masahar (Prasasti Gemekan) Tahun 930 Masehi



1. Identitas Prasasti
Berdasarkan sumber primer yang Anda unggah, berikut adalah identitas dasarnya:
Tokoh Utama: Dikeluarkan oleh Mpu Sindok, yang memiliki beberapa variasi nama dan gelar resmi dalam teks:
Sri Isanawikrama Dharmmotunggadewa: Gelar penobatan resmi (abhisheka).
Sri Maharaja Rakai Hino Pu Sindok: Gelar penguasa tertinggi.
Sri Isanawatunggadewa: Penegasan sebagai pendiri Dinasti Isana.
Rakai Hino Mpu Sindok: Nama saat menjabat sebagai pejabat tinggi sebelum naik takhta.
Waktu: Tertulis angka tahun 852 Saka, atau sekitar 7 Oktober 930 Masehi.
Bahasa & Aksara: Menggunakan bahasa Jawa Kuno dan aksara Kawi.
2. Analisis Multidisipliner
A. Kajian Arkeologi
Penemuan: Ditemukan pada 9 Februari 2022 di Situs Gemekan, Mojokerto, pada kedalaman 130 cm.
Material dan Dimensi: Terbuat dari batu andesit berbentuk prisma dengan tinggi 91 cm, lebar 88 cm, dan tebal 21 cm.
Konteks Situs: Ditemukan in situ di dekat reruntuhan struktur bata Candi Pangurumbigyan.
Kondisi Fisik: Permukaan nampak basah untuk memperjelas aksara; terdapat retakan di sisi kiri namun teks tengah hingga atas masih sangat tajam (well-preserved).
B. Kajian Filologi
Jenis Teks: Prasasti Catur Muka (dipahat pada empat sisi).
Kandungan Isi:
Mencatat pembelian sawah di desa Masahar oleh Rakai Hanyangan dan istrinya, Dyah Parhyangan, seharga 3 kati 5 suwarna emas.
Penetapan status Sima (bebas pajak) untuk pemeliharaan bangunan suci Prasada Kabhaktyan Pangurumbigyan.
Memuat daftar pejabat yang hadir serta bagian Sapatha (kutukan) bagi perusak prasasti.
C. Kajian Linguistik
Paleografi: Aksara Kawi abad ke-10 dengan tarikan garis dekoratif, menunjukkan transisi gaya Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Kosakata Unik: Muncul istilah teknis birokrasi dan kuliner seperti Siddhu (minuman beralkohol), Mangilala Drabyahaji (kolektor pajak), dan Tarukan (pembukaan lahan baru).
3. Transliterasi dan Konversi Teks (Sisi Depan/Recto)
Teks Jawa Kuno (Baris 1-6):
Swasti śakawarṣātīta 852 āśujīmāsa tithi pañcami kṛṣṇapakṣa pa pa bu wāra.
Irīka diwaśa nī rājā lān mpu sindok śrī īśānotunggadewa umañatniṅkan śīma masahar.
Muāŋ lmah sawah i masahar śīma punpunan i rāmā i masahar i thāni masahar.
Telas pinuwat de rakai hanyangan muāŋ binihaji dyah parhyangan.
Knihanya mas kati 3 su 5 de rāmā i masahar.
I kabhaktyan prasāda kabhaktyan i paṅgurumbigyan.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Selamat tahun Saka 852, bulan Asuji, tanggal lima paro terang. Pada saat itulah Raja Mpu Sindok menetapkan wilayah Masahar sebagai tanah Sima. Tanah sawah tersebut dibeli oleh Rakai Hanyangan dan istrinya seharga 3 kati 5 suwarna emas untuk pemeliharaan bangunan suci Pangurumbigyan.


4. Daftar Pustaka
Sumber Utama Gambar: Koleksi Dokumentasi Noesantara Tempo Doeloe (2026), diproses melalui analisis visual AI.
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur. (2022). Laporan Ekskavasi Situs Gemekan Tahap I & II.
Boechari. (2012). Melacak Sejarah Kuno Indonesia lewat Prasasti. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Fatihah, Lauhil. (2024). "Bentuk, Fungsi, dan Makna Minuman Alkohol Tradisional dalam Prasasti Masahar Abad 10 Masehi". Jurnal Artefak (Unigal).
Lutfi, Ismail. (2022). Analisis Epigrafi Prasasti Masahar/Gemekan.
Nastiti, Titi Surti. (2022). Sima dalam Masyarakat Jawa Kuno.
Zoetmulder, P.J. (1982). Old Javanese-English Dictionary. 's-Gravenhage: Martinus Nijhoff.


Postingan populer dari blog ini

Kampung Tariang Baru,Tabukan Tengah, Pulau Sangihe, Rayakan HUT ke-133

PERIODISASI SEJARAH MINAHASA DAN CIKAL BAKAL PENGGUNAAN NAMA MINAHASA

MASAMPER SANGIHE: DARI MEBAWALASE KE PENTAS LOMBA