Taman Kelong Tomohon

 

Taman Kelong: Dari Bisikan Burung Imam Karema hingga "New Zealand" di Jantung Tomohon




Pernahkah Anda menyeruput kopi hangat di tepi kolam yang tenang, sembari menatap kemegahan Gunung Lokon yang berselimut kabut? Jika sedang berada di Tomohon, kemungkinan besar Anda sedang berada di Taman Kelong.
Destinasi yang terletak di Kakaskasen Dua, Tomohon Utara ini, belakangan viral dan dijuluki sebagai "New Zealand-nya Sulawesi" karena hamparan hijaunya yang asri. Namun, di balik keindahan estetisnya yang kekinian, tersimpan sebuah narasi tua yang membawa kita kembali ke masa awal peradaban Minahasa.
Sebuah Nama yang Lahir dari "Penolakan" Langit
Nama "Kelong" bukanlah sekadar nama tanpa makna. Merujuk pada catatan Pdt. Prof. Dr. W. A. Roeroe dalam Sejarah Manusia Pertama Di Minahasa, alkisah Imam Karema memanjatkan doa kepada Empung Wailan Wangko (Tuhan Yang Maha Besar).
Namun, semesta memberi jawaban berbeda. Melalui suara burung yang dianggap sebagai pertanda, Karema menerima firasat bahwa tempat tersebut tidak diperkenankan untuk ditinggali. Ia pun berucap kepada Ratu Sumilang dan para pengikutnya: “Kinelongan”.
Kata ini berasal dari akar kata Kelong yang berarti "tidak diperkenankan" atau "dilarang". Sejak saat itulah, mata air di lokasi tersebut dinamai Kelong. Jejak sejarah ini masih abadi hingga sekarang melalui dua anak sungai yang mengalir di bawah Jembatan Kelong Satu dan Dua di Jalan Raya Kakaskasen, sebelum akhirnya menyatu menuju utara di kaki Gunung Lokon.
Oase Modern di Kaki Gunung Mahawu
Melompat ke masa kini, "larangan" masa lalu itu justru bertransformasi menjadi berkat bagi pariwisata Sulawesi Utara. Sejak diresmikan pada 3 November 2021 oleh Keluarga Korompis-Wewengkang, Taman Kelong Cafe dan Resto telah menjadi magnet bagi pencari ketenangan.
Apa yang membuat tempat ini begitu istimewa?
Simfoni Visual: Bayangkan perpaduan telaga dengan bunga teratai, kolam ikan mas koki yang berwarna-warni, serta siluet Gunung Lokon dan Mahawu sebagai latar belakang.
Surga Kuliner: Sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk, pengunjung bisa mencicipi menu favorit seperti Sapo Tahu yang hangat atau Pizza yang renyah.
Spot Foto Estetik: Jembatan kayu di atas kolam dan hamparan rumput hijaunya menjadi lokasi favorit bagi mereka yang ingin mempercantik feed media sosial.
Tips Berkunjung
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada sore hari (pukul 15.00 - 18.00). Cahaya matahari yang mulai melunak menciptakan suasana magis di permukaan air kolam. Terletak hanya sekitar 45-60 menit dari Manado, Taman Kelong adalah pelarian sempurna bagi Anda yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Taman Kelong membuktikan bahwa sejarah dan modernitas bisa duduk berdampingan dengan manis. Di sini, kita tidak hanya menikmati sepiring hidangan lezat, tetapi juga menghargai aliran air yang membawa cerita dari ribuan tahun yang lalu.








Postingan populer dari blog ini

Kampung Tariang Baru,Tabukan Tengah, Pulau Sangihe, Rayakan HUT ke-133

PERIODISASI SEJARAH MINAHASA DAN CIKAL BAKAL PENGGUNAAN NAMA MINAHASA

MASAMPER SANGIHE: DARI MEBAWALASE KE PENTAS LOMBA