INTERNET SANGIHE TERANCAM LUMPUH 9 HARI, PEMERINTAH KELUARKAN SURAT RESMI
INTERNET SANGIHE TERANCAM LUMPUH 9 HARI, PEMERINTAH KELUARKAN SURAT RESMI
Oleh: Redaksi Apapuhang News
TAHUNA, 18 April 2026 — Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe diimbau untuk bersiap menghadapi potensi gangguan layanan internet selama sembilan hari ke depan. Hal ini disampaikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui surat edaran resmi yang dikeluarkan terkait perbaikan kabel bawah laut Palapa Ring Tengah. Gangguan diprediksi berlangsung mulai 16 hingga 24 April 2026 dengan periode puncak cut-off atau pemutusan sementara jaringan pada 20 hingga 24 April 2026.
Berdasarkan surat edaran resmi yang diterima Apapuhang News, perbaikan kabel bawah laut Palapa Ring Tengah pada segmen Tahuna hingga Melonguane ini merupakan solusi untuk menjaga kualitas layanan telekomunikasi jangka panjang. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa jaringan internet masih bisa diakses secara terbatas selama periode perbaikan, layanan darurat tetap diaktifkan untuk kebutuhan mendesak, dan masyarakat diminta menyiapkan alternatif komunikasi untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi.
Jaringan Palapa Ring yang menjadi tulang punggung internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami kerusakan pada segmen kabel bawah laut Tahuna-Melonguane. Kapal khusus perbaikan telah dikerahkan untuk melakukan Restoration Marine Operation yang diperkirakan memakan waktu hingga sembilan hari. Seperti diketahui jadwal pelaksanaan perbaikan Kabel Optik Palapa Ring dimulai 16 April 2026 hingga 9 hari kedepan ikut mempengaruhi jaringan, demikian lapor RRI Tahuna pada 16 April 2026 yang dikutip Apapuhang News.
Dampak yang dirasakan warga cukup signifikan di berbagai sektor kehidupan sehari-hari. Akses internet rumah menjadi terbatas dengan kecepatan yang turun drastis sehingga menyulitkan aktivitas browsing dan streaming. Transaksi mobile banking sering mengalami kegagalan yang merugikan nasabah dan pedagang online. Upload dan download di media sosial menjadi sangat lambat hingga terkadang tidak bisa dilakukan sama sekali. Pembelajaran daring untuk perguruan tinggi juga terganggu karena ketergantungan pada koneksi internet yang stabil. Namun ada kabar baik yang disampaikan Kepala Dinas Kominfo Sangihe bahwa kegiatan belajar mengajar tingkat SD tidak terpengaruh karena tetap dilaksanakan secara tatap muka di sekolah masing-masing. Layanan darurat dan kanal komunikasi penting juga tetap diaktifkan untuk kebutuhan mendesak seperti koordinasi bencana dan layanan kesehatan darurat.
Pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa langkah untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap masyarakat. Mobile genset berkapasitas 250 KVA ditambahkan untuk daerah tertentu agar layanan tetap berjalan optimal. Jaringan satelit backup disiapkan sebagai alternatif sementara saat kabel utama diperbaiki oleh tim teknis. Kanal komunikasi penting tetap diaktifkan untuk kebutuhan mendesak seperti layanan darurat dan koordinasi pemerintah. Warga juga bisa mendapatkan update informasi melalui kanal resmi pemerintah daerah yang tersebar di berbagai platform. Wifi publik gratis tersedia di sekitar Rumah Jabatan Bupati untuk kebutuhan mendesak warga yang memerlukan akses internet.
Sektor ekonomi digital menjadi salah satu yang paling terpukul akibat gangguan ini. Berdasarkan pantauan Apapuhang News di lapangan, transaksi e-commerce turun 60 hingga 80 persen selama periode gangguan berlangsung. Mobile banking sering mengalami kegagalan transaksi yang merugikan pelaku usaha dan konsumen. Pembayaran digital tertunda hingga jaringan normal kembali seperti sedia kala. Salah satu pelaku UMKM di Tahuna mengatakan mereka sudah antisipasi dengan melakukan transaksi penting sebelum tanggal 20 April agar tidak terhambat. Bank dan lembaga keuangan juga mengimbau nasabah untuk melakukan transaksi penting sebelum periode puncak gangguan untuk menghindari kerugian.
Kadis Kominfo Sangihe dalam konferensi pers pada 16 April 2026 menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan sosialisasi sejak Maret 2026 kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk menyiapkan alternatif komunikasi dan melakukan transaksi penting sebelum periode cut-off 20-24 April. Ini adalah langkah perlu untuk kehandalan jaringan jangka panjang yang akan bermanfaat bagi masyarakat Sangihe di masa depan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk solusi sementara selama perbaikan berlangsung agar dampak dapat diminimalkan semaksimal mungkin.
Kabel bawah laut Palapa Ring rentan terhadap gangguan akibat berbagai faktor yang sulit dihindari. Wilayah Sulawesi Utara rawan gempa sehingga aktivitas geologis menjadi salah satu penyebab utama kerusakan kabel. Faktor alam seperti arus laut dan kondisi dasar laut juga berpengaruh terhadap keawetan kabel bawah laut. Aktivitas manusia seperti jangkar kapal dan aktivitas laut lainnya dapat menyebabkan kerusakan pada kabel. Perbaikan ini penting untuk meningkatkan kehandalan jaringan jangka panjang agar masyarakat dapat menikmati layanan internet yang lebih stabil. Seperti disampaikan Bupati Sangihe pada 2025, perbaikan Palapa Ring akan menambah kehandalan internet di kepulauan, demikian dilansir Antara News Manado yang dikutip Apapuhang News.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan warga selama gangguan berlangsung untuk meminimalkan dampak negatif. Lakukan transaksi penting sebelum 20 April dan hindari menunda pembayaran tagihan yang bisa terkena denda. Download materi penting lebih awal dan hindari mengandalkan internet untuk hal mendesak yang bisa ditunda. Siapkan komunikasi alternatif seperti SMS atau telepon dan hindari panik serta menyebarkan hoaks yang tidak jelas sumbernya. Ikuti update dari kanal resmi pemerintah dan jangan percaya informasi tidak jelas yang beredar di media sosial. Manfaatkan wifi publik yang tersedia jika diperlukan untuk kebutuhan mendesak.
Jadwal lengkap gangguan dapat diikuti masyarakat melalui kanal informasi resmi pemerintah. Periode perbaikan berlangsung dari 1 hingga 25 April 2026 dengan berbagai tahapan pekerjaan. Periode puncak terjadi pada 16 hingga 24 April 2026 dimana gangguan paling signifikan dirasakan. Cut-off atau pemutusan sementara pada 20 hingga 24 April 2026 dimana akses internet sangat terbatas. Estimasi jaringan normal kembali pada akhir April 2026 setelah semua perbaikan selesai dilakukan. Status hari ini 18 April 2026 merupakan hari ketiga dari periode perbaikan yang sedang berlangsung.
Setelah perbaikan selesai, pemerintah berencana melakukan evaluasi pasca-perbaikan untuk mengukur peningkatan kualitas jaringan yang telah diperbaiki. Infrastruktur redundansi akan dibangun sebagai koneksi cadangan untuk masa depan agar tidak bergantung pada satu jalur saja. Dokumentasi dampak akan dijadikan bahan pembelajaran untuk daerah kepulauan lain yang menghadapi situasi serupa. Sosialisasi lanjutan tentang edukasi masyarakat mengenai ketahanan digital juga akan dilakukan untuk meningkatkan kesiapan warga. Pengalaman Sangihe ini diharapkan menjadi studi kasus bagi daerah 3T lainnya dalam menyusun rencana kontingensi infrastruktur digital yang lebih baik.
Untuk informasi terbaru, masyarakat dapat mengakses website Diskominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menyediakan update berkala. Media sosial @komdigi.bakti di Instagram juga menyediakan update berkala tentang perkembangan perbaikan. Facebook Pemkab Kepulauan Sitaro Official menjadi kanal informasi alternatif yang bisa diakses warga. RRI Tahuna menyiarkan update secara berkala melalui radio untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil. Hotline layanan pengaduan pemerintah daerah juga dapat dihubungi untuk pertanyaan lebih lanjut dari warga.
Beberapa sumber berita terpercaya dapat dijadikan referensi untuk mengikuti perkembangan situasi. BeritaSatu memberitakan Internet Sangihe Terancam Lumpuh 9 Hari pada 16 April 2026 yang menjadi rujukan berbagai media. RRI Tahuna melaporkan Gangguan Jaringan Palapa Ring Tidak Pengaruhi TKA Tingkat SD pada tanggal yang sama. Manado Post sebelumnya telah mengabarkan Jaringan Internet Down 16-21 April pada 16 Maret 2026 sebagai informasi awal. Antara News Manado merilis berita Bupati Sangihe tentang Perbaikan Palapa Ring Tambah Kehandalan Internet pada 2025. Facebook Resmi Pemkab Kepulauan Sitaro juga memberikan update pada 18 April 2026 untuk masyarakat.
Gangguan internet di Sangihe ini memang tidak menyenangkan, namun merupakan langkah perlu untuk perbaikan jangka panjang yang akan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, dampak negatif dapat diminimalkan semaksimal mungkin. Ini ujian bagi ketahanan digital kita sebagai masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi. Setelah ini, jaringan akan lebih handal dan stabil untuk mendukung aktivitas sehari-hari, tutup salah satu pejabat Kominfo kepada Apapuhang News. Warga Sangihe diminta tetap tenang, ikuti informasi resmi, dan manfaatkan alternatif komunikasi yang tersedia. Bersama kita hadapi, bersama kita pulihkan.
SANGIHE INTERNET AT RISK OF 9-DAY PARALYSIS; GOVERNMENT ISSUES OFFICIAL DECREE
By: Apapuhang News Editorial Team
TAHUNA, April 18, 2026 — Residents of the Sangihe Islands Regency are urged to prepare for potential internet service disruptions over the next nine days. This was announced by the Sangihe Islands Regency Government through an official circular regarding repairs to the Palapa Ring Tengah subsea cable. Disruptions are predicted to last from April 16 to April 24, 2026, with the peak "cut-off" period occurring between April 20 and April 24, 2026.
According to the official circular received by Apapuhang News, the repair on the Tahuna-Melonguane segment is a necessary solution to maintain long-term telecommunications quality. While internet access will be limited, emergency services remain active for urgent needs. The public is advised to prepare alternative communication methods.
Technical Breakdown & Impact
The Palapa Ring network, the backbone of internet connectivity in Sangihe, suffered damage on the undersea cable segment connecting Tahuna and Melonguane. A specialized repair vessel has been deployed for a Restoration Marine Operation.
The disruption is felt significantly across various sectors:
Home Internet: Drastic drops in speed, making browsing and streaming difficult.
Banking: Frequent mobile banking failures affecting both customers and online vendors.
Education: Online university classes are disrupted; however, the Head of the Sangihe Communication and Information Agency (Kominfo) confirmed that elementary school (SD) activities remain unaffected as they continue with face-to-face learning.
Economy: E-commerce transactions have plummeted by 60% to 80%.
Government Mitigation Measures
To minimize the impact, the local government has implemented several strategic steps:
Power Support: Deployment of a 250 KVA mobile generator in specific areas to keep essential services running.
Backup Connectivity: Satellite networks have been prepared as temporary alternatives.
Public Access: Free public Wi-Fi is available around the Regent's Official Residence (Rumah Jabatan Bupati) for urgent needs.
Emergency Channels: Coordination for disaster response and emergency health services remains prioritized and active.
Expert Tips for Residents
| Do's | Don'ts |
| Complete important banking transactions before April 20. | Do not rely on high-bandwidth apps for urgent matters. |
| Download essential materials/documents in advance. | Avoid spreading unverified rumors or hoaxes. |
| Use alternative communication like SMS or Voice Calls. | Do not panic; follow official government updates. |
| Pay bills early to avoid late fees due to network failure. |
Long-Term Reliability
The Head of Sangihe Kominfo explained that North Sulawesi’s geography—being prone to earthquakes and strong sea currents—makes subsea cables vulnerable to damage. Human activities, such as ship anchors, also contribute to cable wear.
"This is a necessary step for long-term network reliability that will benefit the people of Sangihe in the future," the official stated during a press conference.
Timeline of Events
April 16: Repair period begins; initial disruptions reported.
April 18 (Today): Day 3 of the repair process.
April 20 – 24: Peak Period. Significant "cut-off" and highly limited access.
Late April 2026: Estimated return to normal network status.
For the latest updates, residents can monitor the Sangihe Regency Kominfo website, the @komdigi.bakti Instagram account, or listen to RRI Tahuna broadcasts for information reaching remote areas.
"Sangihe residents are asked to remain calm and follow official information. Together we face this, together we recover."