BENJAMIN
THOMAS SIGAR (TAWALIJN SIGAR): LELUHUR MINAHASA DALAM JEJAK SEJARAH LANGOWAN
HINGGA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PRABOWO SUBIANTO
oleh : Alffian Walukow
Di
antara tokoh-tokoh penting dalam sejarah Minahasa abad ke-19, nama Benjamin
Thomas Sigar menempati tempat khusus. Ia adalah seorang pemimpin adat,
tokoh pemerintahan, dan perwira militer Minahasa yang hidup pada masa perubahan
besar dalam masyarakat Minahasa, yaitu masa peralihan dari sistem kepemimpinan
tradisional walak menuju pemerintahan kolonial Hindia Belanda, sekaligus
masa masuk dan berkembangnya agama Kristen di tanah Minahasa.
Benjamin
Thomas Sigar sebelumnya bernama Tawalijn Sigar, lahir di Langowan
sekitar tahun 1790. Ia berasal dari keluarga pemimpin masyarakat Langowan.
Dalam struktur sosial Minahasa, Langowan merupakan salah satu wilayah yang
dipimpin oleh seorang walak, yaitu pemimpin gabungan kelompok-kelompok
masyarakat. Nama Tawalijn sendiri tercatat sebagai salah satu pemimpin walak
Langowan sebelum kemudian dikenal dengan nama Kristen Benjamin Thomas Sigar. (Wikimedia Commons)
Menurut
dokumentasi sejarah yang dipublikasikan oleh Alffian W.P. Walukow,
berdasarkan tulisan sejarah lokal dari Adrianus Kojongian, perjalanan
hidup Tawalijn Sigar menggambarkan perubahan besar seorang pemimpin tradisional
Minahasa menjadi bagian dari elite pemerintahan modern pada abad ke-19. Foto
dan narasi sejarah Benjamin Thomas Sigar yang direkonstruksi dan dipublikasikan
oleh Alffian Walukow menjadi salah satu dokumentasi penting dalam
memperkenalkan kembali tokoh ini kepada masyarakat luas. (Wikimedia Commons)
Pada
masa awal kehidupannya, Tawalijn Sigar masih berada dalam lingkungan
kepercayaan lama Minahasa. Istrinya disebut berasal dari kalangan Walian,
yaitu pemimpin spiritual dalam agama tradisional Minahasa. Karena latar
belakang keluarganya tersebut, Tawalijn pada awalnya menentang kegiatan
penginjilan yang dilakukan oleh misionaris Jerman Johann Gottlieb Schwarz.
Namun
perjalanan hidupnya mengalami perubahan. Pada tahun 1841, Tawalijn Sigar
menerima baptisan Kristen dari Pendeta Johann Gottlieb Schwarz dan menggunakan
nama baru Benjamin Thomas Sigar. Nama Benjamin diambil dari salah satu
nama suku Israel dalam Perjanjian Lama, sedangkan Thomas berasal dari nama
salah satu murid Yesus. Perubahan nama ini menjadi simbol perubahan sosial dan
keagamaan yang terjadi pada elite Minahasa masa itu. (Wikimedia Commons)
Dalam
bidang militer, Benjamin Thomas Sigar dikenal sebagai salah satu pemimpin Pasukan
Tulungan Minahasa (Hulptroepen), yaitu pasukan bantuan Minahasa yang
digunakan pemerintah Hindia Belanda dalam berbagai operasi militer. Pada
tahun 1829, ia menjadi pemimpin pasukan asal Langowan dengan pangkat Kapitein.
Pasukan Tulungan Minahasa kemudian dikirim membantu Belanda dalam Perang
Jawa (1825–1830) menghadapi perlawanan Pangeran Diponegoro. (Historia.ID)
Dalam tradisi lisan keluarga
Sigar, Benjamin Thomas Sigar disebut sebagai salah satu perwira Minahasa yang
ikut dalam operasi penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1830. Kisah
tersebut menjadi bagian penting dalam memori keluarga, walaupun rincian keterlibatan
langsungnya masih menjadi bahan kajian sejarah. (Wikimedia Commons)
Selain
sebagai perwira militer, Benjamin Thomas Sigar juga memiliki karier panjang
dalam pemerintahan. Sebelum tahun 1833 ia diangkat sebagai Hukum Kedua
Langowan oleh pemerintah kolonial. Karena pada masa awal ia menentang
penginjilan Schwarz, ia sempat diberhentikan pada tahun 1833. Setelah
menerima Kristen dan kembali dipercaya pemerintah, ia kemudian diangkat
kembali.
Pada Februari 1848,
Benjamin Thomas Sigar menggantikan Kolano Tenda Saerang sebagai Kepala
Distrik Langowan (Hukum Besar) dan memperoleh gelar kehormatan Majoor.
Jabatan tersebut dijalankannya sampai masa pensiun sekitar tahun 1870. Masa
kepemimpinannya disebut sebagai periode awal pembangunan dan perkembangan
pemerintahan di Langowan. (Wikimedia Commons)
Setelah Benjamin Thomas Sigar
pensiun, jabatan kepemimpinan Langowan diteruskan oleh putranya, Lourens
Roeland Sigar. Dengan demikian, keluarga Sigar menjadi salah satu keluarga
pemimpin lokal Minahasa yang mempertahankan pengaruhnya dari generasi ke
generasi. Lourens Roeland Sigar kemudian dikenal sebagai Hukum Besar Langowan
pada periode 1870–1884. (Malesung)
Dari Lourens Roeland Sigar
lahirlah generasi berikutnya, yaitu Philip Roeland Sigar. Ia kemudian
memiliki putra bernama Philip Frederik Laurens Sigar, lahir di Langowan
pada 17 Mei 1885. Philip Frederik Laurens Sigar mengikuti jejak leluhurnya
dalam pemerintahan. Ia dikenal sebagai birokrat Minahasa pada masa Hindia
Belanda, pernah bekerja dalam administrasi pemerintahan, menjadi anggota Gemeenteraad
Manado (Dewan Kota Manado), dan memiliki kedudukan dalam struktur
pemerintahan kolonial. (tirto.id)
Philip Frederik Laurens Sigar
menikah dengan Cornelie Emelie Maengkom, putri dari keluarga pemimpin
Minahasa. Dari perkawinan tersebut lahirlah beberapa anak, salah satunya adalah
Dora Marie Sigar, yang lahir tahun 1921. Dora Marie Sigar kemudian menikah dengan tokoh
nasional Indonesia, ekonom dan Menteri Perdagangan serta Menteri Keuangan
Indonesia, Prof. Sumitro Djojohadikusumo. (tirto.id)
Dari
pasangan Dora Marie Sigar dan Prof. Sumitro Djojohadikusumo, lahirlah Prabowo
Subianto Djojohadikusumo, yang kemudian menjadi tokoh militer, politikus,
dan Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, garis keturunan
Minahasa dari keluarga Sigar mengalir kepada Presiden Republik Indonesia
melalui jalur:
Tawalijn
Sigar / Benjamin Thomas Sigar
→ Lourens Roeland Sigar
→ Philip Roeland Sigar
→ Philip Frederik Laurens Sigar
→ Dora Marie Sigar
→ Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Garis
keturunan tersebut menunjukkan bahwa sejarah keluarga Sigar bukan hanya sejarah
sebuah keluarga, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang masyarakat
Minahasa. Dari seorang pemimpin walak di Langowan, seorang kapiten pasukan
Tulungan, seorang kepala distrik, kemudian berkembang menjadi keluarga birokrat
dan intelektual yang berperan dalam sejarah Indonesia modern.
Benjamin
Thomas Sigar menjadi simbol pertemuan berbagai unsur sejarah Minahasa:
kepemimpinan adat, militer, pemerintahan, pendidikan, agama Kristen, dan
politik nasional. Melalui garis keturunannya, jejak sejarah Langowan dan
Minahasa kemudian berhubungan langsung dengan perjalanan bangsa Indonesia
melalui sosok Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Daftar
Pustaka
- Walukow, Alffian W.P.
Dokumentasi sejarah dan rekonstruksi foto Benjamin Thomas Sigar (Tawalijn Sigar) berdasarkan sumber sejarah lokal. Dipublikasikan melalui Wikimedia Commons. (Wikimedia Commons) - Kojongian, Adrianus
Tulisan sejarah lokal mengenai Benjamin Thomas Sigar, keluarga Sigar Langowan, serta hubungan genealogisnya dengan keluarga Prabowo Subianto. (Wikimedia Commons) - Wenas, Jessy
Sejarah dan Kebudayaan Minahasa — mengenai pasukan Tulungan Minahasa dan keterlibatan tokoh-tokoh Minahasa dalam Perang Jawa. (Historia.ID) - Historia.id
Tulisan mengenai keterlibatan pasukan Minahasa dan Benjamin Thomas Sigar dalam konteks Perang Jawa. (Historia.ID) - Tirto.id
Kajian mengenai hubungan keluarga Sigar, Dora Marie Sigar, dan keluarga Djojohadikusumo. (tirto.id) - Malesung
Kajian sejarah keluarga Sigar Langowan dan Philip Roeland Sigar. (Malesung)
