SEJARAH SEPAK BOLA DI PULAU SANGIHE_SULAWESI UTARA
SEJARAH SEPAK BOLA DI PULAU SANGIHE_SULAWESI UTARA
Oleh : Alffian Walukow
SEJARAH SEPAK
BOLA DI PULAU
SANGIHE, SULAWESI UTARA.
Oleh ; Alffian Walukow
Sejarah sepak bola di Nusantara
tidak dapat dipisahkan dari kehadiran bangsa Eropa. Di akhir abad ke-19, olahraga ini pertama kali
diperkenalkan oleh tentara dan warga Belanda di Hindia Belanda. Pada 28
September 1893, perkumpulan sepak bola pertama bernama Rood Wit
didirikan di Batavia (Jakarta). Memasuki awal abad ke-20, demam kulit bundar
mulai merambah masyarakat lokal, sehingga klub-klub komunitas bermunculan di
berbagai daerah. Turnamen atau kompetisi antarkota pun mulai rutin digelar
sejak tahun 1914. Puncaknya, pada 19 April 1930, Persatuan Sepakbola Seluruh
Indonesia (PSSI) resmi dibentuk di Yogyakarta yang diprakarsai oleh Ir.
Soeratin Sosrosoegondo sebagai wadah perjuangan bangsa dan pemersatu kaum
bumiputra melalui olahraga.
Di saat gelombang organisasi nasional mulai menguat di Jawa, denyut nadi
sepak bola di utara Nusantara—tepatnya di Pulau Sangihe—juga telah berdetak
secara mandiri. Jauh sebelum kompetisi sepak bola formal bergulir di Manganitu,
sudah ada beberapa klub sepak bola yang didirikan oleh setiap kerajaan di Pulau
Sangihe. Klub-klub ini dipimpin dan dibina langsung oleh para Raja, dengan
didampingi oleh para pejabat Hindia Belanda di Tahuna.
Era Dr. Gyula Cseszko dan
Gairah Sepak Bola di Tahuna (1930-an)
Pada awal tahun 1930-an, dinamika
sepak bola di Tahuna mendapat napas baru dengan kedatangan dr. Gyula Cseszko,
seorang dokter asal Hungaria yang mendirikan Rumah Sakit Liunkendage Tahuna
pada tahun 1931. Dr. Cseszko memiliki latar belakang emosional dan bakat sepak
bola yang sangat spesial bersama saudaranya, Jozsef Cseszko, dan putranya,
Gyula Attila Cseszko. Dr. Cseszko dan saudaranya sempat menjadi pemain bintang
untuk tim sekolah mereka di SMA Debrecen Bethlen Gabor Reformed dan tim
Universitas Debrecen. Begitu putranya bisa berjalan, dr. Cseszko langsung
menaruh bola di depannya dan mendidiknya hingga mahir menendang menggunakan
kedua kaki (kelak sang putra tumbuh menjadi pemain sepak bola hebat dan sempat
bermain untuk tim lokal saat pindah ke Unley, Adelaide di Australia).
Tak lama setelah meresmikan RS Liunkendage pada tahun 1931, dr. Gyula
Cseszko mendirikan dua tim sepak bola di Tahuna, yang diperkirakan bernama Hercules
atau Blauw-Wit (Biru-Putih). Dalam sebuah foto bersejarah tahun 1934
yang dipotret oleh istrinya (nenek dari Julie Van de Beek), dr. Cseszko
berposisi sebagai penjaga gawang (kiper) untuk salah satu tim tersebut. Kisah dan dokumentasi berharga ini dirawat
dan diunggah oleh cucunya, Julie Van de Beek, yang juga merupakan cucu
dari Pendeta W. van de Beek (seorang misionaris di Talaud dan penggagas
berdirinya Sinode GMIST).
Kompetisi Manganitu 1932: Sukacita di Hari Raya
Misi
Selain menjadi simbol prestise kerajaan dan ekspresi hobi para ekspatriat,
sepak bola di Sangihe juga melekat erat dengan perayaan keagamaan. Salah satu
momen akbar yang terekam kuat terjadi pada tanggal 23–25 Juni 1932 di
Manganitu, bertepatan dengan Perayaan Ulang Tahun Misi Kristen yang ke-75
tahun.
Beberapa hari sebelum perayaan puncak (Ibadah Raya) dilaksanakan, utusan
dari wilayah Utara, Barat, Selatan, dan Timur telah datang ke Manganitu.
Masyarakat tua, muda, laki-laki, hingga wanita berbondong-bondong melintasi dan
menuruni gunung karena diadakan berbagai kompetisi sepanjang hari sejak pagi
hingga malam hari. Pada pagi dan sore hari, diadakan Kompetisi Sepak Bola
Antarwilayah yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut (22–24 Juni
1932). Perayaan ini ditulis di beberapa koran berbahasa Belanda masa itu.
Selain kompetisi, dilakukan pula prosesi peletakan karangan bunga di Makam
Penginjil E.T. Steller.
Masa Transisi: Dari Binaan Raja hingga Klub
Tionghoa Pasca-Kemerdekaan
Memasuki dekade berikutnya, sepak bola Sangihe terus bertransformasi
seiring dinamika politik dan sosial:
- Tahun
1944–1949: Lahir Club
Bola Kaki Pertama Tahuna yang dibentuk dan dibina langsung oleh Raja
Frederik Imanuel Adriaan (Raja Kerajaan Kendahe Tahuna). Dokumen
sejarah ini tersimpan melalui sumber foto Nusi Adriaan yang menjadi
koleksi Museum Sanggar Apapuhang.
- Era
Pasca-Kemerdekaan:
Lahir sebuah klub sepak bola yang khusus mengakomodasi pemain-pemain dari
komunitas Tionghoa. Klub ini didirikan oleh Te Hok San, seorang
atlet sepak bola sekaligus pengusaha kuliner (Mi Che) di Sangihe
yang merangkap sebagai pemain penyerang (striker). Informasi mengenai klub
ini diperoleh langsung dari anaknya yang kini mengelola Rumah Makan Mi Che
di Tahuna.
Sumber Penulisan & Arsip
Sejarah
Narasi sejarah di atas disusun
berdasarkan integrasi sumber-sumber berikut:
- Arsip Kolonial Belanda & Catatan Misi:
- De
Nederlander Dagblad tot verbreiding van de Christelijk Historische
beginselen, 40
Jaargang no. 11993. Edisi Rabu, 12 Oktober 1932.
- MAANDBLAADJE, terbitan dari Samenwerkende
Zendings-Vereenigingen (Vermindering bij getallen), No. 2, Februari
1932.
- BRILMAN,
D. (1938). De Zending op de Sangi-en Talaud eilanden. Diterbitkan
di Ennemawira.
- Arsip Digital & Memori Kolektif Komunitas
(Media Sosial):
- Dokumentasi
Foto dan Memoar Keluarga dr. Gyula Cseszko, diunggah oleh Julie Van de
Beek (Cucu dari dr. Gyula Cseszko dan Pendeta W. van de Beek).
- Dokumentasi
Kompetisi Manganitu 1932, diunggah oleh Ferdinand Kirimang via
Facebook.
- Arsip Kerajaan & Museum Lokal:
- Koleksi Foto Raja Frederik Imanuel Adriaan
(Periode 1944–1949), Sumber: Nusi Adriaan, Arsip Museum Sanggar
Apapuhang.
- Wawancara & Informasi Lisan Komunitas Tionghoa
Tahuna (Keluarga Te Hok San / Rumah Makan Mi Che Tahuna).
Daftar Pustaka
Brilman, D. (1938). De Zending op de Sangi-en Talaud eilanden.
Ennemawira: Zendings-Vereenigingen.
De Nederlander Dagblad tot verbreiding van de
Christelijk Historische beginselen. (1932, October 12). 40 Jaargang, No. 11993.
Kirimang, F. (n.d.). Kompetisi Sepak Bola di Manganitu 1932 / Perayaan
Ulang Tahun Misi Kristen ke-75 [Unggahan Facebook].
MAANDBLAADJE, uitgaande van de samenwerkende
Zendings-Vereenigingen. (1932,
Februari). No. 2.
Museum Sanggar Apapuhang. (n.d.).
Koleksi Foto Bola Kaki Pertama Tahuna (1944-1949): Binaan Raja Frederik
Imanuel Adriaan (Donasi Foto: Nusi Adriaan). Tahuna.
Van de Beek, J. (n.d.). Arsip Keluarga dr. Gyula Cseszko: Sejarah
Blauw-Wit dan Hercules di Tahuna 1934 [Unggahan Facebook].




