Postingan

PROF. DR. EMILIA AUGUSTINA RATULANGI. ANAK DARI SAM RATULANGI

Gambar
  MENGENAL PEREMPUAN MINAHASA: PROF. DR. EMILIA AUGUSTINA RATULANGI.   ANAK   DARI   SAM   RATULANGI Oleh   ;   Alffian   Walukow     Prof. Dr. Emilia Augustina Ratulangi, yang akrab disapa Zus Ratulangi, adalah seorang saksi sekaligus pelaku sejarah, politikus perintis, dokter spesialis anak, dan profesor psikiatri lintas negara. Lahir pada era kolonial, ia mencatatkan diri sebagai salah satu anggota parlemen perempuan termuda pertama di Indonesia pada usia 24 tahun. Dedikasi intelektualnya membawanya ke Eropa, tempat ia menembus puncak karier akademis sebagai profesor ahli jiwa di Universitas Amsterdam. Ia menutup lembaran hidupnya yang panjang pada 15 Februari 2025 di usia 102 tahun. Zus Ratulangi dilahirkan di Bandung, Hindia Belanda, pada tanggal 23 Juli 1922. Ia merupakan putri kedua dari tokoh pergerakan nasional terkemuka asal Minahasa, Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob (G.S.S.J.) "Sam" Ratulangi, dan seorang perempuan ber...

MENGENANG BENCANA AIR BAH di TAMAKO,SANGIHE 600 TAHUN SILAM

Gambar
  MENGENANG BENCANA AIR BAH DAN ASAL-USUL KINABUHUSANG DI TAMAKO TUA PULAU   SANGIHE, 600   TAHUN   SILAM. Oleh   ; Alffian   Walukow Jauh sebelum rimak benteng dan jejak kaki bangsa Portugis menyentuh bumi Nusantara—pada kisaran kurun waktu tahun 1400-an—sebuah tragedi dahsyat terukir dalam memori kolektif masyarakat Tamako di Pulau Sangihe. Saat itu, pemukiman Tamako Tua berdiri tenang di pesisir, hingga suatu hari takdir kelam menghantam tanpa peringatan. Suatu bencana besar berskala gergaji melanda kawasan tersebut melalui hadirnya fenomena bah kembar ( dalulung ). Dari arah lautan, gelombang pasang raksasa membumbung tinggi, menerjang dan menggulung pesisir tanpa ampun. Pada detik yang sama, dari hulu pegunungan, banjir bandang yang amat dahsyat meletup dan meluap hebat. Dua kekuatan alam ini bersatu, menghancurkan benteng pertahanan pemukiman Tamako Tua dan meluluhlantakkan kehidupan masyarakat di sana. Gelombang raksasa dan curahan air bah ya...

IRENIUS "GEBA" LANTEMONA Perupa SULUT yang dilupakan Sejarah

Gambar
  BIOGRAFI DAN KAJIAN SENI RUPA :   IRENIUS "GEBA" LANTEMONA Pelopor Seni Rupa Modern dan Patung Monumental Kepulauan Sangihe Oleh ; Alffian   Walukow   Dalam sejarah seni rupa modern di Kepulauan Sangihe, nama Irenius Lantemona—yang lebih dikenal dengan nama panggilannya Geba—merupakan salah satu tokoh pelopor yang layak mendapat perhatian lebih besar. Melalui karya-karya patung monumental, lukisan, hingga komik, Geba memperlihatkan bahwa wilayah kepulauan di utara Sulawesi telah memiliki tradisi dan dinamika seni rupa modern sejak awal dekade 1970-an. Meskipun sebagian besar karyanya kini telah hilang atau tidak diketahui lagi keberadaannya, sejumlah karya monumental yang masih bertahan menjadi bukti kemampuan artistik dan visi estetikanya yang tinggi. Penelusuran sejarah yang dilakukan oleh masyarakat melalui berbagai kesaksian lisan berhasil mengangkat kembali nama Geba sebagai salah satu perupa akademis asal Sangihe yang pernah menempuh pendidikan seni...

LEGENDA PINGKAN DAN MATINDAS

Gambar
  KAJIAN SASTRA & HISTORIOGRAFI LEGENDA PINGKAN DAN MATINDAS Oleh :   Alffian   Walukow   Legenda Pingkan dan Matindas (atau Matindas dan Mogogunoi ) merupakan salah satu narasi mitologis-heroik terpenting dalam khazanah sastra dan sejarah kebudayaan Minahasa. Narasi ini tidak hanya berfungsi sebagai cerita rakyat ( folklore ) tentang kesetiaan cinta dan kejelitaan, melainkan berkembang menjadi instrumen perlawanan kultural, identitas kebangsaan, serta simbol dinamika seni pertunjukan dan seni rupa modern di Sulawesi Utara. I. Historiografi Publikasi Tulis dan Transmisi Teks Secara historis, perjalanan naskah Pingkan dan Matindas mengalami evolusi panjang dari tradisi lisan ( oral tradition ) hingga kodifikasi cetak dan transformasi panggung: 1. Kodifikasi Etnografis Abad ke-19 (NZG & N. Graafland) Mededeelingen van wege het Nederlandsche Zendelinggenootschap (MNZG, 1863): Laporan edisi Jaargang 7 (1 Januari 1863) menjadi salah...