Postingan

Kulinary Sangihe

Gambar
 Foto : @alffianwalukow

SEJARAH KABUPATEN MINAHASA SELATAN

Gambar
  "DINAMIKA GEOPOLITIK DAN TRANSFORMASI SOSIO-AGRARIA DI WILAYAH SELATAN MINAHASA: STUDI HISTORIS-EPISTEMOLOGIS AMURANG SEBAGAI PUSAT GRAVITASI EKONOMI DAN POLITIK (1512–2003)"  (Rancangan) Oleh :   Alffian   Walukow,   S.Pd,   M.Pd   ABSTRAK Judul: "DINAMIKA GEOPOLITIK DAN TRANSFORMASI SOSIO-AGRARIA DI WILAYAH SELATAN MINAHASA: STUDI HISTORIS-EPISTEMOLOGIS AMURANG SEBAGAI PUSAT GRAVITASI EKONOMI DAN POLITIK (1512–2003) Oleh   :   Alffian   W.P.   Walukow, S.Pd, M.Pd   Kajian ini mengeksplorasi proses pembentukan identitas dan struktur administratif Kabupaten Minahasa Selatan melalui pendekatan historis-diakronis yang komprehensif. Dimulai dari fondasi kosmologi asli Malesung di Pegunungan Wulur Mahatus, penelitian ini menganalisis bagaimana masyarakat Tontemboan bertransformasi di bawah tekanan penetrasi global sejak abad ke-16. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis dokumen primer berupa...

Gereja Protestan Rumoong Atas

Gambar
  Gereja Protestan Rumoong Atas Secara genealogis dan administratif, Rumoong Atas merupakan bagian integral dari sejarah pemukiman di wilayah Minahasa Selatan yang berakar pada Distrik Tombasian. Rumoong Tua berdiri di atas tiga pilar persebaran penduduk: Rumoong Lowian: Kelompok masyarakat awal di dataran rendah. Rumoong di Lansot: Kelompok yang menetap di wilayah Lansot lama. Rumoong di Wiau: Sebaran masyarakat yang menjangkau wilayah kampung Wiau (kini Wiau Lapo) Pada tahun 1840, pemerintah kolonial mengakui Rumoong sebagai desa mandiri di wilayah hukum Tareran. Hal ini memicu migrasi penduduk ke dataran yang lebih tinggi untuk pembukaan lahan perkebunan, yang kemudian membentuk komunitas Rumoong Atas. Perjalanan iman jemaat di Rumoong Atas dapat dilacak melalui transformasi fisik gedung gerejanya: A. Era Konstruksi Kayu (1840 – 1898 ) Sejak pekabaran Injil oleh misionaris NZG seperti K.T. Herrmann (1840) dan S. Van der Velde van Cappellen (1851), jemaat mula-mula beriba...

Grup Musik The Happy Boys (Manado, 1956

Gambar
  Grup Musik The Happy Boys (Manado, 1956) Pada tahun 1956, di kawasan Tikala, Manado, tepatnya di rumah orang tua pemilik Apotik Bakti Farma yang berada di samping Toko dan Service National, berdiri sebuah grup musik yang dikenal dengan nama The Happy Boys. Masa ini merupakan periode awal pasca-kemerdekaan Indonesia, ketika Manado berkembang sebagai kota pelabuhan dan pusat budaya di Indonesia Timur. Musik menjadi bagian penting dari kehidupan sosial kaum muda kota, terutama di lingkungan keluarga terdidik dan elite lokal. Nama The Happy Boys mencerminkan pengaruh budaya Barat yang kuat pada dekade 1950-an. Pilihan nama berbahasa Inggris lazim digunakan oleh grup-grup musik Manado saat itu. Grup ini mengusung genre musik Hawaiian, yang pada masa tersebut sangat populer di Manado dan wilayah Indonesia Timur, berdampingan dengan: musik keroncong, musik dansa, lagu-lagu populer Barat dan Melayu. Formasi dan Personel (Lengkap & Revisi) Susunan lengkap pemain The Happy Boy...

Silsilah keturunan Ngayow Sinaulan dan Waney-Sumakul

  Ucapan Duka Cita Keluarga Besar Sinaulan menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya Po'ow ang Ro'ong WIAU LAPI BARAT, Tareran: ALM. HENNY WANEY (Keluarga Prok-Waney) Silsilah Henny Waney dalam Rumpun Sinaulan Asal-usul: Keluarga Ngayow-Sinaulan (Akhir Tahun 1800-an) Dina Sinaulan menikah dengan Ngayow (berasal dari keluarga Ngayow Talaitad yang telah menetap di Lapi sejak awal tahun 1800). Keluarga Ngayow-Sinaulan memperanakkan tiga orang putri: 1. Margareth (Kel. Sumendap-Ngayow) Memiliki keturunan, namun detail nama belum tercatat lengkap dalam dokumen saat ini. Catatan khusus: Salah satu anak mereka kemungkinan adalah ibu dari Guru Jemaat tua, A. Worotitjan. 2. Maria (Kel. Soputan-Ngayow) Maria memperanakkan keturunan sebagai berikut: 2.1. Detje (Kel. Waney-Soputan) Memperanakkan tiga orang anak: Heni (Kel. Prok-Waney): Memperanakkan Eyne dan Meilan. Femi (Kel. Rompas-Waney): Memperanakkan Feybe dan Olan. Jantje (Kel. Waney-Worotitjan): ...

Dokumen VOC tentang : Kerajaan Kaidipang adalah milik Kerajaan Siau

Gambar
  Dokumen   VOC   tentang   :  Kerajaan   Kaidipang   adalah   milik   Kerajaan   Siau   SERANOS KEPADA RAJA BINANKAL. Surat Yang Mulia telah saya terima dengan baik, dan saat ini saya memerlukan tanggapan lebih lanjut. Saya telah menyampaikan permohonan Yang Mulia kepada Raja Siau, yang menjawab dengan kalimat: “Que la detiene por Regones.” Penerjemah dapat menjelaskan makna ungkapan dalam bahasa Spanyol tersebut, dan setelah itu saya akan membalas surat Yang Mulia secara prinsipil. Terkait persoalan perbedaan pendapat ini, saya telah menulis kepada Kapten Jenderal di Batavia untuk menjelaskan bahwa tanah Kaudipan merupakan milik Raja Siau. Namun hingga kini saya belum menerima jawaban, sehingga hal ini belum dapat dipahami sepenuhnya oleh Kapten Jenderal di Manila. Meski demikian, beliau telah memerintahkan saya untuk membalas surat Yang Mulia berdasarkan apa yang telah Yang Mulia sampaikan dan mohonkan kepada saya. Men...

FOTO PENARI DERO DAN KESALAHAN IDENTITAS

Gambar
  FOTO PENARI DERO DAN KESALAHAN IDENTITAS Kajian Sejarah dan Seni Rupa (Fotografi) atas Foto yang Diklaim sebagai Penduduk Minahasa Oleh: Alffian Walukow identitas  foto : Informasi Arsip Foto Judul: Groepsportret, Minahasa, Noord Sulawesi (Potret Grup, Minahasa, Sulawesi Utara). Nomor Koleksi (TMnr): 60033708. Asal Koleksi: Wereldmuseum Amsterdam (Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen). Detail Teknis File Nama File: COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Groepsportret_Minahasa_Noord_Sulawesi_TMnr_60033708.jpg Dimensi: 700 × 415 pixels. Ukuran File: 71 KB. Format: Image/jpeg. Keterangan Tambahan Waktu Pembuatan: Antara tahun 1930 hingga 1936 . Fotografer: Tidak diketahui ( Unknown author ). Deskripsi Ringkas: Sebuah foto potret kelompok masyarakat di wilayah Minahasa, Sulawesi Utara pada masa kolonial Belanda.     Pendahuluan Fotografi kolonial di H...